Diabetes Melitus atau Kencing Manis Merupakan Penyakit Metabolik yang Tak Bisa Dianggap Sepele

Diabetes melitus merupakan kondisi yang tidak bisa dianggap sepele. Penyakit kencing manis ini terjadi karena pankreas memproduksi insulin yang memadai namun sel-sel dalam tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efisien guna mengubah glukosa menjadi energi.

Dengan terjadinya resistensi insulin ini maka gula darah menumpuk terlalu banyak dalam tubuh. Saat kadar gula meninggi, maka risiko terkena komplikasi diabetes pun mulai membayangi. Kondisi yang mungkin terjadi adalah Anda bisa mengalami gangguan sistem saraf, gagal jantung, hingga kebutaan.

Diabetes tidak pandang usia dan bisa menyerang semua orang, namun kebanyakan yang terkena penyakit ini adalah mereka yang sudah dewasa dan lanjut usia. Penyebabnya tak lain adalah karena metabolisme tubuh yang semakin menurun dan gaya hidup yang kurang sehat. Diabetes tidak bisa disembuhkan, namun Anda bisa mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk hidup lebih baik dan terhindar dari risiko yang mematikan.

Dengan Kontrol Gula Darah yang Baik, Penyakit Ini Bisa Dikendalikan

Kita masih bisa mengendalikan penyakit ini supaya tidak mengakibatkan hal yang lebih parah pada kesehatan kita. Kunci untuk mengendalikan diabetes adalah menjaga kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar lemak darah dalam tubuh. Anda bisa mulai melakukan pengendalian terhadap pola makan. Selanjutnya, Anda juga wajib melakukan aktivitas fisik yang tepat. Dengan begini Anda bisa menghambat timbulnya komplikasi dari penyakit diabetes yang Anda derita.

Penyebab Diabetes yang Harus Anda Ketahui

Minuman Manis

Minuman manis adalah penyebab diabetes yang paling utama. Di dalam minuman manis terkandung kadar gula yang tinggi. Saat Anda minum satu hingga dua gelas minuman manis per hari, maka risiko diabetes bisa meningkat hingga 26 persen.

Nah, jika ingin sehat, mulailah menghindari konsumsi minuman manis baik itu berupa teh, susu, sirop, dan lainnya. Sebaiknya Anda memperbanyak air mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Minum banyak air putih juga bisa menjaga kebutuhan cairan tubuh supaya tetap terpenuhi dengan baik.

Makan Gorengan

Sore hari memang paling enak menyantap gorengan. Namun makanan yang satu ini adalah penyebab timbulnya lemak jenuh. Jenis lemak ini bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol tinggi juga merupakan faktor risiko terjadinya diabetes tipe 2. Jika Anda ingin hidup lebih sehat, sebaiknya Anda menghindari aneka jenis gorengan. Gorengan hanya akan meningkatkan kolesterol dalam tubuh dan meningkatkan kalori yang tentunya memperburuk kondisi tubuh Anda.

Ngemil

Rasanya memang ada yang kurang jika kita belum ngemil dalam sehari. Padahal aneka camilan terutama makanan ringan hanya akan memberikan kalori yang tinggi pada tubuh. Apalagi jika Anda ngemil di malam hari, hal ini bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang karena tidak terkontrolnya asupan kalori pada tubuh.

Ketika kita ngemil malam hari, maka menyebabkan kadar glukosa darah meningkat lebih dari biasanya pada pagi berikutnya. Apalagi jika kita ngemil dalam porsi besar, bisa-bisa risiko diabetes meningkat lebih pesat.

Sebaiknya hindari camilan yang tidak sehat, seperti camilan yang mengandung gula dan karbohidrat yang tinggi. Anda bisa ngemil buah atau sayuran dalam batas yang wajar. Ini akan jauh lebih baik dan bisa menghindarkan dari risiko diabetes.

Kurang Tidur

Seringkali kita begadang baik itu untuk mengerjakan pekerjaan yang belum tuntas atau mungkin mengerjakan tugas. Kurangnya tidur dalam waktu sehari dua hari mungkin masih biasa. Namun, jika Anda sudah terbiasa begadang, maka waspadalah akan bahaya diabetes yang mengintai.

