10 Aksesoris Penghias Kepala Pengantin Tradisional Indonesia yang Indah, Unik, dan Sarat Makna (2020)

10 Aksesoris Penghias Kepala Pengantin Tradisional Indonesia yang Indah, Unik, dan Sarat Makna (2020)

Pernikahan di Indonesia umumnya tak lepas dari adat istiadat yang dianut oleh keluarga pengantin. Setiap daerah adatnya tidaklah sama dan kostum pengantinnya pun memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Nah, kenalan yuk, dengan berbagai aksesoris kepala pengantin dari beberapa daerah di Indonesia berikut ini!

Pernikahan di Indonesia Umumnya Tak Jauh dari Tema Adat Tradisional Daerah

Indonesia dengan keanekaragaman adat istiadat dan budayanya membuat penduduk negeri ini dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Hal ini pun telah tercermin dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika. Keberagaman adat yang tersebar di seluruh penjuru negeri juga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan suku terbanyak di dunia.

Adat istiadat ini pun membuat Indonesia penuh dengan keanekaragaman budaya, tradisi, kesenian, bahasa, makanan, dan sebagainya. Setiap adat memiliki aturan budaya dan tradisi yang mengatur beberapa sisi kehidupan masyarakatnya.

Seperti dalam hal pernikahan, setiap adat memiliki tata cara sendiri dalam melangsungkan acara pernikahan. Tiap adat pun memiliki pakaian pengantin yang unik dan berbeda dengan adat lainnya, begitu juga dengan aksesoris pengantin yang digunakan. Pernikahan di Indonesia yang tak luput dari sentuhan tradisional membuat momen bahagia ini terasa semakin sakral.

Berbagai Aksesoris Pengantin Tradisional Indonesia

Sanggul

Sumber gambar www.popbela.com

Sanggul merupakan aksesoris pengantin yang umum digunakan oleh para mempelai wanita di seluruh Indonesia. Sanggul sebagai penghias kepala sudah digunakan sejak zaman dulu yang berasal dari kata 'peri sanggul'. Sanggul bahkan sudah ada sejak zaman Mesir Purba atau sekitar 4000 tahun yang lalu, lho! Rambut palsu dalam bentuk oval atau setengah bulat ini juga sangat beragam jenisnya.

Ada yang berukuran besar (full sanggul) dan ada pula yang berukuran kecil (half sanggul). Selain digunakan oleh pengantin, dulunya sanggul juga digunakan untuk keperluan panggung, seremonial, penunjang penampilan, identitas profesi, penyamaran diri, lambang status sosial, hingga pelindung kepala dari sengatan matahari. Nah, sanggul yang digunakan untuk pengantin pada acara pernikahan biasanya akan ditambahkan dengan berbagai aksesoris lain bernuansa emas atau perak.

Kain

Sumber gambar thebridedept.com

Kain juga menjadi perlengkapan penting dalam sebuah acara pernikahan karena kain bercorak tradisional akan membuat pengantin dan pihak keluarga akan terlihat spesial dari tamu-tamu lainnya. Salah satu kain khas Indonesia yang banyak digunakan dalam acara pernikahan adalah kain batik. Batik merupakan warisan dunia dari Indonesia, lho! Dan UNESCO pun telah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional.

Pemilihan kain batik untuk acara penikahan juga bukan tanpa alasan. Seperti adat Jawa yang memilih motif kain batik motif sido mukti yang melambangkan kemakmuran dan masa depan yang baik dalam rumah tangga pengantin. Ada lagi kain batik dengan motif sido luhur asal Keraton Surakarta yang bermakna keluhuran budi, tindakan, ucapan, dan kehidupan yang berkecukupan. Sehingga kain batik ini pun dianjurkan untuk digunakan pada malam pernikahan oleh pengantin wanita.

