Yuk, Coba Bikin 8 Resep Jajanan Pasar yang Pasti Lezat dan Mudah Banget (2020)

Yuk, Coba Bikin 8 Resep Jajanan Pasar yang Pasti Lezat dan Mudah Banget (2020)

Untuk suguhan dan untuk berbagai acara, jajanan pasar memang yang paling tepat. Untuk bisnis kuliner pun, jajanan pasar bisa sangat menggiurkan. Selain rasanya enak, tampilannya juga sangat menarik. Nah, kamu bisa mencoba resep yang kami sajikan di bawah ini untuk dipraktikkan di rumah, baik sebagai suguhan atau ladang bisnis. Yuk, cek resepnya!

Jajanan Pasar Selalu Diminati Di Tengah Gempuran Jajanan Modern

Saat informasi dan teknologi sudah berjalan dengan pesat seperti sekarang ini, jajanan yang ada pun makin berkembang. Kita juga sudah banyak mengenal jajanan modern yang banyak peminatnya. Kendati terus digempur dengan aneka jajanan unik dari luar negeri dan jajanan modern yang kekinian, namun jajanan pasar masih banyak juga peminatnya.

Jajanan pasar kembali mencuri perhatian karena belakangan ini banyak produsen kue yang semakin kreatif membuat dagangannya. Jajanan pasar tidak tampil seperti dulu, sudah banyak modifikasi yang dilakukan baik dari segi warna, rasa, hingga bentuknya. Hal ini membuat jajanan pasar kembali dilirik dan kembali jadi primadona.

Di saat seperti sekarang ini, masyarakat berlomba-lomba untuk memiliki bisnis sendiri. Baik yang sudah memiliki pekerjaan tetap maupun yang memang belum memiliki pekerjaan tetap, semuanya ingin memulai bisnis. Salah satu segmen bisnis paling menjanjikan yang banyak dilirik semua orang adalah bisnis kuliner.

Untuk berbisnis kuliner pun banyak cabangnya. Misalnya saja bisnis jajanan pasar. Bisnis yang satu ini cukup menarik untuk digeluti dan prospeknya pun cukup menjanjikan. Ini karena peminat dari jajanan pasar masih sangat banyak dan tidak pernah surut dari waktu ke waktu.

Fakta Menarik Jajanan Pasar

Simbol Kebhinekaan

Jajanan pasar ternyata memiliki makna mendalam. Salah satunya adalah sebagai simbol kebhinekaan. Ini karena setiap daerah di Indonesia pasti memiliki jajanan pasar khas sendiri. Sifat jajanan pasar adalah memanfaatkan bahan yang ada di suatu daerah.

Kendati jajanan pasar beragam di setiap daerah, namun secara garis besar bahan dasar yang biasanya digunakan adalah tepung beras, tepung ketan, hingga aneka olahan dari kelapa.

Jajanan pasar hadir dengan warna cerah dan menjadi pemanis di pasar. Jajanan pasar menggambarkan hasil bumi tiap daerah di Indonesia dan menjadi cerminan suku dan etnis yang ada di Indonesia.

Selain itu, jajanan pasar juga mencerminkan cita rasa masyarakat lokal. Misalnya saja jika masyarakat suatu daerah cenderung makan makanan yang manis, maka jajanan pasarnya pasti kebanyakan memiliki rasa manis.

Simbol Toleransi

Dengan hadirnya bangsa asing ke Indonesia, secara tidak langsung juga terjadi akulturasi budaya pada makanan. Misalnya saja, banyak kuliner dan kue yang terperngaruh dari budaya Cina, India, Eropa, dan lain sebagainya.

Salah satu contohnya adalah Kue Ku. Ini merupakan kue yang terbuat dari tepung ketan serta kacang hijau sebagai isiannya. Kue Ku menjadi cerminan dari akulturuasi budaya Cina dengan Jawa. Hal tersebut menunjukkan bahwa jajanan pasar itu adalah simbol toleransi.

Jajanan pasar bergerak dengan perkembangan zaman, mengikuti selera konsumen, dan mengikuti produksi bahan yang ada. Kendati berbeda rupa, rasa, dan nama, namun jajanan pasar bisa beradaptasi dengan rasa, bahan, serta kesukaan penduduk di suatu daerah dan menjadi simbol toleransi antar suku dan umat beragama.