Kurang tidur bisa membuat ritme sirkandian terganggu. Hal ini akan memicu perubahan hormon tubuh dan insulin yang mengatur gula darah. Mengurangi tidur malam hari juga sering membuat Anda mengantuk siang hari. Akibatnya, Anda lebih banyak tidur siang dan aktivitas fisik Anda jadi berkurang. Hal inilah yang membuat kadar gula darah Anda dapat meningkat.

10 Rekomendasi Makanan untuk Penderita Diabetes

Nasi Merah

Anda mungkin bisa menghindari mengonsumsi nasi, namun ada beberapa dari kita yang tidak mudah untuk tidak mengonsumsi nasi. Maka dari itu, nasi merah bisa jadi solusi yang tepat. Jenis beras merah mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dibanding jenis beras lainnya.

Uniknya lagi beras merah memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga tidak banyak memengaruhi kadar gula darah karena serat bisa memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah.

Dalam 100 gram beras merah mengandung 163,5 kalori dan 34,5 gram karbohidrat. Selain itu terkandung juga 3 gram serat, 1,5 gram lemak, dan 3,4 gram protein. Beras merah bagus untuk dikonsumsi karena di dalamnya juga kaya akan vitamin B, zat besi, kalsium, dan zink.

Oatmeal

Oatmeal adalah jenis menu sarapan yang tepat untuk Anda yang menderita diabetes. Berbahan gandum utuh, oatmeal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Selain bisa menjaga kadar kolesterol, oatmeal juga akan mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Makanan yang satu ini sangat kaya akan serat, protein, dan magnesium. Makanan ini juga kaya akan fosfor serta B1 yang fungsinya sebagai sumber energi. Dalam secangkir oatmeal ada empat gram serat yang bisa menjaga kadar gula darah.

Oatmeal dapat bertahan lebih lama dalam proses pencernaan sehingga menciptakan sensasi rasa kenyang yang lebih lama. Jika sudah begini maka Anda tidak akan tergoda untuk sering makan baik itu camilan maupun makan besar.

Dalam sebuah penelitian tercatat bahwa secangkir oatmeal yang dikonsumsi lima kali dalam seminggu, bisa menurunkan 39 persen risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2. Dengan sarapan oatmeal, Anda akan mengurangi konsumsi kalori sebanyak 30 persen ketika menyantap makan siang.

Bayam

Salah satu jenis sayuran hijau yang dianjurkan supaya terhindar dari diabetes adalah bayam. Jenis sayuran ini kaya akan antioksidan. Sayur bayam juga mengandung polifenol serta magnesium. Kandungan ini bisa membantu menurunkan risiko diabetes karena perannya dalam perbaikan sensitivitas insulin. Dalam sayur bayam juga terkandung asam lemak tak jenuh yang bisa mengendalikan insulin dalam tubuh.

Bayam adalah sumber protein nabati yang sangat baik. Di dalamnya terdapat zat lutein yang berguna untuk menjaga kesehatan mata. Zat ini diperlukan penderita diabetes untuk melindungi dari risiko kebutaan yang kerap menyerang penderita diabetes.

Daging Tanpa Lemak

Menderita diabetes bukan berarti semua makanan enak terlarang bagi Anda. Contohnya, Anda masih diperbolehkan kok makan daging. Hanya saja, sebaiknya lemaknya dikurangi atau dihilangkan. Daging tanpa lemak kaya akan protein sehingga bagus untuk dikonsumsi. Kendati demikian, asupan daging juga tetap dibatasi, ya. Setidaknya Anda bisa makan sebanyak 18 ons saja selama seminggu.

Untuk jenis dagingnya, Anda bisa konsumsi daging sapi atau ayam. Untuk daging ayam misalnya, Anda boleh mengonsumsi sekitar 22 gr atau seukuran telapak tangan. Supaya lebih aman saat mengonsumsi daging, hendaknya daging diolah dengan cara dikukus, direbus, atau dibakar supaya lebih sehat.

Ikan Laut

Makanan berlemak memang dilarang bagi para penderita diabetes. Kendati demikian, Anda masih boleh mengonsumsi lemak. Tentunya lemaknya harus lemak baik seperti contohnya omega 3 yang terkandung dalam ikan laut.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ikan yang mengandung omega 3 dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap normal. Ikan juga kaya protein yang artinya bisa membuat Anda tahan lapar lebih lama supaya tidak sering-sering nyemil. Dengan begini, Anda akan terjaga dari asupan kalori yang berlebihan.


