Menjelajahi Kekayaan Sejarah dan Seni: 15 Rekomendasi Museum di Jakarta! (2023)

Menjelajahi Kekayaan Sejarah dan Seni: 15 Rekomendasi Museum di Jakarta! (2023)

Selamat datang dalam petualangan melintasi harta budaya dan sejarah yang menghampar di berbagai museum di Jakarta. Mari kita menjelajahi lorong-lorong waktu dan merasakan pesona seni serta perjalanan bangsa melalui koleksi yang memukau dan menginspirasi.

Baca juga

Kenapa Anda Harus Pergi Ke Museum?

Pergi ke museum adalah pengalaman yang memperkaya pengetahuan dan pandangan Anda. Saat berada di museum, Anda bisa menjelajahi warisan budaya, seni, dan sejarah yang beragam. Melihat koleksi-koleksi unik, seperti lukisan, patung, dan artefak bersejarah, membantu Anda memahami perjalanan manusia dan masyarakat dari masa lalu hingga kini.

Museum juga memberikan kesempatan untuk merenung dan meresapi makna di balik karya-karya tersebut. Selain itu, berkunjung ke museum juga memungkinkan kita untuk menghargai keragaman budaya serta merasakan keajaiban seni dan kekayaan sejarah yang ada di dunia ini.

Ini Dia Berbagai Museum di Jakarta

Museum Macan (Modern and Contemporary Art in Nusantara)

Sumber gambar www.nowjakarta.co.id

Museum Seni Modern dan Kontemporer di Nusantara, atau Museum MACAN, merupakan pusat seni di Jakarta, Indonesia, dengan luas lantai 7.107 meter persegi dan area tampilan 4.000 meter persegi. Dibuka pada November 2017, museum ini terkenal sebagai yang pertama di Indonesia yang menghadirkan koleksi seni modern dan kontemporer Indonesia serta internasional. Dalam koleksinya, terdapat lebih dari 800 karya seni yang mencakup berbagai media dan teknik, termasuk instalasi 'Infinity Mirrored Room' oleh Yayoi Kusama. Karya-karya terkenal seperti 'Great Criticism: Coca-Cola' oleh Wang Guangyi dan 'Lanskap Hindia' oleh Raden Saleh menjadi bagian menonjol dari koleksi tersebut. Museum MACAN tidak hanya menampilkan lukisan, tetapi juga seni pertunjukan dan instalasi yang mencerminkan keanekaragaman gaya kontemporer.

Melalui berbagai pameran seperti "Art Turns, World Turns, Exploring the Collection of the Museum Macan" dan "Seven Stories" oleh Lee Mingwei, museum ini menjelajahi dimensi-dimensi seni modern dan kontemporer. Koleksi instalasi seperti "One Million Years" oleh On Kawara dan "Life Heart Rainbow" oleh Yayoi Kusama menciptakan pengalaman yang mendalam dan beragam bagi para pengunjung. Dengan perpaduan seni tradisional dan modern, Museum MACAN menjadi bagian penting dalam mempromosikan apresiasi seni di Indonesia dan dunia, mengabadikan keberagaman dan inovasi dalam seni.

Kunjungi Website Museum Macan

Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta, yang lebih dikenal sebagai Museum Fatahillah, terletak di Jalan Taman Fatahillah Nomor 1, Jakarta Barat. Bangunan ini awalnya adalah Balai Kota Batavia yang dibangun pada 1707-1710 dan merupakan salah satu contoh arsitektur neoklasik dengan tiga lantai, serta ciri khas kusen pintu dan jendela kayu jati berwarna hijau tua. Museum ini mencakup lebih dari 1.300 meter persegi, dengan pekarangan yang menampilkan kolam dan pohon-pohon tua yang menghiasi lingkungan.

Museum Fatahillah memiliki koleksi yang menggambarkan perjalanan sejarah Jakarta, mencakup artefak dari masa Tarumanegara, penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik dari abad ke-17 hingga 19, dan berbagai benda budaya seperti keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi ini terbagi dalam beberapa ruang, termasuk Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang Batavia. Museum ini juga menampilkan aspek kebudayaan Betawi, numismatik, serta artefak bersejarah seperti patung Dewa Hermes dan meriam Si Jagur. Bekas penjara bawah tanah di museum ini mengingatkan pada masa penjajahan Belanda dan menjadi bagian dari warisan sejarah yang dijaga dengan baik.

