Menyebut nama Bali, kebanyakan orang akan mengaitkanya dengan destinasi wisatanya yang beragam, mulai dari menjelajahi keindahan pantai, alamnya yang hijau, seni budayanya, dan yang tidak boleh ketinggalan, kulinernya.

Punya cita rasa yang unik, sayang banget jika harus meninggalkan Pulau Dewata tanpa harus mencicipi sajian tradisionalnya, seperti berikut ini.

Ayam atau Bebek Betutu

Dimulai dengan menu yang paling terkenal dari daratan Bali, yaitu ayam betutu. Bisa memilih antara ayam atau bebek, keduanya diracik dengan bumbu dan rempah-rempah yang pedasnya bikin nagih.

Pertama, campuran bumbu tersebut dioleskan di atas seekor ayam atau bebek agar meresap dan dagingnya menjadi lembut. Bumbu yang sama juga dimasukkan ke dalam perut bebek atau ayam kampung, dilanjutkan dengan membungkusnya menggunakan daun pisang dan dipanggang di atas bara api sekam.

Keunikan lainnya terletak pada proses memasaknya yang sangat lama, hingga 24 jam. Tidak heran jika cita rasanya sangat meresap, lezat, dan meleleh di lidah.

Dulunya masakan ini hanya dibuat untuk menyambut upacara adat atau keagamaan. Tetapi kini kamu bisa mendapatkannya dengan lebih mudah walau harus membayar dengan harga yang cukup tinggi.

Babi Guling

Selain betutu, sajian babi guling sering jadi buruan wisatawan, terutama yang datang dari luar negeri. Menggunakan babi utuh yang dipanggang lama dan terus digulingkan di atas arang batok kelapa selama kurang lebih dua jam membuat cita rasanya sulit untuk dilupakan.

Warna babi guling yang kecokelatan dengan tekstur renyah kaya akan rasa yang berasal dari perpaduan rempah-rempah dan bumbu yang sebelumnya dimasukkan ke dalam perut babi.

Punya sebutan lain yaitu be guling, makanan ini dulunya hanya disajikan saat merayakan pesta besar, seperti upacara potong, pernikahan, atau ngaben.

Tapi kini, ada beberapa kedai babi guling yang selalu ramai oleh pengunjung yang ingin menikmati menu babi guliung yang disajikan dengan nasi, lawar, sate lilit, dan jukut ares atau sayur batang pisang.

Lawar

Tenang, makanan ini tidak mengandung bagian dari kelelawar, kok. Menu khas Bali ini merupakan pendamping setia nasi dan lauk tradisional lainnya, seperti ayam betutu atau babi guling. Lawar biasanya terbuat dari sayuran seperti kacang panjang, nangka, dan parutan kelapa.

Hal yang membedakan adalah tambahan bumbunya. Lawar merah ditambahkan darah binatang untuk memberikan rasa gurih, seperti lawar kuwir dengan darah bebek entog, lawar ayam, dan lawar babi. Sedangkan lawar putih menggantinya dengan santan.

Serombotan

Sumber gambar balisoulmate.com

Kalau ada salad di luar negeri dan urap di Pulau Jawa, maka Bali punya serombotan. Kuliner khas Klungkung ini terbuat dari aneka sayuran yang direbus setengah matang, mulai dari kacang panjang, kecambah, kangkung, bayam, terong bulat, kelapa parut yang disangrai, dan pare.

Sebelum disajikan, disiram dulu dengan bumbu bernama kalas, yaitu santan yang dikombinasikan dengan kunyit, lengkuas, bawang merah, bawang putih, ketumbar, bumbu kacang, dan bumbu pedas. Selain bisa disantap langsung, serombotan ini juga bisa disajikan dengan tipat atau nasi.

Untuk menemukannya, tidak perlu sulit mencarinya karena biasanya dijual di pasar-pasar tradisional atau rumah makan khas bali, terutama yang ada di daerah pelosok.

Sate Lilit

Sesuai dengan namanya, sate ini dibuat dengan cara dililit. Pembuatannya pun lebih rumit ketimbang sate lainnya yang cukup dengan menusukkan dagingnya pada tusuk sate.

Pertama daging ayam maupun ikan digiling atau dicincang halus dan dicampur dengan bumbu dan kelapa parut. Kemudian adonan diambil sedikit dan dililitkan di batang daun serai atau tangkai bambu.

