12 Tips Sehat Menjalankan Puasa saat Hamil 2019

12 Tips Sehat Menjalankan Puasa saat Hamil 2019

Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu, itu karena umat islam wajib menjalankan puasa selama 30 hari penuh. Ibadah ini hanya dilakukan 1 bulan dalam setahun hingga semua orang tidak ingin melewatkannya. Tak terkecuali ibu hamil. Yuk, lihat tips berpuasa untuk ibu hamil!

Banyak ibu hamil yang masih dan ingin menjalankan ibadah puasa 1 bulan penuh pada bulan Ramadan. Sebenarnya berpuasa bagi ibu hamil merupakan pilihan. Bila ibu memiliki kondisi fisik dan janin yang sehat dan bagus, maka boleh-boleh saja ibu melakukan puasa.

Biasanya ibu hamil akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungan baik tidaknya jika ia menjalankan puasa di bulan suci ini. Kondisi ibu hamil yang memiliki diabetes, hipertensi, dan masalah kesehatan lainnya tidak dianjurkan untuk melakukan puasa.

Meskipun ibu hamil berpuasa seperti biasa, ibu harus tetap mengatur asupan makan dan pola makan setiap hari. Karena saat berpuasa, pola makan orang-orang kebanyakan tidak teratur. Banyak orang ketika berbuka melakukan ‘balas dendam’ ketika makan.

Tentu itu tidak baik bagi ibu karena perut bisa kaget jika langsung menerima makanan yang banyak. Bahkan juga banyak orang hanya makan 2 kali yaitu berbuka dan sahur dengan makanan yang seadanya.

Jika ibu hamil tidak mengatur asupan makannya, janin dan kondisi kesehatan ibu bisa menurun karena tidak makan dan minum dalam waktu belasan jam. Menu-menu saat berbuka dan sahur perlu diperhatikan untuk ibu hamil. Bahkan asupan makan bisa diubah agar lebih memenuhi kebutuhan vitamin untuk janin. Lalu apa saja tips berbuka untuk ibu hamil saat berpuasa?

Memulai Berbuka dengan Makanan Ringan

Mulailah berbuka dengan makanan ringan yang mudah dicerna tubuh. Makanan ringan di sini bisa berupa kurma atau jus. Tips yang satu ini tidak hanya ditunjukkan untuk ibu hamil. Umat muslim sendiri biasanya berbuka puasa dengan kurma. Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan porsi kecil namun sering.

Berbuka dan Sahur dengan Banyak Minum Air Putih

Ibu hamil juga disarankan untuk mengonsumsi air putih yang cukup untuk memenuhi kebutuhan cairannya. Ibu sebaiknya minum air putih terlebih dahulu saat berbuka puasa. Air putih sangat bermanfaat bagi ibu serta janin.

Selain memenuhi kebutuhan cairan, air putih juga dapat mencegah dehidrasi bahkan masalah penumpukan cairan. Standarnya, jumlah air putih yang dikonsumsi adalah 8 gelas dalam sehari. Tentunya itu tidak harus dalam sekali minum. Lakukan itu secara bertahap mulai dari berbuka hingga sahur.

Memilih Jus daripada Kolak

Kolak merupakan menu yang populer saat berbuka puasa. Menu kolak ini selain dapat menghilangkan rasa haus, juga dapat mengurangi lapar karena pisang atau ubi yang ada di dalamnya. Namun, untuk ibu hamil sebaiknya kolak dihapus dari daftar menu berbukanya. Kenapa?

Rasa manis pada kolak dapat meningkatkan kadar gula pada tubuh sehingga dapat berpengaruh pada janin sekaligus ibunya. Untuk itu, ibu dapat menggantinya dengan jus buah atau sayur tanpa pemanis tambahan. Perhatikan juga buah yang akan di jus karena bisa saja ibu hamil memiliki pantangan pada salah satu buah tersebut.

Atur Asupan Makanan

Saat berbuka, jangan lupa untuk mengatur porsi makanan berat yang dimakan. Setelah mencoba 3 tips di atas, ibu bisa sholat maghrib terlebih dahulu. Ini juga dilakukan agar perut ibu tidak kaget setelah tidak terisi makanan seharian.