Brokoli

Brokoli merupakan salah satu jenis sayuran yang baik untuk penderita diabetes. Sayuran ini kaya akan sulforphane yang bisa memperbarui produksi enzim dan melindungi pembuluh darah. Brokoli juga baik untuk mencegah kerusakan sel akibat tingginya kadar gula dalam darah.

Di dalam brokoli terkandung kromium. Senyawa yang satu ini bisa mendorong peningkatan sensitivitas insulin dalam tubuh. Selanjutnya, glukosa akan lebih terkendali dan beberapa faktor lain yang bisa menimbulkan diabetes pun ikut terkendali dengan baik.

Jika ingin mengonsumsi brokoli, hindari menyimpannya dalam freezer, sebab hal ini hanya akan merusak kandungan gizi brokoli. Anda bisa mengolah brokoli dengan cara mengukus, menumis, atau memanggangnya dalam waktu singkat. Dengan cara ini kandungan gizi brokoli akan tetap terjaga dengan baik.

Dark Chocolate

Cokelat merupakan jenis makanan yang harus dihindari penderita diabetes. Namun ada loh cokelat yang malah dianjurkan untuk penderita diabetes, yakni dark chocolate. Jenis cokelat yang satu ini mengandung lebih dari 70 persen kakao. Kandungan tersebut dipercaya bisa menstabilkan kadar gula darah di dalam tubuh.

Anda bisa mengonsumsi satu ons atau satu potong kecil dark chocolate per hari. Cokelat ini kaya juga antioksidan yang mana bisa melawan risiko peradangan. Dengan mengonsumsi cokelat hitam pada batasan wajar, maka kadar kolesterol dalam darah pun bisa menurun dan jantung bisa lebih sehat.

Ubi Jalar

Ubi jalar adalah jenis bahan makanan yang mengandung tepung. Namun makanan ini indeks glikemiknya lebih rendah daripada kentang sehingga kadar gula daran dan insulin tetap bisa terkontrol dengan baik. Umbi-umbian ini baik dikonsumsi asal cara pengolahannya tepat.

Dalam ubi jalar terkandung beta karoten dan serat yang baik untuk penderita diabetes karena bisa membuat proses pencernaan melambat dan membuat glukosa sulit terserap aliran darah. Kandungan karbohidrat dalam ubi jalar juga lambat dicerna tubuh sehingga kita akan merasa kenyang lebih lama.

Kacang Kedelai

Memang penderita diabetes sebaiknya tidak ngemil supaya gula darah jadi stabil. Namun ada jenis camilan yang masih boleh Anda konsumsi. Tentu saja konsumsinya juga dalam batas wajar ya. Salah satunya adalah kacang kedelai.

Bahan makanan yang satu ini kaya akan berbagai nutrisi penting dan merupakan sumber protein. Dalam 100 gram kacang kedelai mentah terdapat 30,2 gram protein yang baik. Selain itu ada juga 2,9 gram serat yang tentu saja baik untuk sistem pencernaan kita. Alasan lain mengapa kacang kedelai baik dikonsumsi adalah karena nilai indeks glikemiknya rendah.

Buah-buahan Segar

Buah biasanya dilarang untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Ini karena kebanyakan dalam buah terdapat kandungan gula yang kurang bagus dikonsumsi penderita diabetes. Nyatanya, unsur glukosa di dalam buah-buahan berasal dari gula alami. Ini artinya indeks glikemiknya tergolong rendah dan aman dikonsumsi dalam batas wajar.

Aneka buah-buahan memiliki kadar lemak rendah sehingga akan baik untuk dikonsumsi. Usahakan untuk mengonsumsinya tanpa tambahan gula. Anda bisa juga mengonsumsi buah yang masih segar atau beku. Anda boleh saja mengonsumsi buah dalam bentuk jus, hanya saja jangan menambahkan pemanis seperti madu, gula, atau susu ke dalamnya, ya.

From our editorial team

Kontrol Gula Darah dengan Makanan Menyehatkan dan juga Olahraga Teratur

Penderita diabetes kerap kali merasa merana karena banyak larangan makan ini dan itu. Padahal ada banyak sekali makanan enak dan menyehatkan yang bisa dikonsumsi supaya gula darah tetap terjaga. Selain menjaga pola makan, penderita diabetes wajib juga untuk rutin berolahraga. Dengan asupan tepat dan aktif bergerak, gula darah terkontrol dan hidup jadi lebih sehat.