Kerap Dijadikan Suguhan Dalam Berbagai Acara

Fakta menarik lainnya dari jajanan pasar adalah kerap dijadikan suguhan dalam berbagai acara. Meski sekarang sudah ada banyak jajanan yang modern dengan tampilan dan warna menarik, namun jajanan pasar tetap jadi pilihan utama. Ada sesuatu yang tidak tergantikan dari jajanan pasar. Ini membuatnya selalu jadi rekomendasi pertama saat ada acara syukuran, pesta, pengajian, dan lain sebagainya.


Ini Dia Deretan Resep Jajanan Pasar

Lupis

Lupis merupakan salah satu jajanan pasar yang begitu banyak disukai. Kue yang satu ini ternyata sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Sampai sekarang, lupis masih eksis dan bisa ditemui di pasar tradisional hingga di pinggir jalan. Umumnya lupis juga dijual bersama dengan klepon, cenil, dan gemblong.

Lupis awanya dibungkus dengan bentuk segitiga, namun semakin ke sini, ada juga lupis yang dibuat menyerupai lontong yang bulat memanjang. Lupis disajikan dengan taburan gula dan juga kelapa yang membuat rasanya jadi makin sempurna.

    Bahan:

  • 250 gr ketan putih, cuci bersih rendam, tiriskan
  • Daun pandan secukupnya
  • Garam
  • Daun pisang

    Bahan kuah:

  • Gula Aren secukupnya
  • Air secukupnya
  • Daun pandan
  • Sejumput garam
  • Kelapa Parut secukupnya
  • Sejumput garam

    Cara membuat:

  • Aduklah ketan bersama garam lalu bungkus dengan daun pisang. Bisa berbentuk segitiga atau berbentuk lontong.
  • Rebus sampai terendam air selama 2 jam.
  • Masukkan daun pandan yang disimpulkan agar aromanya wangi selama direbus.
  • Jika sudah matang, tiriskan lalu biarkan dingin.
  • Untuk kuahnya, masak gula aren dengan air secukupnya lalu beri sejumput garam dan daun pandan.
  • Ambil lupis, iris sesuai selera lalu sajikan dengan kelapa parut dan kuah gula merah.

Klepon

Klepon adalah salah satu jajanan pasar yang sempat viral beberapa waktu lalu. Jajanan yang satu ini melambangkan kesederhanaan dari aneka bahan yang digunakannya. Warna hijau pada klepon dihasilkan dari daun suji yang melambangkan kesejahteraan dan kesuburan. Klepon sudah ada sejak tahun 1950an dan banyak disajikan di restoran-restoran Indonesia-Belanda.

    Bahan:

  • 200 gram tepung ketan putih
  • 190-200 ml air hangat + pasta pandan
  • Gula jawa secukupnya dan serut halus

    Bahan kelapa parut:

  • 50 gram kelapa parut kering
  • 10 ml santan instan
  • Sejumput garam
  • 40 ml air panas

    Cara membuat:

  • Awali dengan mencampur tepung ketan dan air hangat. Masukkan juga pasta pandan.
  • Aduk rata lalu uleni memakai tangan hingga adonan bisa dipulung.
  • Ambil sedikit adonan dan pipihkan.
  • Masukkan gula merah lalu bulatkan lagi adonannya.
  • Lakukan hingga adonan habis lalu rebus dalam air mendidih.
  • Jika sudah mengapung, biarkan 3 menit agar matang hingga ke bagian dalam.
  • Sementara menunggu matang, kamu bisa mencampur jadi satu semua bahan kelapa parut lalu mengukusnya 10 menit.
  • Angkat klepon langsung gulingkan pada kelapa parut kukus dan siap disajikan.

Kue Cucur

Kue cucur adalah jajanan pasar yang juga banyak peminatnya. Kue ini sudah banyak dikenal di daerah-daerah Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi. Bahan dan pembuatan kue cucur juga sangat mudah. Kue ini banyak juga hadir dalam acara upacara adat.

    Bahan:

  • 250 gr gula merah
  • 420 ml air
  • 100 gr tepung terigu
  • 200 gr tepung beras
  • 1/4 sdt garam
  • 3 lembar daun pandan

    Cara membuat:

  • Untuk membuatnya, campur gula merah, daun pandan, dan air hingga mendidih dan gula larut.
  • Saring lalu biarkan hangat.
  • Ambil wadah, campur terigu bersama tepung beras dan garam, aduk merata.
  • Tuangi air gula ke dalamnya lalu aduk perlahan sampai adonan halus memakai mikser atau whisk.
  • Diamkan 30 menit pada suhu ruang.
  • Tuang sesendok sayur adonan ke wajan dengan minyak yang sudah panas.
  • Biarkan hingga seratnya keluar, sirami bagian atasnya dengan minyak di penggorengan.
  • Angkat, dinginkan, dan siap disajikan.

