Intip Keindahan Alam Timika Papua dan 8 Rekomendasi Oleh-oleh Timika yang Wajib Dibawa Pulang!

Intip Keindahan Alam Timika Papua dan 8 Rekomendasi Oleh-oleh Timika yang Wajib Dibawa Pulang!

Kamu yang hobi traveling sepertinya harus datang ke Timika, nih! Di balik pedalaman Papua ternyata tersimpan kota kecil nan indah dan modern dan berbagai keindahan alamnya yang bagaikan surga. Tentunya membawa pulang oleh-oleh Timika juga wajib kamu lakukan!

Timika, Salah Satu Destinasi Wisata di Papua dengan Berbagai Keindahan Alamnya

Sumber gambar www.cifor.org

Timika merupakan salah satu kota yang ada di provinsi Papua dan merupakan ibukota dari kabupaten Mimika. Timika telah menjadi wilayah kabupaten otonom sejak tahun 1999. Di kota ini pula berdiri perusahaan tambang emas milik AS, Freeport-McMoran Copper & Gold Inc. yang terkenal itu.

Daerah Timika ini didiami oleh 7 suku asli. Penduduk yang terbesar adalah Kamoro yang mendiami daerah pantai dan Amungme yang mendiami daerah pegunungan. Sementara 5 suku lainnya adalah Lani/Dani, Nduga, Mee, Moni dan Damal.

Nah, selain terkenal dengan pertambangannya, ternyata Timika menyimpan keindahan alam yang mempesona dan kaya akan kebudayaan tradisional. Di daerah Lembah Liem kita bisa menikmati kesenian tradisional, rumah adat, hingga upacara adat suku Dani. Dan tentunya masih banyak lagi kearifan lokal dari Timika yang bisa kita nikmati. Kota eksotis ini patut dijadikan destinasi wisata berikutnya.

Berbagai Destinasi Wisata di Timika

Kuala Kencana

Sumber gambar media.keepo.me

Salah satu destinasi wisata yang ada di Timika adalah Kuala Kencana. Letaknya ada di bagian tengah selatan dataran rendah Papua. Meski wilayah ini masuk dalam Kabupaten Mimika, namun tatanan kota Kuala Kencana jauh lebih modern dan akan terlihat sangat berbeda dengan kota Timika.

Hal ini dikarenakan wilayah Kuala Kencana sepenuhnya dikelola oleh PT. Freeport Indonesia yang telah diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 5 Desember 1995. Kuala Kencana ini dibangun khusus untuk memfasilitasi para karyawan PT. Freeport dan keluarganya.

Oh ya, Kuala Kencana juga menjadi kota pertama di Indonesia dengan sistem saluran air kotor yang langsung disalurkan ke pusat pengolahan limbah. Sampai di Kuala Kencana, kamu akan melihat patung-patung etnik khas Papua, lalu lintas yang tertib, dan jalan aspal yang sangat mulus serta bebas sampah.

Kota kecil ini memiliki kompleks apartemen, permukiman, sekolah lokal dan internasional, klinik, tempat ibadah, lapangan golf dan basket, kolam renang, bank, shopping center, salon, dan berbagai fasilitas umum dan hiburan lainnya.

Kali Kyura

Sumber gambar mimikakab.go.id

Objek wisata yang ada di Timika berikutnya adalah kali Kyura. Lokasinya ada di Jalan Trans Nabire, sekitar 2 jam perjalanan dari Timika. Dan di sini kamu bisa menikmati sejuknya alam pegunungan dan jernihnya bentangan air sungai. Pada sisi sungai juga terdapat tebing bebatuan dan hutan rimba. Di sini kamu juga bisa bermain air, arum jeram, atau berkemah.

Kali Pindah-pindah

Sumber gambar mimikakab.go.id

Satu lagi tempat wisata yang unik dan wajib kamu kunjungi saat datang ke Timika adalah Kali Pindah-Pindah. Untuk sampai ke sini, kamu membutuhkan perjalanan sekitar 1-2 jam dari Timika. Hal yang istimewa dari sungai ini adalah arusnya yang seringkali berubah atau berpindah tanpa sebab, kadang di kiri, kanan, atau tengah.