Sandal dan Sepatu

Pengantin wanita akan menjadi pusat perhatian pada hari H pernikahannya sehingga ia pun harus tampil spesial dan sempurna. Mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki pengantin akan dihias secantik mungkin dan sedemikian rupa agar terlihat paling cantik dan mempesona. Mulai dari make up, hiasan kepala, pakaian pengantin, perhiasan dan pernak-pernik, sepatu atau sandal, dan berbagai aksesoris pengantin lainnya.

Untuk sepatu atau sandal untuk pengantin, yang dipilih tentunya harus yang cantik dan nyaman di kaki. Meski hanya berfungsi sebagai alas kaki, sandal atau sepatu pengantin juga berperan penting lho, dalam kelancaran acara pernikahan. Salah memilih sepatu atau sandal bisa membuat kaki pengantin tidak nyaman dan pegal. Karena itu jangan asal saat memilih sepatu atau sandal untuk pengantin.

Perhiasan

Sumber gambar dewaamoer.wordpress.com

Perhiasan merupakan aksesoris pengantin yang tidak bisa dilewatkan karena perhiasan akan membuat penampilan seorang pengantin jadi terlihat indah dan sempurna. Perhiasan untuk pengantin tidak hanya sekedar cincin, kalung, gelang, atau anting saja, tapi juga perhiasan yang melekat pada pakaian adat sebagai pelengkap busana pengantin. Perhiasan dan aksesoris tradisional yang melengkapi pakaian adat pengantin tentunya memiliki fungsi simbolik dan sarat makna.

Seperti gelang burung yang menjadi aksesoris pengantin adat Lampung. Gelangnya bermakna sebagai beban besar yang akan dipikul kedua mempelai dalam berumah tangga. Sementara gambar burung garuda justru melambangkan hubungan yang kekal hingga akhir kehidupan yang menjadi harapan sepasang pengantin. Dan masih banyak lagi aksesoris pengantin dalam pakaian adat yang berbeda-beda pada tiap daerah.

Hiasan Kepala

Sumber gambar kumparan.com

Hiasan kepala juga menjadi aksesoris pengantin yang tak boleh ketinggalan dalam kelengkapan pakaian adat pengantin. Tiap daerah memiliki hiasan kepala yang berbeda-beda yang membuat pakaian pengantin jadi terlihat unik. Tapi tentu saja hiasan kepala pada pakaian adat pengantin juga memiliki makna tersendiri.

Hiasan kepala atau mahkota dari beberapa daerah yang menjadi ciri khas pakaian pengantin adalah sunting (Minang), Paes Agung (Bali), dan Siger (Sunda). Hiasan kepala ini umumnya terbuat dari perak, emas, alumunium, kuningan, dan material lainnya. Hiasan kepala ini akan membuat pengantin tampak lebih cantik dan anggun bak seorang permaisuri.

10 Aksesoris Kepala Pengantin Tradisional Indonesia yang Memukau

Suntiang Minangkabau

Sumber gambar picpanzee.com

Umumnya dalam pernikahan, pengantin Indonesia akan bersanding di pelaminan memakai pakaian adat daerahnya. Salah satu pakaian adat untuk pengantin yang terkenal unik dan indah berasal dari Sumatera Barat. Karena adat Minang sangat filosofis yang berdasarkan pada syariat dan agama, maka pakaian adatnya pun dibuat sopan dan tidak melanggar syariat agama. Dalam pakaian adat Minang ini, aksesoris pengantin wanita (anak daro) yang digunakan sebagai hiasan kepala adalah suntiang.

Sunting Minang ada yang berwarna keemasan dan juga perak, sesuai dengan warna dan desain pakaiannya. Begitu juga dengan ukurannya, ada yang besar (Suntiang gadang, 7-11 tingkat) dan ada pula yang kecil (Suntiang ketek, 3-5 tingkat). Model suntiang dari tiap daerah di Sumatera Barat pun juga berbeda-beda, lho! Beberapa di antaranya adalah Suntiang Pariaman, Suntiang Kurai, Suntiang Solok, dan Suntiang Sungayang.