Setelah sholat, ibu dapat melanjutkan makan dengan porsi yang secukupnya. Hindari makanan pedas dan dingin karena dapat mempengaruhi kondisi janin. Lebih baik ibu makan sedikit namun sering daripada banyak namun sekaligus.

Istirahat yang Cukup

Selain mengatur asupan makan, ibu juga harus tetap memperhatikan istirahat yang cukup. Istirahat dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan janin. Hindari juga aktivitas yang berlebihan yang membuat ibu menguras energi. Saat memasak pun alangkah baiknya dibantu oleh saudara atau suami agar tidak terlalu lelah.

Menu dengan Protein Tinggi

Ibu dapat berbuka dengan menu yang memiliki protein tinggi. Protein sangat bagus untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Ibu bisa mengonsumsi makanan seperti daging, telur, kacang-kacangan, serta ikan yang mengandung protein tinggi. Tentunya juga diseimbangkan dengan makanan yang mengandung vitamin serta mineral lainnya.

Menu dengan Gizi Seimbang

Saat berbuka maupun sahur, pastikan menu yang ada sangat lengkap. Maksudnya ialah, sediakan menu makanan yang mengandung karbohidrat, vitamin, protein, serta mineral.

Pilih juga jenis makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal dan lainnya. Makanan-makanan ini membutuhkan waktu lama untuk dicerna sehingga tidak mudah lapar. Selain itu makanan yang mengandung serat juga penting untuk pencernaan serta kesehatan ibu dan janin.

Hindari Makanan Berlemak Tinggi

Makanan seperti gorengan, pizza, donat, burger, dan makanan fast food lainnya memang tidak sehat untuk tubuh. Berbuka dengan makanan-makanan tersebut dapat membuat perut lebih kenyang sehingga makanan sehat lain tidak dapat masuk ke dalam tubuh.

Jika ingin makan makanan yang digoreng, alternatifnya ialah menggoreng makanan dengan menggunakan minyak sehat seperti minyak zaitun dan minyak canola agar lebih aman. Makanan yang dikukus juga baik untuk tubuh daripada yang digoreng.

Hindari Meminum Teh Herbal

Teh herbal memang menyehatkan, namun jika terlalu banyak dikonsumsi maka dapat menimbulkan adanya kontrakasi. Sebaiknya ketika ingin mengonsumsi salah satu teh herbal, ibu dapat mengonsultasikannya dengan dokter.

Menghindari Susu dan Keju Tanpa Pasteurisasi saat Berbuka

Ibu hamil dilarang mengonsumsi susu mentah serta keju yang lunak (keju brie, camembert, feta dan lainnya). Kenapa? Keju lunak dan semacamnya dapat menimbulkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria yang berbahaya bagi ibu dan janin. Meskipun Anda menemukan keju lunak kemasan yang tertera keterangan "sudah dipasteurisasi", maka tetap harus dihindari.

Hindari Mi Instan

Saat berbuka, penting sekali agar ibu hamil mengonsumsi makanan yang jauh dari MSG seperti mi instan. Kandungan MSG di dalamnya dinilai dapat mengganggu pertumbuhan saraf janin dan dapat memicu gangguan saraf saat anak lahir.

Batasi Gula

Ibu hamil sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang terlalu manis seperti sirop, kue, dan sebagainya. Pasalnya, gula darah yang meningkat malah membuat tubuh lebih cepat lelah. Pilih makanan dan minuman manis yang mengandung gula alami seperti buah–buahan atau sayuran.

From our editorial team

Menjaga Kehamilan saat Berpuasa

Itulah beberapa tips berbuka untuk ibu hamil. Konsultasi kepada dokter tentu sangat disarankan ketika akan menjalankan puasa. Asupan nutrisi saat makan sangatlah penting karena mempengaruhi kondisi kesehatan ibu dan janin. Jika sudah merasa tidak enak badan, segera pergi ke dokter atau hentikan dahulu puasanya. Selamat berpuasa!