Biasanya sate lilit ini disajikan dengan nasi campur bersama dengan sambal matah yang menggugah selera.

Tipat Blayag

Sumber gambar www.atlantisexplore.com

Melihat sajian khas Bali yang satu ini mungkin akan teringat pada ketupat atau lontong sayur. Tipat memiliki bentuk mirip lontong, hanya pembungkusnya menggunakan daun janur muda atau daun enau muda.

Selain tipat, menu ini dilengkapi dengan telur, ayam suwir, lawar, gorengan ceker ayam, kulit ayam garing, dan kacang kedelai.

Berbeda dengan tipat cantok, kuliner tradisional Singaraja ini disajikan dengan kuah bersantan yang rasanya gurih dan sedikit manis.

Buat yang sedang mencari aternatif kuliner Bali untuk makan malam, bisa menjajalnya tidak hanya di Buleleng, tapi juga tersebar hingga ke seluruh penjuru Pulau Dewata.

Nasi Jinggo

Tidak sulit untuk mencari makanan yang halal dan murah di Bali. Salah satunya nasi jinggo yang ukurannya sekepal tangan orang dewasa.

Uniknya, nasi bungkus yang dikemas dengan daun pisang ini punya sambal super pedas yang dijamin bikin lidah terasa terbakar. Lauk pauknya sebenarnya cukup sederhana, yaitu daging ayam suwir, mi goreng, dan tempe goreng. Dibanderol Rp 3-5 ribu, kamu tidak akan merasa cukup jika hanya menyantap satu bungkus saja.

Nasi Campur Ayam Bali

Selain nasi jinggo, pilihan halal lainnya adalah nasi campur yang cukup populer sebagai makanan sehari-hari warga Bali. Lauknya pun cukup lengkap, mulai dari sate lilit, ayam suwir, sayur urap, lawar, dan sambal matah atau sambel embe khas Bali.

Nah, uniknya di setiap rumah makan punya variasi menu nasi campur sendiri. Ada yang menyajikannya dengan ayam betutu, telur sambal tomat, daun umbi pedas, ikan pindang, atau taburan kacang tanah goreng.

Rujak Kuah Pindang

Ingin mencari yang segar-segar di Bali? Jajal uniknya rujak kuah pindang yang unik ini. Isiannya pun sama seperti rujak buah lainnya, tapi ada juga yang menambahkan rumput laut ke dalamnya.

Selain itu, kuahnya pun cukup unik karena terbuat dari kaldu ikan pindang dan bumbu cabai super pedas. Nah, jika berbahan utama rumput laut, rujak ini disebut juga dengan rujak bulung, yang menawarkan sensasi krenyes.

Laklak

Bukan hanya makanan berat saja yang bisa dinikmati di Bali, jajanan tradisionalnya pun tidak kalah lezat, lho. Salah satunya laklak yang dikenal juga dengan serabi ala Bali.

Cara memasaknya pun tergolong unik yaitu menggunakan kendi tradisional di atas api yang besar sehingga dibutuhkan keahlian tertentu agar adonan dapat mengembang namun tidak berubah gosong.

Ukurannya yang kecil dan tebal memberikan sensasi garing pada permukaannya, tapi lembut di bagian dalamnya.

Jika serabi biasanya disajikan dengan kuah santan, laklak ini ditaburi parutan kelapa dan gula merah cair. Dijamin bikin ketagihan!

Pisang Rai

Sumber gambar www.wisataku.id

Mirip dengan es pisang hijau, pisang rai terbuat dari pisang yang dibalut dengan dadar tipis berwarna hijau yang terbuat dari tepung beras, air kapur sirih, air daun suji, dan garam.

Pisang yang dipilih beraroma khas seperti pisang raja, kepok, atau uli. Setelah dibungkus dengan kulit hijau, jajanan tradisional ini dikukus.

Potongan pisang rai ini kemudian ditaburi parutan kelapa dan siraman saus gula merah. Gurih dan manis!

From our editorial team

Berpetualang Menikmati Makanan Khas suatu Daerah

Jika berkunjung ke suatu tempat, cobalah untuk mengeksplorasi makanan-makanan khas yang belum banyak diketahui. Jadi bukan cuma mencicipi makanan yang populer saja. Dengan begitu, pengetahuan kulinermu semakin bertambah dan hal ini bisa menjadi pengalaman yang mengasyikkan.