Parents, Bingung Memberikan Menu Camilan yang Baik untuk Anak 1-2 tahun? Yuk, Baca Artikel Ini!

Makanan yang diberikan untuk anak tak boleh sembarangan, lho. Berbeda dengan orang dewasa, anak umur 1-5 tahun sedang dalam masa penting. Sehingga tentu makanannya harus bergizi. Artikel ini akan membantu Anda untuk memilihkan camilan yang bergizi agar anak bisa tumbuh dengan sehat.

Makanan Anak 1-2 Tahun Sangat Penting Bagi Pertumbuhannya

Bagi orang tua yang baru pertama kali memiliki bayi, tentu merasa bingung dalam memilih jenis makanan yang tepat. Perlu Anda ketahui bahwa makanan bukan sekadar hanya untuk sumber energi saja, namun harus menunjang pertumbuhan dan perkembangan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa makanan merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi.

Memilih camilan untuk anak-anak berusia 1-2 tahun memang terbilang susah. Selain harus hati-hati dalam memilih, tentu Anda juga harus menyesuaikan camilan yang diberikan pada si anak yang sesuai dengan gizi yang dibutuhkan oleh tubuhnya setiap hari.

Inilah tantangannya, selain perlu memikirkan makanan yang cocok, kesulitan lain ialah menghadapi anak yang susah makan dan sangat pemilih dalam hal makanan. Sehingga waktu makan menjadi sangat sulit dan cukup melelahkan.

Ciri Bayi yang Mulai Siap Belajar Makan

Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang camilan bayi, kita bahas bersama tentang ciri kesiapan bayi untuk belajar makan, yuk. Karena sebenarnya tak hanya faktor usia yang sudah memasuki 6 bulan, terdapat beberapa faktor lain juga yang dapat dijadikan tanda bayi mulai siap makan.

Suka Memasukkan Tangan atau Mainan Ke Mulut

Selain faktor usia, terdapat pula beberapa tanda atau gejala yang bisa dijadikan indikator bagi Anda (khususnya para ibu) untuk mengetahui bahwa si bayi sudah siap dengan makanan padat pertama pasca menyusui. Tanda ini biasanya bisa dilihat dari gejala yang ditunjukkan oleh si bayi, misalnya tanda bahwa si bayi senang memasukkan tangan ke dalam mulut mereka. Terkadang hal ini bisa saja disebabkan si anak mulai lapar, lho. Jadi segera siap-siap untuk waktu makan, ya!

Sudah Bisa Duduk Tegak

Ciri kedua ini adalah yang sering disalahartikan oleh para orang tua perihal tanda-tanda kesiapan makan si kecil. Pada banyak kasus, kemampuan bayi untuk duduk dan mengontrol kepala dan leher sering dijadikan pedoman bahwa ia siap makan. Padahal banyak bayi-bayi di usia 3-4 bulan sudah bisa mengangkat kepala. Namun bukan berarti si kecil sudah siap makan, loh, Bunda!

Baik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia maupun organisasi kesehatan dunia WHO sama-sama menggunakan patokan usia untuk menandakan kesiapan makan pertama pada bayi, yaitu saat bayi menginjak usia 6 bulan. Pada usia ini, selain sudah memiliki sistem pencernaan yang cukup matang, kebutuhan nutrisi bayi juga sudah tidak bisa lagi terpenuhi dari ASI saja.

Pada umumnya, sejak bayi sudah menginjak usia 4-5 bulan, ia juga sudah dapat menegakkan kepalanya karena lehernya sudah kuat. Hal ini tentu membuat leher si bayi lurus dan mampu untuk menelan makanan padatnya.

Nah, bila si bayi belum dapat menegakkan kepalanya dengan baik meskipun sudah berusia 6 bulan, sebaiknya Anda harus menunda dulu untuk memberi makanan padat pada si kecil. Tunggu sampai si kecil dapat menegakkan kepalanya tanpa kesulitan atau bahkan duduk sendiri tanpa bantuan.

Menunjukkan Ketertarikan dengan Makanan

Ciri terakhir ini adalah tanda-tanda alamiah, yakni si kecil yang menunjukkan ketertarikan kepada makanan. Tanda ini bisa Anda lihat, apakah setiap kali melihat orang lain makan si kecil mengecap lidahnya atau ketika disodorkan makanan di hadapannya mulutnya langsung terbuka seakan meminta makanan?

