Liburan Islami Semakin Diminati

Sumber gambar Flickr

Bicara soal liburan pastinya semua orang ingin berlibur. Hanya saja waktu dan kesempatan tiap orang berbeda untuk melakukan liburan. Tujuan liburan sendiri adalah untuk membuat tubuh relaks dan pikiran lebih tenang. Liburan terbagi menjadi aneka macam, mulai dari yang liburan untuk berwisata alam hingga liburan yang untuk berwisata religi.

Dari tahun ke tahun, perkembangan wisata religi makin pesat. Banyaknya umat muslim di dunia ini membuat berbagai negara mulai berbenah diri untuk meningkatkan fasilitas Islami demi kenyamanan para pengunjung yang mayoritas muslim.

Dari destinasi, makanan, hingga kebutuhan untuk beribadah dan menginap untuk umat muslim kini sudah lebih baik. Hal ini tentunya memudahkan kita menjelajah berbagai negara untuk melakukan wisata dengan tenang tanpa perlu bingung akan kehalalannya.

Liburan Dalam Kacamata Islam

Sumber gambar The Express Tribune

Islam adalah agama yang seimbang dalam segala hal. Begitu juga dalam hal liburan, Islam memandang liburan sebagai sesuatu yang sama pentingnya dengan bekerja. Artinya bekerja dan beribadah serta berlibur harus seimbang sesuai porsinya.

Kendati demikian, berlibur dalam Islam tetap harus bernilai ibadah. Dari tempat yang dikunjungi, hingga kegiatan yang dilakukan jangan sampai melalaikan kewajiban kita sebagai umat muslim. Tetap mengingat Allah dan tidak melupakan perintah dan larangannya selama berlibur, akan menjadikan liburan bernilai ibadah juga.

Ziarah Makam Wali Songo Bisa Jadi Contoh Destinasi Wisata Islami

Sunan Gresik

Sumber gambar YouTube

Makan Wali Songo pertama yang bisa kita jelajah adalah Sunan Gresik. Juga dikenal dengan nama Sunan Maulana Malik Ibrahim, wali yang satu ini perannya sangat besar dalam hal penyebaran agama islam di tanah Jawa. Salah satu cara penyebaran agamanya adalah dengan mendirikan pesantren yang ada di Desa Laren, Manyar, Gresik.

Makamnya sendiri berada di pusat kota, sekitar 150 meter dari Majid Jami Gresik. Tepatnya ada di Desa Gapuro Sukolilo, Gresik. Areal makamnya luas dengan tiga cungkup makam. Ada makam sang isteri Syayyidah Siti Fatimah serta ada pula makam sang putera yatu Syekh Maulana Maghfur.

Sunan Kalijaga

Sumber gambar Tripadvisor

Sunan Kalijaga adalah salah satu Wali Songo yang cukup populer, dikarenakan beliau dikenal lihai dalam memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. Makamnya yang berada di Kadilangu, Demak selalu ramai dikunjungi peziarah. Menurut mitos yang berkembang, doa-doa yang dilantunkan di makam ini akan dikabulkan.

Sunan Ampel

Sumber gambar JejakPiknik.com

Beralih menuju Surabaya, ada makam Sunan Ampel yang bisa dipilih sebagai tujuan liburan Islami. Sunan Ampel merupakan salah satu pejuang penyebar agama Islam di Jawa Timur. Ia berjuang di Majapahit yang saat itu sedang mengalami degradasi moral dan akhirnya berhasil mengajak banyak rakyat Majapahit masuk ke agama Islam.

Di sini terdapat masjid dengan arsitektur yang unik dengan perpaduan antara Jawa Kuno dan juga Arab. Masjid ini memiliki keistimewaan tersendiri. Buktinya meski diserang berapa kali oleh penjajah, namun kayu jatinya tetap berdiri tegak tanpa kerusakan.

Lokasi makam juga dekat dengan perkampungan Arab yang ada di Jl. Ampel Suci 45 dan Jl. Ampel Masjid 53. Di sini ada aneka barang khas Arab dari gamis, hijab hingga parfum dan air zam zam.

Sunan Bonang

Sumber gambar IndonesiaKaya.com

Berada di Desa Kutorejo Kecamatan Tuban, Makam Sunan Bonang terletak 5 kilometer dari arah timur Kota Tuban. Sunan Bonang merupakan salah satu penyebar agama Islam sejak abad ke 14. Makamnya selalu ramai para peziarah dari dalam kota maupun luar kota.