Museum Wayang

Museum Wayang, terletak di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat, merupakan wadah penting bagi kekayaan budaya Indonesia. Museum ini menampilkan beragam jenis wayang dari seluruh nusantara, termasuk wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, dan wayang dari bahan lainnya. Lebih dari 4.000 koleksi wayang, termasuk yang berasal dari luar negeri seperti Republik Rakyat Tiongkok dan Kamboja, menjadi daya tarik utama. Museum ini juga menghadirkan boneka dari berbagai belahan dunia, termasuk Eropa, Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, India, dan Kolombia, dengan lebih dari sekadar penampilan visual.

Selain pameran tetap, Museum Wayang juga menggelar pertunjukan wayang secara berkala pada minggu kedua dan ketiga setiap bulannya. Pengakuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap wayang Indonesia sebagai warisan dunia pada 7 November 2003 menegaskan nilai penting museum ini dalam melestarikan dan mempromosikan budaya dan seni tradisional.

Kunjungi Website Museum Wayang

Museum Nasional Indonesia

Sumber gambar id.wikipedia.org

Museum Nasional Indonesia, dikenal juga sebagai Museum Gajah, adalah institusi yang memamerkan kekayaan arkeologi, sejarah, etnografi, dan geografi di Jakarta Pusat. Didirikan pada tahun 1862, museum ini adalah yang pertama dan terbesar di Asia Tenggara, menampilkan gaya Klasisisme yang mencerminkan pengaruh Eropa. Sayap baru ditambahkan pada tahun 1996, memperluas fasilitas museum.

Dalam koleksinya yang mencapai lebih dari 140.000 buah, Museum Gajah menyajikan beragam artefak dari Nusantara, seperti arca-arca kuno, prasasti, kerajinan tangan, dan artefak perunggu. Koleksi yang menonjol adalah patung Bhairawa, manifestasi Dewa Lokeswara, yang menggambarkan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia.

Kunjungi Website Museum Nasional Indonesia

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia, yang terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat, menghuni bekas gedung bersejarah De Javasche Bank dengan gaya arsitektur neo-klasikal yang dipengaruhi lokal. Museum ini merangkum peran penting Bank Indonesia dalam sejarah bangsa, dari zaman sebelum kedatangan bangsa Barat di Nusantara hingga pembentukannya pada tahun 1953. Pengunjung diajak meresapi perjalanan sejarah dan kebijakan Bank Indonesia dengan berbagai teknologi modern seperti display elektronik, televisi plasma, dan diorama.

Museum ini tak hanya menyajikan informasi terkait Bank Indonesia, tetapi juga menghadirkan benda-benda bersejarah dari masa sebelum pembentukannya, termasuk koleksi uang numismatik. Museum Bank Indonesia diresmikan secara bertahap, dengan tahap I dibuka pada Desember 2006 dan tahap II pada Juli 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Museum ini menjadi sarana edukasi penting tentang peran bank sentral dalam pembangunan nasional, dengan jadwal operasional kecuali hari Senin dan hari libur nasional.

Kunjungi Website Museum Bank Indonesia

Museum Taman Prasasti

Sumber gambar m.beritajakarta.id

Museum Taman Prasasti, terletak di Jalan Tanah Abang No. 1, Jakarta Pusat, adalah museum bersejarah yang menampilkan peninggalan masa kolonial Belanda. Dengan area seluas 1,2 hektar, museum ini menampung koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam tradisional dari 27 provinsi di Indonesia, termasuk kereta jenazah antik. Ini adalah museum terbuka yang memamerkan seni dan karya dari masa lalu yang menggambarkan keterampilan pematung, pemahat, kaligrafer, dan sastrawan.

Museum ini mengumpulkan berbagai prasasti dari zaman kolonial Belanda dan sebelumnya, serta makam tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk militer, pendiri pendidikan kedokteran, tokoh pergerakan mahasiswa, dan bahkan tokoh opera. Tokoh-tokoh seperti Olivia Marianne Raffles, istri Thomas Stamford Raffles, dan Adam Carel Claessens juga diabadikan di sini. Museum Taman Prasasti memberikan pandangan menarik tentang sejarah dan kebudayaan Indonesia melalui artefak dan makam-makam yang dipajang dengan cermat.

