Baca juga

Tips Menanam Cabe Rawit

Menanam cabe rawit membutuhkan beberapa tips untuk meraih hasil yang baik. Pertama, persiapkan lahan atau pot yang akan digunakan. Pastikan media tanam terdiri dari campuran tanah yang subur, pupuk kompos, dan pasir untuk meningkatkan drainase. Penyiraman harus dilakukan secara teratur, namun hindari genangan air yang berlebihan agar akar tidak membusuk. Tempatkan tanaman di area yang mendapatkan sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari.

Selanjutnya, pilih bibit cabe rawit yang berkualitas dan sehat. Jika memungkinkan, dapatkan bibit dari petani yang terpercaya. Sebelum menanam bibit, rendam dalam larutan air dengan campuran pupuk organik selama beberapa jam untuk memperkuat pertumbuhan akar. Tanam bibit dengan kedalaman sekitar 2-3 cm dan jarak antara tanaman sekitar 20-30 cm.

Selama proses pertumbuhan, berikan pemupukan secara rutin. Gunakan pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Jaga kebersihan area tanam dengan membersihkan gulma yang tumbuh dan memangkas daun yang sudah tua atau rusak. Setelah sekitar 2-3 bulan, cabe rawit akan siap dipanen. Panen cabe rawit secara bertahap dengan memetik buah yang sudah matang, baik berwarna hijau atau merah. Dengan memperhatikan langkah-langkah ini, Anda dapat menikmati panen cabe rawit yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Rekomendasi Benih Cabe Rawit Unggul Tahan Penyakit dan Berukuran Besar

Dewata 43 F1

DEWATA 43 F1 adalah cabai rawit hibrida yang direkomendasikan untuk pertumbuhan di dataran rendah hingga tinggi. Dengan tipe pertumbuhan yang menyemak, potensi hasilnya mencapai 0,6-0,8 kg per tanaman. Dalam satu kilogram cabai, terdapat sekitar 450-500 buah dengan panjang rerata 4-5 cm dan diameter 0,6-0,7 cm.

Umur panen berkisar antara 70-75 hari setelah tanam, tergantung pada kondisi geografis. DEWATA 43 F1 dapat dipanen dalam tiga tingkat kematangan dengan perubahan warna menjadi kuning, oranye, dan merah cerah. Merek bibit unggul ini sangat cocok untuk ditanam, namun perlu dihindarkan dari daerah yang endemik layu bakteri.

Harga: Rp. 10.650-86.000

Shypoon

Cabe varietas Shypoon F1 adalah produk unggulan dari PT Halbanero. Cabe Shypoon merupakan cabe rawit dengan potensi hasil tinggi, toleran terhadap virus dan antraknosa, serta cocok ditanam di dataran rendah hingga tinggi. Tanaman ini memiliki cabang yang banyak dan menghasilkan buah lebat, kompak, dan seragam. Buahnya berbentuk kerucut dengan panjang sekitar 6-7 cm dan diameter 0,9-1,3 cm. Cabe Shypoon memiliki rasa pedas yang ideal untuk digunakan dalam pembuatan sambal dan olahan lainnya. Masa panen rata-rata adalah 85 hari setelah tanam, dengan potensi hasil mencapai 14-17 ton per hektar.

Benih ini memiliki tingkat kemurnian sekitar 98% dan daya tumbuh sebesar 95%. Dengan tinggi tanaman mencapai sekitar 2 meter, cabe Shypoon sangat cocok untuk ditanam di daerah dataran rendah hingga tinggi. Rekomendasi jarak tanam adalah 50 x 60 cm. Untuk meningkatkan hasil panen dan daya tahan tanaman, disarankan penggunaan pupuk organik atau pupuk kandang yang sudah matang, serta pengaplikasian agen hayati yang sesuai. Penggunaan pestisida juga perlu dilakukan dengan tepat sasaran, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara. Cabe Shypoon adalah pilihan yang baik untuk petani yang menginginkan hasil cabe rawit yang berkualitas dan produktivitas yang tinggi.