Kue Mendut

Ada juga kue mendut yang populer sebagai jajanan pasar. Kue ini mudah ditemui di pasar tradisional di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kue ini terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan santan.

Di dalamnya ada isian parutan kelapa yang dicampur gula merah. Biasanya kue mendut hadir dalam warna hijau, namun ada juga yang berwarna lain. Penyajiannya memakai daun pisang dan sangat menarik.

    Bahan:

  • 250 g tepung ketan
  • 50 g tepung kanji
  • ½ sdt garam
  • 225 ml air
  • Pewarna makanan warna merah dan hijau
  • 3 lembar daun pandan, potong-potong
  • daun pisang untuk membungkus

    Bahan isi:

  • 200 g kelapa setengah tua, kupas kulit arinya, parut memanjang
  • 150 g gula merah, sisir halus
  • ½ sdt garam
  • 1 lembar daun pandan, potong-potong

    Bahan kuah:

  • 450 ml santan, dari ½ butir kelapa
  • 1 sdm tepung beras
  • ½ sdt garam

    Cara membuat:

  • Untuk bahan isi, campur semua bahan jadi satu dalam panci lalu panaskan.
  • Masak sambil diaduk hingga airnya kering, lalu angkat dan sisihkan.
  • Untuk kuahnya, campur tepung beras, garam, dan santan. Panaskan di atas api hingga mendidih dan mengental, lalu angkat dan sisihkan.
  • Untuk bahan utamanya, campur tepung ketan, tepung kanji, dan garam. Tuangi air sambil diuleni hingga bisa dibentuk.
  • Bagi adonan jadi tiga dan masing-masing bagian beri pewarna merah muda dan hijau muda.
  • Didihkan air dalam dandang.
  • Ambil sedikit adonan, pipihkan, isi dengan bahan isian, dan bulatkan kembali. Lakukan hingga adonan habis.
  • Ambil selembar daun pisang, letakkan di atas telapak tangan lalu letakkan 1 bulatan adonan merah dan hijau di tengahnya, beri sepotong daun pandan lalu siam dengan adonan kuah.
  • Bungkus dengan rapi lalu sematkan dengan lidi.
  • Masukkan bungkusan ke dalam dandang dan kukus 30 menit hingga matang, lalu siap disajikan.

Bolu Gulung Pelangi

Jajanan pasar tidak melulu bersantan dan diberi taburan kelapa. Jajanan yang satu ini misalnya, yaitu bolu gulung pelangi. Bolu gulung sebenarnya sudah ada sejak lama. Hanya saja agar sajiannya lebih menarik, maka tampilannya pun diubah, diberi pewarna yang menarik, dan diberi isian yang variatif. Dengan begini, tampilannya lebih menggoda selera dan pastinya bikin siapa saja ingin mencobanya.

    Bahan:

  • 150 g gula
  • 6 telur, sisihkan putihnya 2 butir
  • 1 sdt SP
  • 80 g tepung terigu Segitiga Biru
  • 10 g maizena
  • 10 g susu bubuk
  • ¹/² sdt garam
  • Vanili
  • Pewarna makanan sesuai warna yang diinginkan
  • 100 g minyak goreng
  • Selai atau buttercream sebagai olesan

    Cara membuat:

  • Kocok telur, gula, dan SP hingga mengembang.
  • Masukkan terigu, maizena, garam, vanili, dan susu lalu aduk sampai merata.
  • Terakhir, masukkan minyak lalu aduk balik hingga merata.
  • Bagi adonan sesuai warna yang diinginkan.
  • Panaskan kukusan dan siapkan loyang. Jangan lupa alasi loyang dengan kertas roti.
  • Kukus adonan secara bertahap, warna demi warna. Beri jarak 5 menit untuk mengukus tiap adonan.
  • Pada adonan warna terakhir, kukus selama 15 menit.
  • Jika sudah matang, angkat dan keluarkan dari loyang.
  • Beri olesan sesuai selera, lalu gulung, dan siap disajikan.

Bolu Kukus Semangka

Sumber gambar https://cookpad.com

Bolu kukus juga lazim disebut sebagai jajanan pasar. Tampilannya menarik dan warnanya pun menggoda. Rasanya juga enak dan tekstur rotinya lembut bikin nagih. Belakangan ini, produsen makin kreatif dengan warna yang dihadirkan pada bolu kukus. Salah satunya, mereka membuat seolah warnanya mirip semangka, lengkap dengan bijinya. Tampilannya yang makin menarik jelas membuatnya cocok sebagai suguhan, ya.