Kunjungi Website Museum Taman Prasasti

Museum Tekstil

Museum Tekstil, didirikan pada 28 Juni 1976 oleh Ibu Tien Suharto, berlokasi di Jalan K.S. Tubun / Kota Bambu Selatan No. 4, Palmerah, Jakarta Barat. Fungsi museum ini adalah melestarikan warisan budaya tekstil Indonesia dengan visi menjadikannya sebagai pusat pelestarian wastra serta destinasi wisata seni dan budaya bertaraf internasional. Pendirian Museum Tekstil didukung oleh komunitas Wastraprema, para pecinta kain, tenun, dan batik Indonesia.

Museum ini memiliki koleksi sekitar 1914 kain dari seluruh Indonesia, di mana 120 kain dipilih untuk dipamerkan. Koleksi ini mencakup kain tenun, batik, kontemporer, dan campuran, masing-masing mewakili kekayaan budaya dari berbagai daerah. Museum juga menampilkan koleksi bahan pewarna alami, motif-motif cap batik, serta informasi tentang proses membatik. Di luar gedung, terdapat taman pewarna alam yang memperkenalkan pohon-pohon yang digunakan sebagai pewarna alami dalam tradisi batik Indonesia, seperti pohon nangka, sawo, dan lobi-lobi.

Kunjungi Website Museum Tekstil

Art:1 New Museum

Sumber gambar www.tripadvisor.co.id

Art: 1 New Museum adalah museum seni yang terletak di Jalan Rajawali Selatan Raya Nomor 3, Jakarta Pusat, Indonesia. Museum ini dulunya merupakan galeri seni pribadi bernama Mon Décor yang didirikan oleh Martha Gunawan pada tahun 1983. Pada tahun 2009, galeri ini mengubah namanya menjadi Art: 1 New Museum dan diresmikan pada tahun 2011 oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Museum ini memiliki luas sekitar 4.000 m² dan memiliki lebih dari 2.500 koleksi karya seni dari berbagai jenis seniman.

Selain memamerkan karya seni, Art: 1 New Museum juga berfungsi sebagai ruang seni dan institusi seni yang mendukung perkembangan infrastruktur seni di Indonesia. Museum ini telah menerima penghargaan, termasuk Best Gallery of the Year pada tahun 2010 dan beberapa penghargaan lainnya. Koleksi seni yang beragam, mulai dari seniman ahli hingga seniman kontemporer, disajikan di dalam ruangan dengan dinding-dinding berwarna putih. Museum ini merupakan salah satu pusat seni penting di Jakarta yang mengundang pengunjung untuk menikmati kekayaan seni dari berbagai genre dan periode.

MOJA Museum

Sumber gambar www.mojamuseum.com

Moja Museum Jakarta adalah sebuah museum yang tidak biasa, karena tidak menampilkan artefak prasejarah atau benda-benda kuno, melainkan menyajikan benda-benda milenial dengan tampilan yang indah dan menarik. Museum ini dirancang khusus untuk menjadi tempat yang seru bagi anak-anak milenial dan penggemar fotografi. Dengan banyaknya spot foto menawan dan warna-warni yang ceria, museum ini menjadi tujuan liburan yang populer.

Museum ini didirikan oleh sekelompok anak muda dengan latar belakang seni, sejarah, dan bisnis. Museum Moja dibuka untuk umum pada tanggal 20 Oktober 2018 dan terus menjadi tujuan favorit bagi mereka yang ingin mengabadikan momen dengan berfoto di berbagai ruang foto dengan konsep yang berbeda. Setiap ruangan dihiasi dengan tema makanan camilan seperti popcorn, biskuit, permen, dan jellybean, yang membuat pengalaman berfoto semakin menarik.

Moja Museum mengizinkan pengunjung untuk membawa kamera sendiri dan bahkan memakan camilan di dalam museum, memberikan nuansa yang santai dan berbeda dari museum tradisional. Meskipun dari luar bangunan terlihat seperti rumah tua, di dalamnya terdapat 14 ruangan dengan konsep unik yang harus diikuti secara berurutan. Meskipun tujuannya utama adalah berfoto, museum ini telah menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan interaktif bagi pengunjung yang datang.

Kunjungi Website MOJA Museum

Museum Satria Mandala

Sumber gambar www.kompas.com

Museum Satria Mandala merupakan sebuah tempat edukasi sejarah yang terletak di sekitar Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Museum ini dapat diakses oleh berbagai jenis transportasi dan cocok untuk anak-anak serta masyarakat umum yang ingin belajar mengenai sejarah perjuangan bangsa. Selain memiliki bangunan dengan arsitektur yang menarik dan masuk dalam kategori Cagar Budaya, museum ini juga memiliki area taman, plaza, dan "kampoeng joeang" yang memberikan view yang indah dan cocok untuk berfoto.