Harga: Rp. 25.000-168.000

Nirmala F1

Produk yang direkomendasikan adalah benih cabai rawit varietas Nirmala dari Panah Merah. Benih ini dikemas dalam kemasan repacking ziplock dengan isi sebanyak 25 butir. Varian ini dapat ditanam di bedengan, pot, polybag, atau sistem hidroponik. Cabe rawit Nirmala memiliki ukuran yang cukup besar dengan panjang sekitar 4-5 cm dan diameter 0,6-0,7 cm.

Varietas ini merupakan salah satu yang sering ditemui di pasaran. Umur panen bervariasi tergantung pada kondisi penanaman dan kesuburan tanah, namun secara umum cabe ini dapat dipanen dalam waktu 80-85 hari setelah tanam dengan potensi hasil mencapai 0,8 kg per tanaman. Benih Nirmala juga memiliki tingkat daya tahan yang sedang terhadap bakteri Pseudomonas Solanacearum.

Harga: Rp. 2.500-4.500

Sonar F1

Cabe rawit Hibrida SONAR merupakan varietas unggul dengan ciri-ciri seperti tanaman tegak, buah lebat, dan berwarna hijau gelap saat muda yang berubah menjadi merah mengkilat saat matang. Cabe ini cocok untuk ditanam di daerah dataran rendah hingga menengah, dengan umur panen sekitar 73 hari setelah pindah tanam dan potensi hasil mencapai 20 ton per hektar. Varian ini memiliki ukuran buah sekitar 5,5 cm panjang dan 0,6 cm diameter, dengan rasa yang sangat pedas. Cabe Hibrida SONAR juga tahan terhadap serangan layu bakteri dan fusarium, serta memiliki daya simpan yang lama.

Selain itu, terdapat juga benih cabe hijau yang tahan penyakit, terutama antraknosa. Benih ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap virus, antraknosa, dan layu bakteri. Meskipun cabe hijau memiliki ukuran yang lebih kecil dan harganya lebih murah dibandingkan cabe rawit putih, varietas cabe rawit Hibrida SONAR ini memiliki produktivitas yang tinggi. Meskipun demikian, harganya bisa melambung di pasaran karena keunggulan dan popularitasnya.

Harga: Rp. 78.000-233.000

Cakra Putih

Cakra putih adalah varietas cabe rawit yang populer dengan kulit buah berwarna putih kekuningan yang berubah menjadi merah saat matang. Buahnya berukuran ±3 cm panjang dan ±0,75 cm diameter, dengan rasa yang sangat pedas. Tanaman ini tumbuh dengan kuat dan memiliki banyak percabangan, menghasilkan sekitar 700 buah per tanaman. Cabe rawit cakra putih dapat dipanen sekitar 90 hari setelah tanam, dengan potensi hasil mencapai ±12 ton per hektar.

Selain itu, pilihan lain untuk cabe rawit adalah cakra putih. Cabe ini memiliki warna putih kekuningan yang berubah menjadi merah ketika matang. Tumbuhan cabe cakra putih mudah dibedakan dan memiliki cabang yang banyak serta tahan terhadap penyakit seperti antraknosa. Panen cabe cakra putih dapat dilakukan sekitar 105 hari setelah tanam.

Harga: Rp. 35.000-128.000

Bara

Cabe rawit bara adalah varietas cabe non-hibrida lokal yang direkomendasikan untuk ditanam di dataran rendah hingga tinggi. Tanaman ini tumbuh tegak dan produktif, dengan buah yang lebat dan berwarna hijau terang. Cabe rawit bara tahan terhadap layu bakteri dan memiliki potensi hasil 9-10 ton per hektar. Umur panen biasanya berkisar antara 75-100 hari setelah tanam.