    Bahan:

  • 200 gr gula
  • 200 gr tepung terigu
  • 125 ml Sprite
  • 2 buah telur
  • 1 sdt SP/emulsifier
  • Meises secukupnya
  • Pewarna merah tua dan hijau tua secukupnya

    Cara membuat:

  • Panaskan dandang sembari menyiapkan aneka bahan lainnya.
  • Campur semua bahan kecuali SP lalu kocok dengan kecepatan tinggi.
  • Masukkan SP dan kocok kembali hingga kental berjejak.
  • Bagi adonan jadi tiga bagian namun pastikan satu bagian lebih banyak dari dua bagian lainnya.
  • Untuk adonan yang paling banyak diberi warna merah lalu campur dengan meises dan aduk merata.
  • Adonan kedua diberi warna hijau dan adonan lainnya dibiarkan berwarna putih.
  • Siapkan cetakan, lalu alasi dengan kertas cup.
  • Dengan menggunakan plastik segitiga, masukkan adonan berwarna hijau, kemudian putih, lalu merah di atasnya.
  • Kukus selama 15 menit dan siap disajikan.

Molen Pisang

Molen pisang juga menjadi jajanan pasar yang enak untuk disantap. Kue yang satu ini enak dinikmati kapan saja, baik pagi hari sambil minum kopi atau sore hari sambil minum teh.

Molen pisang memiliki bentuk unik karena hadir dengan bagian luar berupa kulit pastry yang tipis, garing, dan renyah. Isiannya pun berupa potongan pisang yang pastinya mengenyangkan dan rasanya enak.

    Bahan:

  • 5 buah pisang nangka atau sesuai selera.
  • 500 gr terigu protein sedang
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 100 gr margarin
  • 60 ml minyak goreng
  • 170 ml air

    Cara membuat:

  • Kukus pisang dan potong. Tiap pisang pisang dipotong menjadi 4 bagian dan sisihkan dulu.
  • Panaskan margarin dan minyak lalu campurkan dengan terigu.
  • Masukkan garam dan gula pasir, lalu aduk merata.
  • Tambahkan air dan aduk kembali lalu diamkan 15 menit.
  • Bagi adonan menjadi 20 bagian lalu giling tipis memanjang tiap bagiannya.
  • Lilitkan pada pisang, lalu lakukan hingga bahan habis.
  • Goreng pada minyak panas memakai api kecil hingga kekuningan.

Kue Perut Ayam

Kue perut ayam juga jadi salah satu jajanan pasar paling disukai. Jajanan yang satu ini bentuknya unik sehingga sekilas mengingatkan kita akan bentuk usus ayam. Maka dari itu kuenya dinamakan perut ayam. Rasanya manis dan cara membuatnya memang diatur melingkar saat digoreng.

    Bahan:

  • 250 gr tepung terigu
  • 100 ml air kelapa
  • 100 gr gula pasir
  • 3 butir telur ayam
  • 1sendok teh baking powder
  • 1/4 sendok teh garam
  • Minyak untuk menggoreng

    Cara membuat:

  • Campurkan terigu dengan baking powder lalu aduk merata.
  • Masukkan telur lalu uleni rata sambil dimasukkan air kelapa sedikit demi sedikit.
  • Masukkan garam lalu aduk merata dan diamkan 20 menit.
  • Masukkan adonan ke dalam plastik segitiga lalu potong ujungnya.
  • Panaskan minyak dengan api sedang.
  • Semprotkan adonan dengan bentuk melingkar seperti perut ayam.
  • Goreng sambil disirami minyak sampai kuning keemasan dan matang.
  • Tiriskan dan sajikan.
From our editorial team

Batasi Konsumsi Jajanan Pasar Dalam Sehari

Jajanan pasar memang enak untuk dikonsumsi. Kendati demikian, jangan terlalu terlena dengan rasanya. Jajanan pasar ada yang tinggi gula dan karbohidrat. Jika terlalu banyak mengonsumsinya tentu berbahaya untuk kesehatan, terutama untuk yang sudah mengalami obesitas dan memiliki penyakit diabetes. Batasi konsumsinya dalam sehari. Atau bisa juga mengonsumsinya hanya seminggu sekali. Menjaga kesehatan untuk jangka panjang amat sangat penting dilakukan.