Bernama asli Syeh Makhdum Makhdum Ibrahim, Sunan Bonang adalah putra dari Sunan Ampel dan ibunya adalah Dewi Candra Wati. Menguasai tak hanya seni dan sastra, Sunan Bonang juga menguasai arsitektur dan juga dan berbagai ilmu kedigdayaan.

Sunan Bonang membangun masjid di Singkal yang terletak di sebelah barat Kediri. Ia mengembangkan dakwah Islam di pedalaman di mana banyak penduduknya masih menganut ajaran Tantrayana.

Sunan Gunung Jati

Sumber gambar Kompas.com

Di Cirebon, ada Sunan Gunung Jati yang dikenal membantu penyebaran ajaran agama Islam. Bernama asli Syekh Syarif Hidayatullah, beliau wafat pada tahun 1568. Beliau dikenal memilih strategi dakwah dengan memperkuat kedudukan politis.

Kompleks pemakamannya berada di Gunung Sembung di sebelah kiri jalan. Dalam kompleks tersebut ada banyak makam kerabat sang wali. Saat masuk Jalan Alun-alun Astana Gunung Jati, Anda akan disambut para pedagang yang menjajakan berbagai macam barang seperti minyak wangi hingga tasbih.

Sunan Muria

Sumber gambar Visit Jawa Tengah

Berlokasi di lereng Gunung Muria, makam Sunan Muria memang cukup unik lokasinya. Untuk ke sana aksesnya cukup berat karena adanya di puncak bukit. Berada 19 kilometer dari Kota Kudus, Anda bisa mendaki 430 anak tangga jika tak ingin naik ojek dengan biaya sekitar Rp 20.000.

Bernama asli Raden Umar Said, Sunan Muria merupakan putra dari Sunan Kalijaga. Sebagai penyebar agama Islam, makamnya tak pernah sepi dari para peziarah. Ada agrowisata di sekitar makamnya. Di sana Anda bisa mendapati produk asli yang dihasilkan mulai dari kopi hingga jeruk pamelo.

Sunan Giri

Sumber gambar Merdeka.com

Makam Sunan Giri juga banyak dikunjungi para pelancong dari seluruh nusantara. Berada di Kebomas Kabupaten Gresik, makam Sunan Giri ini dikelilingi oleh pendopo yang memiliki cungkup makam yang terbuat dari kayu jati asli. Gapura masuknya unik karena terbuat dari batu dengan kepala naga raja.

Sunan Giri dikena sebagai pendiri kerajaan Giri Kedaton. Beliau juga mendirikan pesantren Giri sebagai pusat penyebaran agama islam. Berbagai permainan anak hingga beberapa lagu instrumental Jawa diciptakan Sunan Giri untuk mengenalkan Islam pada masyarakat Jawa.

Jika ingin mengunjungi makamnya, maka perlu sedikit usaha. Ada 3 jalur pendakian dengan sudut tanjakan hingga 45 derajat. Jarak dari tempat parkir adalah sekitar 200 meter. Fasilitas di sekitar makam sudah lengkap dari toilet hingga rumah makan telah tersedia.

Sunan Drajat

Sumber gambar Ombonejagad

Memiliki nama asli Raden Qasim, Sunan Drajat merupakan putra dari Sunan Ampel. Beliau mengenalkan Islam di Desa Drajat yang masih ada dalam satu wilayah dengan kerajaan Demak. Beliau dikenal berhasil menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya.

Makamnya bisa ditempuh dari Surabaya maupun Tuban lewat Jalan Daendels. Di kawasan makam, fasilitasnya sudah lengkap. Ada area parkir luas hingga toilet dan tempat makan. Uniknya ada juga banyak spot foto yang bisa dicoba di sekitaran makam.

Sunan Kudus

Sumber gambar abouturban.com

Sunan Kudus juga menjadi salah satu wali yang terkenal di Jawa. Menyebarkan agama di daerah Kudus, lokasinya berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Grobogan, Pati, Jepara, dan Demak.

Makamnya berada di kompleks Masjid Menara Kudus. Ada 3 bangunan utama dalam kompleks, yakni masjid, menara dan juga makam yang tak pernah sepi dikunjungi. Berada di Desa Kauman Kecamatan Kota Kabupaten Kudus Jawa Tengah, letaknya 3 km ke arah barat dari Alun-Alun Kota Kudus.

Destinasi Liburan Islami Lainnya Adalah Masjid dengan Sejarah dan Arsitektur Menarik

Masjid Istiqlal

Sumber gambar Suara Karya

Masjid Istiqlal merupakan salah satu destinasi liburan Islami yang bisa Anda kunjungi. Masjid ini dirancang oleh Frederich Silaban yang beragama Kristen Protestan. Sementara pembangunan dimulai tahun 1951 dengan peletakan batu pertama oleh Ir. Soekarno.

