Baca juga

Tahun Baru Imlek Merupakan Momen Spesial untuk Berkumpul dengan Keluarga

Sumber gambar www.brightinternships.com

Imlek merupakan perayaan tahun baru warga Tionghoa atau perayaan tahun baru China, yang dirayakan dengan penuh suka cita oleh seluruh warga Tionghoa. Tahun baru Imlek merupakan sebuah momen istimewa, karena tidak hanya sekedar dirayakan dengan kembang api dan berkumpul bersama keluarga tetapi momen ini memiliki serangkaian tradisi yang penuh makna.

Tradisi tersebut seperti menghias rumah atau mengenakan atribut serba merah. Warna merah diartikan sebagai simbol keberuntungan dalam kepercayaan Tionghoa. Selain itu saat merayakan tahun baru Imlek, biasanya orang akan membagi-bagikan angpau atau amplop merah yang biasanya diberikan oleh orang yang lebih tua kepada yang lebih muda. Angpau telah menjadi tradisi wajib yang selalu ada saat Imlek.

Selain itu, tradisi yang paling berkesan adalah menyantap makanan khas tahun baru Imlek. Momen ini adalah momen yang paling ditunggu, karena biasanya saat Imlek mereka akan menyajikan makanan-makanan yang istimewa. Bukan hanya enak tetapi juga diyakini dapat membawa keberuntungan bagi setiap orang. Namun, ternyata juga terdapat makanan yang pantang dimakan saat Imlek, yakni bubur. Bubur dianggap dapat menghalangi rezeki dan mendekatkan diri pada kemiskinan.

10 Makanan Khas Saat Imlek

Kue Keranjang

Sumber gambar www.indonesia.travel

Makanan khas Imlek yang satu ini memiliki nama lain Nian Gao, atau dalam Bahasa Indonesia berarti kue atau tinggi. Maka dari itu, kue keranjang biasa disajikan dengan cara disusun hingga tinggi atau disusun bertingkat. Disebut sebagai makanan pembawa keberuntungan, karena kue ini memiliki makna peningkatan rezeki atau kemakmuran. Sehingga memakan kue ini dipercaya akan dapat membawa rezeki kepada yang memakannya. Kue ini juga berbentuk bulat dan memiliki warna merah yang melambangkan hidup orang yang memakan kue tersebut semakin merekah dan menyala.

Jiaozi

Sumber gambar www.thespruceeats.com

Jiaozi atau biasa disebut dengan Kuo Tie adalah makanan sejenis pangsit yang berisi daging babi, sayur-sayuran dan udang cincang. Jiaozi memiliki bentuk bulat yang mirip dengan uang China kuno, sehingga Jiaozi disebut sebagai simbol kelimpahan rezeki dan kebersamaan dalam keluarga. Maka dari itu makanan yang satu ini selalu dihidangkan dalam perayaan tahun baru Imlek.

Mie Panjang

Sumber gambar blog.ngorder.id

Makanan ini akan selalu menjadi hidangan wajib saat Imlek. Mie panjang atau biasa disebut dengan Siu Mie. Mie panjang menjadi simbol atau makna panjang umur karena bentuknya yang sangat panjang, simbol kebahagiaan serta simbol rejeki yang melimpah. Maka dari itu juga muncul kepercayaan bahwa jika menyantap mie tersebut secara utuh hingga bagian ujung mie, maka keinginannya akan terwujud. Sehingga tidak jarang banyak warga Tionghoa yang menanti-nanti hidangan tersebut ketika merayakan Imlek.

Yu Sheng

Sumber gambar sethlui.com

Yu Sheng adalah makanan semacam salad yang berisi salad ikan fresh ditambahkan dengan sayur-sayuran segar seperti lobak dan wortel. Ikan yang dipakai biasanya adalah ikan tuna atau salmon yang kemudian diaduk bersama sayur dan saus yang terbuat dari minyak wijen, saus buah prem, gula pasir dan kayu manis.

Yu Sheng biasanya harus diaduk berbarengan dengan orang yang duduk satu meja sambil mengatakan selamat tahun baru Imlek. Saat diaduk, ikan dan salad harus diangkat tinggi-tinggi diatas piring. Hal ini dipercayai sebagai peruntungan pada tahun baru, di mana semakin tinggi Yu Sheng terangkat maka peruntungan pada tahun baru juga akan semakin baik dan simbol harapan akan terkabul.