Sungai ini cocok sekali untuk bersantai karena kamu bisa duduk di bawah pohon rindang sambil melihat pemandangan bebatuan besar dan jernihnya air sungai. Kamu juga bisa merasakan sejuk dan dinginnya air sungai dengan bermain air atau sekadar merendam kaki. Oh ya, pada pinggiran sungai terdapat pohon-pohon cemara yang membuat pemandangan semakin indah.

Taman Nasional Lorentz

Sumber gambar jatim.tribunnews.com

Di Timika juga ada taman nasional Lorentz yang merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara yang luasnya mencapai 2,4 juta hektar. Taman ini menjadi situs warisan dunia UNESCO karena memiliki ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik.

Pada taman ini terdapat sekitar 34 tipe vegetasi yang terdiri dari hutan kerangas, hutan pegunungan, hutan rawa, hutan sagu, dan hutan tepi sungai. Terdapat juga hutan gambut, hutan hujan lahan lereng/dahan, pantai pasir karang, hutan hujan bukit, hutan pegunungan, lumut kerak, dan padang rumput.

Kamu bisa menyaksikan indahnya pantai dengan panorama hutan bakau dan nipah. Di permukaan air pinggir sungainya berjejer akar-akar bakau yang terlihat indah. Selain itu kamu juga bisa melihat indahnya gletser di puncak gunung Cartenz dan panorama air terjun.

Jangan Lupa Membeli Oleh-oleh Saat Berada di Timika, ya!

Alat Musik Tifa

Sumber gambar www.gotravelly.com

Nah, oleh-oleh yang bisa kamu bawa pulang dari Timika yang pertama adalah alat musik tifa. Alat musik ini mirip dengan gendang dan merupakan alat musik khas dari Maluku dan Papua. Masyarakat dari suku-suku di Papua menyebutnya juga dengan kandara, sirep, wachu, dan eme.

Pinggirannya terbuat dari kayu dan bagian permukaannya terbuat dari kulit rusa sehingga menghasilkan suara yang merdu saat dipukul. Alat musik ini sering dimainkan untuk mengiringi tari-tarian tradisional dan acara adat lainnya.

Saat menghampiri toko penjual souvenir yang ada di Jl. Budi Utomo, Kwamki, Kec. Mimika Baru, kamu akan bisa menemukan alat musik tifa yang bisa dijadikan oleh-oleh Timika. Harganya juga bervariasi mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Tas Noken

Sumber gambar nasional.republika.co.id

Tas noken juga merupakan oleh-oleh Timika yang bisa kamu beli, nih. Tas noken merupakan tas tradisional masyarakat Papua yang terbuat dari serat kulit kayu. Pada 4 Desember 2012, tas unik ini sudah didaftarkan ke UNESCO dan menjadi salah satu hasil karya tradisional dan warisan kebudayaan dunia, lho.

Orang Papua biasanya menggunakan tas ini di atas kepala untuk membawa barang-barang kebutuhan. Tas noken bisa kamu dapatkan di toko-toko suvenir yang ada di Jl. Ahmad Yani atau Jl. Budi Utomo, Kwamki. Tas noken dijual mulai dari harga Rp 100.000 hingga Rp 200.000.

Ukiran Kayu

Sumber gambar www.gotravelly.com

Dari pesisir selatan Papua kabupaten Mimika, ada seni ukir dari suku Kamoro yang perlu dilestarikan. Motif dan corak ukirannya menggambarkan sejarah masa lalu. Oleh karena itu, kerajinan ukiran kayu dari Papua ini bisa menjadi oleh-oleh Timika yang patut kamu bawa pulang untuk dijadikan pajangan. Ukiran dipahat pada kayu atau kulit kayu dan dibuat sangat halus, indah, serta unik. Ukiran kayu ini bisa dibeli di toko suvenir yang terdapat di Jl. Kebun Sirih, Timika Jaya.

Olahan Buah Merah

Sumber gambar www.genagraris.id

Buah merah merupakan endemik khas Papua yang mirip dengan buah nangka, namun lonjong seperti pepaya. Bagian luar buah yang bernama latin Pandanus conoideus ini diolah menjadi ekstrak minyak yang harganya mencapai Rp 1.500.000 per liter, lho!

Buah merah diketahui juga memberikan manfaat untuk kesehatan dan dapat mengobati berbagai penyakit. Masyarakat Papua biasanya mengolah buah merah dengan direbus, dipanggang, atau dimakan langsung.