Untuk menumbuhkan cabai rawit bara, disarankan menggunakan tanah yang digemburkan dan campuran pupuk kandang. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari layu akibat sinar matahari. Bibit yang telah memiliki lima helai daun dapat ditanam, dan setiap tanaman bisa menghasilkan sekitar 0,4-0,6 kg cabai.

Harga: Rp. 11.500-47.000

Ori 212

Ori 212 adalah varietas cabe rawit non-hibrida yang memiliki karakteristik buah kecil, pedas, dan berbentuk bulat pipih dengan ujung tumpul. Buahnya memiliki warna hijau kekuningan saat muda dan berubah menjadi merah orange saat matang. Benih Ori 212 dari CV Aura Seed memiliki banyak keunggulan, seperti toleransi terhadap penyakit antraknosa, kemampuan tahan simpan dan pengangkutan jarak jauh, serta ketahanan terhadap serangan hama Aphid. Dengan keunggulan-keunggulannya tersebut, Ori 212 telah terbukti menjadi varietas cabe rawit unggul. Benih kualitas terbaik Ori 212 tersedia dalam kemasan sachet dengan berat 10 gram.

Harga: Rp. 60.000-98.000

Botani Gatra Putih

Botani Gatra Putih merupakan varietas unggul cabai rawit dengan rasa tidak terlalu pedas. Benih ini diproduksi oleh Botani Seed dengan dukungan dari Institut Pertanian Bogor, yang terkenal sebagai pemasok benih berkualitas. Cabe rawit Gatra Putih memiliki umur panen antara 95-105 hari dengan potensi hasil hingga 17 ton per hektar. Benih ini direkomendasikan sebagai pilihan yang menguntungkan bagi para petani. Tanamlah cabai sendiri dengan Benih Botani Gatra Putih untuk mendapatkan hasil panen yang lebih banyak, hemat, dan berkualitas tinggi. Selain itu, cabai rawit juga memiliki manfaat kesehatan, seperti membunuh sel kanker, melancarkan pencernaan, dan meningkatkan kinerja otak.

Harga: Rp. 10.000-49.000

Bonita IPB

Cabai Rawit Bonita IPB adalah varietas cabai spesial yang dikembangkan oleh tim pemulia dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB. Varian ini memiliki produktivitas tinggi dengan bobot buah antara 2,68-3,38 gram dan dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Cabai Bonita memiliki ukuran buah yang relatif besar dan memiliki rasa yang sangat pedas. Varian ini dianggap sebagai salah satu varietas unggul dalam kelompok cabai rawit.

Harga: Rp. 13.000-70.000

Pusaka 18

Pusaka 18 adalah varietas unggul benih cabe rawit tahan penyakit dari Tiga Bintang. Varian ini cocok digunakan oleh petani dalam budidaya cabai. Pusaka 18 memiliki berbagai keunggulan, seperti buah berukuran besar, adaptasi yang baik di berbagai daerah dari dataran rendah hingga tinggi serta saat musim hujan atau kemarau, tanaman yang kuat, dan dapat dipanen setelah sekitar 90 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil panen sekitar 0,7 kg per tanaman. Benih Pusaka 18 tersedia dalam kemasan sachet dengan isi bersih seberat 10 gram.

Harga: Rp. 53.000-276.000

Mhanu

Cabe rawit Mhanu F1, varietas terbaru dari PT Halbanero, adalah pilihan tepat bagi petani. Benih cabe rawit ini memiliki produktivitas tinggi dengan potensi hasil mencapai 24 ton per hektar. Tahan terhadap virus dan antraknosa, serta cocok ditanam di berbagai jenis dataran. Umur panen normalnya adalah 85 hari setelah tanam, dan pemupukan yang tepat serta penggunaan agen hayati dapat meningkatkan hasil panen.