Museum Satria Mandala bertujuan untuk mengajarkan sejarah bukan hanya sebagai kumpulan informasi fakta, melainkan juga untuk menyadarkan dan membangkitkan kesadaran sejarah dalam diri pengunjung. Pengetahuan mengenai masa lalu diharapkan mampu membentuk nilai-nilai kearifan dan sikap positif dalam pengunjung. Museum ini berupaya menciptakan suasana dan pengalaman yang unik bagi pengunjung, sehingga mereka dapat merasakan esensi sejarah bangsa dengan lebih mendalam.

Selain sebagai tempat pendidikan, Museum Satria Mandala juga berfungsi sebagai tempat rekreasi dan preservasi. Museum ini memiliki misi untuk menyampaikan pendidikan kepada anak-anak dan masyarakat dari berbagai lapisan. Melalui taman-taman dan fasilitas lain yang disediakan, pengunjung dapat menikmati suasana yang nyaman sambil belajar mengenai sejarah bangsa. Dengan demikian, museum ini menjadi destinasi edukasi dan rekreasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Museum Basoeki Abdullah

Museum Basoeki Abdullah merupakan museum seni yang berlokasi di Jakarta Selatan dan mengandung koleksi lukisan dan benda-benda pribadi dari Basoeki Abdullah. Museum ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan memiliki peran sebagai tempat pameran seni, seminar, penelitian, dan lokakarya. Koleksi yang ada meliputi berbagai karya seni seperti lukisan asli, reproduksi lukisan, patung, topeng, wayang kulit, wayang golek, pakaian, senjata, hiasan, peralatan dapur, mebel, peraga, alat musik, foto, buku, dan ruang memorial.

Museum ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama memiliki ruangan memorial yang menampilkan kamar tidur pribadi Basoeki Abdullah serta lukisan-lukisan awalnya, termasuk lukisan saat ia berumur 10 tahun yang menggambarkan wajah Mahatma Gandhi dan ayahnya. Lantai kedua menampilkan 40 lukisan hasil karya Basoeki Abdullah dari koleksi 115 lukisannya. Lukisan-lukisan ini mencakup berbagai tema, seperti pemandangan alam, tokoh-tokoh terkenal, dan lukisan abstrak. Beberapa tokoh yang digambarkan dalam lukisan termasuk Pangeran Diponegoro, R.A. Kartini, Ibu Tien Soeharto, dan tokoh-tokoh internasional.

Selain itu, museum ini memiliki ruangan perpustakaan dengan koleksi sekitar 3.000 buku milik Basoeki Abdullah. Museum Basoeki Abdullah menjadi tempat penting untuk memahami karya dan perjalanan seni dari pelukis yang namanya telah dikenal luas ini.

Kunjungi Website Museum Basoeki Abdullah

Museum Layang-layang Indonesia

Sumber gambar www.ef.co.id

Museum Layang-Layang Indonesia merupakan museum unik yang terletak di Jakarta Selatan. Museum ini merupakan museum layang-layang pertama di Indonesia dan diresmikan pada 21 Maret 2003 oleh I Gede Ardika, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu. Koleksi museum ini mencakup lebih dari 600 layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia dan juga negara-negara lain seperti Tiongkok, Jepang, Belanda, dan Vietnam.

Koleksi layang-layang yang ada di museum ini terus bertambah seiring waktu, dengan kontribusi dari pelayang lokal, internasional, dan bahkan layang-layang yang dibuat oleh karyawan museum sendiri. Museum Layang-Layang Indonesia tidak hanya memiliki berbagai jenis dan ukuran layang-layang, tetapi juga memiliki layang-layang khas dengan fitur unik. Misalnya, layang-layang dari Kalimantan Selatan yang diiringi alat musik mirip suling saat terbang, atau layang-layang pengantin yang diterbangkan pada upacara pernikahan untuk mengumumkan acara tersebut kepada penduduk sekitar.

Selain menjadi tempat untuk melihat dan belajar tentang beragam layang-layang, museum ini juga menjadi wahana yang menarik untuk wisata edukasi. Dari layang-layang miniatur hingga layang-layang raksasa, Museum Layang-Layang Indonesia menghadirkan pengalaman yang unik dan menarik untuk pengunjungnya.