Ikan Bandeng

Sumber gambar nova.grid.id

Ikan Bandeng merupakan salah satu menu wajib saat Imlek. Ikan dipercaya sebagai lambang untuk mengawali tahun baru dengan banyak keberuntungan serta untuk menghindari hal yang jelek-jelek. Tradisi ini juga bermula dari kondisi geografis Tiongkok pada zaman dahulu menjadi pusat dinasti-dinasti yang berkuasa. Populasi ikan cukup langka sehingga harganya mahal dan hanya dapat disantap oleh orang-orang kaya.

Maka dari itu, ikan bandeng yang disajikan saat Imlek harus disajikan utuh dari kepala sampai buntutnya. Hal ini dikarenakan ikan bandeng dipercaya sebagai simbol usaha yang lancar dan melaju penuh keberuntungan.

Eight Treasure Soup

Sumber gambar www.tripadvisor.in

Sup ini merupakan sup yang memakai delapan bentuk bahan dasar, sehingga disebut sebagai Eight Treasure Soup. Bahan dasarnya terdiri dari teripang, jamur tungku, ikan, udang perut ikan, kerang kering, abalone, jamur hitam, kacang ginkgo dan biji lotus. Selain rasanya yang sangat nikmat, menyantap sup ini juga dipercaya sebagai simbol harapan dari usaha yang akan semakin berkembang cepat di tahun yang baru.

Jeruk Mandarin

Sumber gambar www.tokopedia.com

Dalam perayaan tahun baru Imlek, buah-buahan juga harus disajikan saat berkumpul bersama keluarga, terutama jeruk mandarin. Selain memiliki rasa yang manis dan segar, jeruk mandarin juga memiliki makna filosofis yakni sebagai lambang kemakmuran dan rezeki. Sehingga siapapun yang memakannya akan mendapatkan berbagai peruntungan yang dapat menghasilkan rezeki di tahun baru ini. Maka dari itu jeruk mandarin menjadi salah satu makanan yang tidak boleh terlewatkan saat Imlek.

Teh Telur

Sumber gambar blog.duniamasak.com

Makanan lain yang menjadi makanan khas Imlek adalah teh telur. Teh yang dimaksudkan disini adalah telur yang direbus dengan menggunakan daun teh, bumbu kecap dan rempah-rempah. Sehingga menghasilkan telur dengan aroma yang menggoda dan lezat. Makanan ini sering kali dikaitkan dengan makna kesuburan dan cocok dikonsumsi oleh pasangan yang ingin mendapatkan banyak berkah pada saat tahun baru.

Lapis Legit

Sumber gambar craftlog.com

Selain kue keranjang, makanan lain yang harus disajikan saat Imlek adalah lapis legit. Kue ini memiliki rasa yang sangat manis. Namun sesuai dengan namanya, yakni lapis legit yang melambangkan kemakmuran dan limpahan rezeki yang berlapis-lapis di tahun yang baru. Tak heran warga Tionghoa selalu menyajikan kue lapis legit ini saat berkumpul dengan keluarga untuk merayakan Imlek.

Ayam, Bebek, dan Babi

Sumber gambar jabar.pojoksatu.id

Hidangan utama yang harus selalu disajikan saat Imlek adalah ayam atau bebek. Di mana kedua hidangan ini memiliki simbol udara yang berarti kesetiaan atau ketaatan. Hidangan ini juga harus disajikan secara utuh dan tidak boleh dipotong, dengan harapan bahwa keluarga yang memakannya akan selalu menjadi keluarga yang utuh dan bahagia.

Babi juga biasa disajikan saat Imlek. Hal ini karena babi sering kali dikenal sebagai hewan yang malas. Maka siapapun yang menyantapnya dianggap tidak akan menjadi pemalas dan membawa banyak rejeki di tahun baru.

From our editorial team

Yuk, Buat Sendiri Makanan Khas Imlek di Rumah

Beberapa makanan khas Imlek diatas merupakan makanan-makanan yang menurut warga
Tionghoa akan membawa keberuntungan bagi mereka sepanjang tahun. Jika Anda ikut merayakan tahun baru Imlek, maka Anda perlu mencoba untuk menyajikan hidangan-hidangan tersebut dan mencoba untuk membuatnya sendiri dirumah. Maka keberuntungan pasti akan selalu menyertai keluarga Anda.