Ada pula yang menjadikan buah merah sebagai bumbu masakan dengan mengolahnya menjadi saus yang kental. Buah merah ini bisa kamu beli di toko suvenir atau toko obat yang ada di Timika yang dijual sekitar Rp 20.000 per buah.

Sarang Semut

Sumber gambar www.gotravelly.com

Sarang semut atau genus myrmecodia juga menjadi oleh-oleh Timika yang bermanfaat untuk mengobati beberapa penyakit. Dalam sarang semut yang merupakan tumbuhan epifit (menumpang hidup pada pohon lain) asal Asia Tenggara ini terkandung senyawa aktif polifenol. Senyawa ini berperan sebagai zat antidiabetes, antimikroba, dan antikanker.

Kamu bisa menemukan sarang semut yang sudah dikemas dalam bentuk kering, serbuk, atau juga yang masih basah diambil langsung dari habitatnya. Kamu dapat membelinya di toko obat yang ada di Timika, harganya mulai dari Rp 50.000 per 500 gram untuk sarang semut hitam mentah dan Rp 75.000 untuk yang serbuk.

Kopi Amungme

Sumber gambar rumahtani.id

Oleh-oleh Timika yang bisa kamu bawa pulang selanjutnya adalah kopi amungme. Terbuat dari varietas khusus kopi arabika yang ditanam selama 40 tahun pada ketinggian 1.400–2.000 meter sehingga menghasilkan cita rasa yang enak dan berbeda dari kopi lainnya.

Kopi yang dulunya ditujukan untuk kalangan ekspatriat di kawasan Tembagapura ini sudah masuk pasar internasional dan kini sudah tersebar di negara-negara AS dan masuk gerai Starbucks, lho! Sebagai oleh-oleh, kamu bisa membawa pulang bubuk kopi amungme atau biji kopi yang masuk utuh.

Untuk mendapatkannya, kamu bisa membeli kopi amungme di supermarket Kuala Kencana dan Tembagapura. Bisa juga langsung datang ke unit pengolahan kopi amungme di Timika. Harga kopi ini dibanderol mulai dari Rp 50.000.

Koteka

Sumber gambar www.genpi.co

Koteka merupakan pakaian asli Papua untuk menutup area kemaluan pria yang terbuat dari kulit labu air, Lagenaria siceraria. Pakaian ini membuat pria Papua lebih leluasa bergerak dalam hutan dan koteka pun dibedakan berdasarkan jenisnya.

Ada yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan ada pula yang khusus untuk upacara adat. Biasanya koteka digunakan oleh suku Moni dan Dani di Wamena. Suvenir unik yang menjadi oleh-oleh Timika ini ada yang berwarna, polos, atau dengan tambahan hiasan seperti bulu-bulu.

Kamu bisa membelinya dalam kisaran harga Rp 20.000 - Rp 30.000 yang bisa ditemukan di toko-toko suvenir Timika. Namun, kamu perlu hati-hati dalam membawanya karena koteka mudah patah jika terbentur.

Kepiting Karaka

Sumber gambar www.publicapos.com

Oleh-oleh Timika terakhir yang terkenal lezat adalah kepiting karaka yang dagingnya manis, tebal, dan lezat. Makin besar ukuran kepiting, maka makin sedap pula daging yang dimilikinya. Di banding kepiting lain, kepiting karaka diklaim tinggi kandungan omega 3, mengandung antioksidan, dan rendah lemak.

Komoditi lokal unggulan Papua ini juga diketahui dapat mengobati kanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menjadikan kita awet muda, lho! Kepiting ini hidup di pedalaman hutan bakau pesisir pantai Papua.

Ciri-ciri dari kepiting karaka adalah cangkangnya yang sangat keras dan warnanya kehitaman. Kepiting karaka dijual seharga Rp 100.000 - Rp 200.000 per kilogram dan kamu bisa menemukannya di pasar-pasar tradisional.

From our editorial team

Yuk, Atur Jadwal dan Budjet untuk Jalan-jalan ke Timika!

Sebagai seorang petualang tentunya kamu juga harus coba menjelajah alam Timika nan indah. Objek wisata alam seperti Taman Nasional Lorentz jadi destinasi yang tak bisa kamu lewatkan karena keindahannya yang tak bisa diukir dengan kata-kata. Yuk, mulai atur jadwal untuk bertualang ke Timika dan nikmati surga tersembunyi yang ada di negeri sendiri.