Bibit cabe unggul MHANU, dengan kemasan 10 gram per sachet, adalah solusi yang mudah ditanam di dataran rendah hingga tinggi. Tanaman ini memiliki pertumbuhan tegak, buah lebat, dan berwarna putih gading saat muda kemudian berubah menjadi merah mengkilat saat matang. Toleran terhadap penyakit layu bakteri dan memiliki potensi hasil mencapai 10 ton per hektar. Bibit ini sangat cocok untuk petani yang mencari bibit cabe rawit yang berkualitas dan mudah perawatannya, serta dapat dipanen sekitar 85 hari setelah tanam.

Harga: Rp. 29.500-173.000

Santika

Cabai rawit SANTIKA F1 adalah varietas yang cocok ditanam di berbagai jenis dataran, baik rendah maupun tinggi. Tahan terhadap penyakit layu bakteri dan dapat dipanen mulai dari usia 80-85 hari setelah tanam. Ukuran buahnya antara 3-3,5 cm dengan diameter 0,5-0,7 cm, dan memiliki potensi hasil mencapai 13-15 ton per hektar.

Cabai santika merupakan varietas berukuran kecil yang memiliki warna hijau saat masih muda dan berubah menjadi merah ketika matang. Varietas ini diproduksi oleh East West Seed Indonesia dan cocok untuk dikonsumsi bersama gorengan.

Harga: Rp. 2.900-95.000

Bhaskara F1

Cabai rawit Bhaskara F1 merupakan varietas unggul tahan penyakit yang diproduksi oleh PT Bisi International. Varietas ini cocok untuk budidaya cabai dengan berbagai keunggulan, seperti ukuran buah yang besar, adaptasi baik di dataran rendah, dan dapat dipanen dalam waktu singkat sekitar 64 hari setelah tanam dengan potensi hasil panen mencapai 0,8 kg per tanaman.

Bhaskara F1 tersedia dalam kemasan sachet dengan isi 10 gram, dan banyak dipilih oleh petani untuk budidaya cabai. Varietas ini memiliki daya adaptasi yang baik dan tanaman yang kuat, serta memberikan hasil panen yang melimpah.

Harga: Rp. 11.000-166.000

Domba Ijo

Cabe rawit unggul Domba Ijo dari PT Dinasty Inti Agrosarana (Benih Inti) adalah varietas cabe rawit terbaru dengan kualitas terbaik. Domba Ijo memiliki tanaman yang kuat dan adaptasi baik di dataran rendah hingga tinggi, serta tahan terhadap penyakit dan hama. Varietas ini dapat dipanen setelah sekitar 80 hari setelah tanam dengan potensi hasil panen mencapai 1,5 kg per tanaman.

Benih cabe rawit Domba Ijo tersedia dalam kemasan sachet dengan isi bersih 10 gram. Varietas ini sangat cocok untuk budidaya cabai dan menawarkan peluang usaha yang menguntungkan. Cabe rawit Domba Ijo memiliki popularitas tinggi di pasaran karena dapat dikonsumsi segar atau diolah, baik dalam bentuk muda maupun matang.

Harga: Rp. 91.000-120.000

Red Kriss

Cabe Red Kriss adalah varietas cabe impor asal Jepang yang memiliki ketahanan terhadap penyakit antraknosa. Benih cabe ini telah melewati rekayasa genetik untuk menghasilkan tanaman cabe yang unggul dan tahan terhadap antraknosa. Varietas ini sangat cocok untuk ditanam pada awal musim hujan karena memiliki tingkat produksi yang tinggi serta ketahanan yang baik terhadap penyakit tersebut.

Harga: Rp. 125.000-255.000
From our editorial team

Benih Cabe Rawit Unggul Tahan Penyakit: Solusi Terbaik untuk Hasil Panen Berkualitas

Dapatkan benih cabe rawit unggul tahan penyakit ini sekarang juga dan nikmati hasil panen berkualitas yang melimpah. Jadikan kebun Anda subur dengan tanaman cabe rawit yang sehat, kuat, dan produktif. Segera pesan benih unggul ini dan rasakan perbedaannya dalam hasil panen Anda!