Memiliki gaya arsitektur modern, masjid ini tampak indah dengan hiasan ornamen geometrik dari baja antikarat. Untuk bagian dinding dan lantai dilapis marmer sehingga berkesan dingin. Masjid lima lantai dan satu lantai dasar ini memiliki kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, masjid ini bisa menampung lebih dari 200.000 jamaah.

Hingga kini, masjid yang ada di Jalan Taman Wijaya Kusuma di Jakarta Pusat ini selalu ramai pengunjung. Bukan hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah dan sarana liburan islami, namun masjid ini juga dipakai untuk kegiatan umum dan sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia.

Masjid Agung Banten

Sumber gambar Suara Merdeka

Selanjutnya, Anda bisa juga mengunjungi masjid tertua di Indonesia. Bangunan berupa Masjid Agung Banten ini kaya akan nilai sejarah, sehingga tak heran jika pengunjungnya bukan hanya untuk beribadah melainkan juga untuk mempelajari sejarahnya.

Bentuk bangunannya unik karena menaranya dibuat mirip seperti mercusuar. Selain itu atap bangunan bertumpuk lima sehingga mirip pagoda Tiongkok. Hal ini dikarenakan Masjid Agung Banten merupakan karya arsitek asal Tiongkok yang bernama Tjek Ban Tjut.

Masjid ini lokasinya ada di Desa Banten Lama yang ada di 10 km sebelah utara Kota Serang. Untuk kesana bisa naik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Pertama didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin, masjid ini didirikan tahun 1556.

Masjid Raya Baitturrahman

Sumber gambar Kompas.com

Masjid Raya Baiturrahman ini juga bisa menjadi tujuan wiasta religi Anda. Bangunan masjidnya megah dan indah sehingga mirip seperti Taj Mahal India. Masjid ini dibangun Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1612. Lokasi masjid ini berada di pusat kota Banda Aceh.

Masjid ini sempat dibakar penjajah pada tahun 1873 namun dibenahi kembali pada tahun 1877. Memiliki arsitektur yang indah, masji dengan halaman luas ini memiliki kolam pancuran air bergaya Kesultanan Turki Utsmani. Tempat ini tak hanya bernilai seni tinggi namun juga sebagai tempat bersejarah. Masjid ini tetap kokoh berdiri kala Aceh diterjang bencana tsunami dahsyat tahun 2004 lalu.

Masjid Kotagede

Sumber gambar Visiting Jogja

Di Yogyakarta juga ada salah satu masjid tertua bernama Masjid Kotagede. Bangunan bernilai sejarah ini hingga kini masih difungsikan. Mulai dibangun pada zaman kerajaan Mataram pada tahun 1640 oleh Sultan Agung, masjid ini tampak kokoh dan megah. Lokasi masjid ada di Jalan Watu Gilang, Kotagede Yogyakarta.

Ada sebuah beringin tua di halaman masjid yang dikelilingi parit dan sekarang digunakan sebagai tambak. Di lingkungan masjid juga ada prasasti yang menyebutkan bahwa masjid dibangun 2 tahap. Tahap yang pertama adalah inti masjid yang dibangun Sultan Agung. Lalu tahap kedua pembangunannya dilakukan oleh Raja Kasunanan Surakarta.

Masjid Raya Al Mashun Medan

Sumber gambar Rindu Masjid

Masjid Raya Al Mashun Medan ini lokasinya tak jauh dari Istana Maimun. Sebagai bukti kejayaan Deli pada masanya, masjid ini dibangun menyatu dengan kompleks istana. Dibangun tahun 1906 dan selesai tahun 1909, masjid ini kini masih berfungsi sebagai tempat ibadah.

Bentuk masjidnya unik, dengan bentuk segi delapan dan memiliki kubah pipih berhiaskan bulan sabit di bagian puncaknya. Menara masjid menjulang tinggi sehingga makin mengesankan kemegahannya. Untuk gaya arsitekturnya merupakan kombinasi 3 negara yakni Timur Tengah, India, dan Spanyol.

From our editorial team

Jangan Lupa Tunjukkan Etika dan Perilaku yang Baik di Manapun Anda Berada

Sebagai wisatawan, satu hal yang harus selalu Anda ingat adalah bahwa Anda tidak bisa berperilaku seenaknya atau sebagaimana Anda biasa bertingkah laku di rumah atau kawasan Anda. Ada adat setempat yang harus Anda ikuti jika sedang berwisata ke daerah asing. Jadilah wisatawan yang cerdas dan selalu menjunjung kesopanan.