Gelungan Agung Bali

Sumber gambar www.weddingku.com

Gelungan Agung merupakan aksesoris pengantin wanita dari Bali berupa mahkota yang jadi pelengkap Payas Agung (pakaian pengantin khas Bali). Pelengkap pakaian tradisional khas Bali ini sudah ada sejak zaman kerajaan kuno dan hingga sekarang pun masih dipertahankan. Dulunya, Gelungan Agung ini hanya digunakan oleh para bangsawan dan raja-raja di Bali.

Bentuk Gelungan Agung berupa susunan bunga sandat emas berhiaskan srinata (lengkungan emas di dahi berbentuk simetris) dan mahkota emas. Dan untuk pengantin pria, aksesoris pengantin ini dinamakan dengan Gelung Garuda Mungkur dengan jumlah bunga yang lebih sedikit.

Siger Sunda

Dalam resepsi pernikahan adat Sunda, kita akan melihat Siger yang melengkapi pakaian adat khas Sunda yang digunakan oleh pengantin wanita. Siger merupakan mahkota yang penuh dengan ukiran bertabur permata nan indah. Pada bagian belakang Siger juga ditambahkan 6 pucuk kembang tanjung. Pada bagian kanan dan kirinya juga dihias dengan bunga melati. Siger Sunda berbeda dengan Siger Lampung ya!

Siger Sunda memiliki bobot sekitar 1.5 - 2 kg dan terbuat dari bahan logam. Makna dari Siger Sunda ini adalah pengabdian dan kesetiaan istri kepada suaminya. Sementara bunga melatinya melambangkan kemurnian dan kesucian cinta istri untuk suaminya. Selain itu aksesoris pengantin dari adat Sunda ini juga melambangkan kebijaksanaan, kearifan, dan rasa hormat dalam sebuah pernikahan.

Sigokh Lampung

Sumber gambar lampungbona.com

Siger Lampung dinamakan juga dengan Sigokh, bentuknya segitiga dengan 7-9 lekuk yang terbuat dari logam, lempengan tembaga, atau kuningan. Mahkota khas Lampung ini bermakna keagungan budaya yang dulunya juga dikenakan oleh para bangsawan dan para ratu. Nah, untuk variasi yang menambah keindahan pakaian pengantin Lampung, Sigokh ini disesuaikan dengan suku dan tradisi yang dianut oleh pengantin dan keluarganya.

Hal ini menjadikan Sigokh juga banyak jenisnya, namun secara umum Sigokh mengandung nilai feminisme, wanita yang mandiri, ulet, dan gigih saat bersanding dengan seorang pria. Berikut adalah beberapa jenis Sigokh/Siger Lampung beserta maknanya.

  • Siger Saibatin, umumnya hanya digunakan oleh pengantin dari keluarga ningrat karena Siger ini kental dengan nuansa kerajaan yang sekaligus melambangkan sebuah gelar dalam masyarakat.
  • Siger Pepadun, Siger ini melambangkan sembilan marga yang menjadi cikal bakal ulun Lampung.
  • Siger Tuha, Siger yang satu ini berkaitan dengan zaman Hindu - Buddha di masa silam yang kehadirannya masih dipertahankan hingga sekarang.

Tuhi-tuhi Gorontalo

Sumber gambar perpustakaan.id

Aksesoris pengantin selanjutnya yang tak kalah unik dan indah yang menghiasi baju adat khas Gorontalo adalah Tuhi-tuhi. Tuhi-tuhi merupakan aksesoris kepala yang terdiri dari 7 buah gafah. 7 buah gafah ini melambangkan hubungan kekerabatan yang erat dari 7 kerajaan yang ada di Gorontalo tanpa adanya perselisihan. Kerajaan tersebut terdiri dari Atingola, Bulonga, Gorontalo, Hulontalo, Limboto, Limitu, dan Tuwawa.