Museum Sumpah Pemuda

Sumber gambar travelspromo.com

Museum Sumpah Pemuda adalah sebuah institusi sejarah yang mengenang perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Terletak di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat, museum ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1972, museum ini didirikan dan menjadi bagian dari cagar budaya nasional.

Gedung di alamat tersebut memiliki makna sejarah penting karena di situlah Sumpah Pemuda dibacakan. Koleksi museum terdiri dari foto-foto dan benda-benda yang berkaitan dengan peristiwa Sumpah Pemuda 1928 dan aktivitas gerakan nasional pemuda Indonesia. Gedung ini juga memiliki peran historis sebagai tempat tinggal beberapa tokoh pergerakan seperti Muhammad Yamin, Amir Sjarifuddin, dan lainnya.

Koleksi utama museum adalah Gedung Kramat 106 itu sendiri, yang dulunya menjadi lokasi Kongres Pemuda Kedua pada Oktober 1928. Selain itu, museum memiliki koleksi berupa benda-benda yang terkait dengan peristiwa dan perkembangan organisasi pemuda pada masa itu. Dengan koleksi dan sejarahnya, Museum Sumpah Pemuda menjadi saksi dan pengingat akan semangat perjuangan dan tekad pemuda Indonesia dalam merebut kemerdekaan negara.

Kunjungi Website Museum Sumpah Pemuda

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik terletak di Jalan Pos Kota No 2, Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Berlokasi di seberang Museum Sejarah Jakarta, museum ini mengkhususkan diri dalam memamerkan dan melestarikan seni lukis, patung, dan keramik dari Indonesia dan berbagai negara.

Museum ini memiliki koleksi yang luas, termasuk keramik lokal dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari era Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Selain itu, museum ini juga menampilkan hasil karya seniman-seniman Indonesia dari berbagai periode sejak abad ke-19 hingga saat ini.

Koleksi seni lukis Indonesia di museum ini disusun dalam beberapa ruangan berdasarkan periodisasi waktu. Beberapa ruangannya mencakup periode-periode penting dalam sejarah seni rupa Indonesia, seperti periode Masa Raden Saleh, Masa Hindia Jelita, Masa Persagi, Masa Pendudukan Jepang, Masa Pendirian Sanggar, Masa Realisme Akademis, dan Masa Seni Rupa Baru Indonesia.

Selain seni lukis, museum ini juga menampilkan koleksi patung-patung, termasuk Totem Asmat dan karya seni kontemporer. Koleksi keramik dari berbagai daerah di Indonesia dan keramik seni kontemporer juga menjadi bagian penting dari pameran di museum ini. Di samping koleksi Indonesia, museum ini memiliki koleksi keramik dari berbagai negara seperti Tiongkok, Thailand, Vietnam, Jepang, dan Eropa dari abad ke-16 hingga awal abad ke-20.

Dengan koleksi yang beragam dan penekanan pada seni lukis, patung, dan keramik, Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta memberikan wawasan mendalam tentang perkembangan seni rupa dan keramik Indonesia dan dunia.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi, atau Munasprok, adalah gedung monumen yang mengingat peristiwa penting dalam proses perumusan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Gedung ini didirikan pada tahun 1920 dengan gaya arsitektur Eropa dan memiliki luas tanah 3.914 meter persegi serta luas bangunan 1.138 meter persegi. Museum ini memvisualisasikan peristiwa-peristiwa perumusan naskah proklamasi melalui ruangan-ruangan yang menggambarkan suasana dan detail dari momen-momen bersejarah tersebut.

Dalam ruangan-ruangan tersebut, seperti Ruang Pertama yang mencerminkan persiapan awal Perumusan Naskah Proklamasi, Ruang Kedua yang menampilkan momen penting pembuatan draft pertama naskah proklamasi oleh Soekarno, dan Ruang Keempat yang menjadi tempat pameran benda-benda tokoh yang terlibat dalam perumusan naskah proklamasi.

Kunjungi Website Museum Perumusan Naskah Proklamasi
From our editorial team

Jejak Budaya dan Sejarah: Menelusuri Keajaiban Museum di Jakarta

Dengan koleksi yang memikat dan kisah-kisah yang berharga, museum-museum Jakarta telah menjadi jendela tak tergantikan ke dalam warisan budaya dan sejarah yang kaya. Ayo kita terus merayakan keanekaragaman dan menghargai keindahan masa lalu yang tetap hidup dalam museum-museum indah ini.

Tag