Atau Anda juga bisa mengecek terlebih dahulu dengan memberinya ASI namun ia tetap menunjukkan keinginannya akan makanan. Jika si kecil sudah menunjukan ciri-ciri tersebut, tentu ia sudah siap makan selain ASI. Tetapi apakah Anda masih bingung untuk memberi menu makanan untuk si kecil yang sesuai dengan tumbuh kembangnya? Nah, berikut rekomendasinya.

Kreasi Cemilan untuk Anak Usia 1-2 Tahun

Bunda, BP-Guide punya beberapa rekomendasi resep camilan yang sangat baik baik untuk si kecil, lho. Selain bergizi, resep-resep ini juga mudah dibuat dan bahannya mudah didapatkan. Sangat praktis namun tetap bergizi.

Yoghurt dan Keju

Yogurt sebetulnya sudah boleh dikonsumsi oleh bayi sejak berumur 7 bulan di mana ia sudah lulus ASI eksklusif selama 6 bulan. Organ pencernaan bayi pada usia 7 bulan juga sudah berfungsi dengan baik sehingga sudah boleh dikenalkan dengan yoghurt. Tetapi, Anda juga harus memperhatikan, yoghurt untuk bayi tentu bukan sembarang yoghurt.

Yoghurt yang boleh diberikan untuk bayi adalah yoghurt yang mengandung Bifidobacterium sp yang menghasilkan asam laktat tipe LL (+). Selain itu sebaiknya pilih jenis yoghurt yang tidak menggunakan bahan tambahan pewarna atau perasa agar lebih alami, seperti yoghurt plain.

Keju juga merupakan makanan yang aman untuk si kecil yang sudah siap makan, lho. Hal itu karena keju berasal dari berbagai susu yang kaya akan manfaat. Nah, pastikan keju yang akan Anda berikan pada anak adalah keju yang sudah dipasteurisasi dan bukan merupakan keju olahan.

Keripik Sayur dan Buah

Makanan kedua yang cocok untuk si kecil adalah keripik sayur atau buah. Selain mudah dibuat, tekstur yang renyah tentu akan membuat makanan ini lebih disukai oleh si kecil. Anda juga tidak perlu khawatir dengan kandungan gizinya, pastinya keripik sayur dan buah bisa jadi camilan yang sehat untuk si kecil.

Anda juga bisa, lho, membuat makanan yang satu ini di rumah. Selain resep di bawah, Anda juga bisa berkreasi dengan buah atau sayuran yang lain.

Bahan utama:

  • 1 ikat bayam merah, ambil daunnya dan cuci bersih.
  • 1 buah wortel impor, cuci bersih dan iris tipis memanjang.

Bahan pencelup:

  • 100 gr tepung protein rendah
  • 1 sdt tepung tapioka
  • 1 sdt garam
  • 1/4 sdt lada bubuk atau sesuai selera
  • 1/4 sdt ketumbar bubuk
  • 125 ml air

Cara membuat:

  • Campur semua bahan pencelup, kecuali air, lalu aduk rata.
  • Tambahkan air sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil terus diaduk hingga agak kental.
  • Panaskan minyak dalam wajan. Celupkan sayuran dalam bahan pencelup, lalu goreng hingga kuning kecokelatan.
  • Angkat, tiriskan.

Smoothies

Tentu Anda sudah tahu bahwa sayur dan buah merupakan bahan makanan sehat yang harus dikonsumsi oleh anak. Selain dalam bentuk sup dan jus, bahan ini juga bisa dihidangkan dalam bentuk smoothie, yang tentunya akan lebih terasa enak.

Dengan bahan baku utama berupa buah-buahan, sayuran, gula, susu tawar cair, dan es batu. Tentu smoothies menjadi pilihan yang tepat untuk si kecil yang baru bisa makan. Jika Anda masih ragu, nih, kami rekomendasikan resep untuk membuat smoothies yang cocok untuk si buah hati.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 4 buah pisang raja, kupas, kemudian potong dengan bentuk dan ukuran sesuai selera.
  • 6 buah stroberi, bersihkan dengan air mengalir, kemudian masing-masing dibelah menjadi 2 bagian.
  • 800 ml susu segar.
  • Madu secukupnya.

Cara pembuatan:

  • Masukkan semua bahan yang sudah disiapkan ke dalam blender, lumatkan sampai mendapatkan tekstur yang lembut.
  • Tuangkan ke wadah saji.
  • Simpan di dalam kulkas sampai suhunya menjadi dingin.
  • Keluarkan smoothies dari kulkas, smoothies untuk anak dan balita siap dihidangkan.