Bulang Mandailing

Sumber gambar ragam.cahunnes.com

Bulang merupakan aksesoris yang menghiasi kepala pengantin dari etnis Mandailing, Sumatera Utara. Bulang adalah mahkota dengan 7 tingkat. Pada zaman dulu, tingkatan pada Bulang disesuaikan dengan jumlah hewan yang disembelih dalam upacara adat pernikahan. Aslinya Bulang ini terbuat dari emas murni sehingga beratnya bisa mencapai 8 kg. Namun kini sudah ada Bulang dari bahan logam berlapis emas yang lebih ringan dan beratnya tak sampai 1 kg. Bulang Mandailing melambangkan kesediaan dan tanggung jawab besar seorang istri dalam kehidupan berumah tangga.

Mahkota Saloko Bugis

Sumber gambar brilistyle.brilio.net

Aksesoris pengantin Bugis berupa mahkota Saloko juga tak kalah cantik dan uniknya, lho! Mahkota Saloko ini beratnya bisa mencapai 2.5 kg. Mahkota yang menghias kepala pengantin ini diletakkan seperti bando. Bentuknya mirip dengan burung merak dan pada bagian belakang Saloko juga terdapat sanggul yang berdiri tegak. Lalu di atas sanggul ditambahkan hiasan bunga logam yang dinamakan 'pinang goyang'. Sementara pada sisi samping sanggul dihias dengan bunga simpolong.

Aesan Palembang

Sumber gambar www.weddingku.com

Aesan merupakan aksesoris pengantin yang juga berupa mahkota untuk melengkapi busana pengantin asal Palembang. Busana pengantin dari Palembang ini ada dua macam, yakni Aesan Paksangko dan Aesan Gede. Mahkota Aesan yang dipakai pun mengikuti jenis busana pengantin yang dipilih. Mahkota Aesan Paksangko dipasangkan dengan baju kurung warna merah, sedangkan mahkota Aesan Gede untuk melengkapi pakaian dodot warna merah muda yang tak kalah cantiknya. Mahkotanya juga dihias dengan aksesoris emas yang menjadi lambang keagungan kerajaan Sriwijaya.

Paes Ageng Yogyakarta

Sumber gambar www.bridestory.com

Untuk pakaian pengantin khas Yogyakarta, aksesoris pengantin yang menghiasi kepala adalah Paes Ageng. Paes Ageng merupakan riasan hitam berlapis prada yang terinspirasi dari keraton Yogyakarta. Untuk menambah indahnya pakaian pengantin, centhung juga dipasang pada kedua sisi kepala pengantin yang melambangkan kesiapan pengantin untuk memasuki kehidupan baru. Sementara gunungan pada kepala melambangkan kehormatan suami kepada istri.

Siangko Betawi

Sumber gambar mahligai-indonesia.com

Nah, untuk pengantin adat Betawi, aksesoris pengantin yang menjadi ciri khasnya adalah Siangko. Adat Betawi dikenal kaya warna karena mengandung unsur dari beberapa budaya seperti Arab, China, dan Belanda. Siangko merupakan hiasan kepala yang dilengkapi dengan cadar berwarna perak atau emas. Panjang cadar 30 cm dengan hiasan manik-manik dan pada bagian ujung cadar terdapat benang wol.

Pada kanan dan kiri Siangko dihiasi dengan burung hong. Siangko pun makin terlihat indah dengan tambahan aksesoris seperti kembang rumput, kembang kelapa, kembang goyang, dan tak lupa roncean melati yang disematkan pada sanggul yang digulung ke atas berbentuk bulat.

From our editorial team

Luar Biasa Megah ya, Pakaian Pengantin yang Ada di Indonesia?

Meski pakaian adat pengantin di Indonesia sangat beragam dan berciri khas, tapi semuanya sama-sama terlihat megah dan indah dipandang. Membuat para pengantin terlihat sangat istimewa dan cantik bak seorang ratu. Nah, kalau kamu memakai pakaian dari adat mana nih, saat menikah?