Pure Labu Kuning

Makanan selanjutnya adalah labu kuning. Dengan kandungan karbohidrat, serat, serta berbagai jenis vitamin dan mineral tentu si kecil tak akan kekurangan gizi untuk menjalani aktivitasnya. Teksturnya yang lembut dan kaya nutrisi menjadikan labu kuning sangat efektif sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). Kandungan nutrisi pada labu kuning sangat banyak sehingga menjadikan makanan yang satu ini bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang bayi.

Nah, olahan labu kuning yang sering disajikan pada si kecil biasanya disajikan dalam bentuk bubur atau puree. Labu kuning hanya cukup direbus kemudian dihaluskan dan bisa langsung diberikan untuk si kecil. Labu kuning juga sangat mudah diperoleh. Oh ya, Anda juga bisa mengkreasikannya dengan bahan makanan lain seperti ubi dan juga kentang.

Roti Panggang Selai Buah

Makanan selanjutnya yang cocok untuk si kecil ialah roti panggang. Apalagi dengan kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh, roti panggang tentu sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang si kecil. Nah, hal yang harus Anda perhatikan adalah karena kebanyakan anak-anak pemilih dalam menentukan makanan, termasuk dalam memilih roti. Pastikan juga roti yang Anda sajikan ini mempunyai khasiat yang baik untuk si kecil.

Anda juga harus memastikan roti yang dipanggang bertekstur lembut, ya. Karena roti yang keras tentu tidak disukai oleh si kecil. Nah, berikut adalah resep roti panggang yang pas buat si kecil, yaitu roti panggang selai alpukat.

Bahan utama:

  • 5 lembar roti tawar
  • 2 sdm margarin
  • 100 gram alpukat, haluskan
  • 2 sdm gula pasir
  • 100 ml air
  • Garam secukupnya

Cara membuat:

  • Untuk membuat selai: aduk rata alpukat, gula pasir dan air serta garam.
  • Panaskan hingga meletup dan kental. Sisihkan hingga dingin.
  • Siapkan roti tawar, tata dalam piring datar.
  • Oleskan margarin pada satu sisi.
  • Panggang hingga kecokelatan. Angkat.
  • Tata roti tawar dalam piring saji.
  • Oleskan selai alpukat.
  • Siap disajikan.

Buah Kering dan Kismis

Selanjutnya ada kismis, yakni bentuk kering dari buah yang dipanaskan dengan bantuan sinar matahari atau melalui proses pemanasan dalam oven. Dengan rasa yang manis dan legit, meskipun berukuran kecil, kismis tentu menjadi makanan yang disukai si kecil. Nah, kismis juga dapat mengalami proses kristalisasi gula apabila disimpan dalam waktu yang lama, sehingga menyebabkan kismis memiliki rasa yang manis, lho.

Kismis yang berasal dari buah anggur (hijau atau hitam) yang dikeringkan ini juga memiliki banyak manfaatnya. Yaitu kismis kaya akan serat yang bisa membantu pencernaan. Seperti buah kering lainnya, kismis sarat akan fruktosa dan glukosa dan memberi banyak energi bagi tubuh. Jadi kismis selain baik untuk mereka yang ingin bentuk tubuh ideal juga cocok untuk meningkatkan berat badan tanpa menambah kolesterol dengan kandungan gulanya.

Selain menyimpan kalsium yang baik untuk tulang, kismis juga memiliki fungsi antioksidan dan baik untuk kesehatan dan kerusakan mata. Dan kismis juga memegang peranan penting dalam melindungi gigi dari pembusukan, karang gigi, dan sebagainya. Wah, kaya manfaat, ya!

Sereal Gandum

Makanan selanjutnya adalah sereal gandum. Sereal juga memiliki berbagai kandungan yang pas juga, lho, untuk kebutuhan gizi si kecil, yakni memberikan berbagai macam nutrisi, termasuk karbohidrat, protein, lemak, gula, serat serta beberapa vitamin dan mineral. Apabila jika Anda memilih sereal yang terbuat dari gandum utuh, si kecil tentu akan mendapat nutrisi tambahan yang diperlukan oleh tubuhnya karena masih terdapat semua bagian yang dapat dimakan dari gandum.

Dengan seluruh kandungan serat, mineral dan nutrisi yang ada dalam gandum utuh, sereal gandum ini tentu bisa dikonsumsi secara berkala untuk si kecil sehingga dapat meningkatkan kesehatannya. Selain itu manfaat gandum utuh yang terdapat dalam sereal gandum juga sudah tidak perlu diragukan khasiatnya.

Agar-Agar

Nah, makanan ini tentu sudah tidak asing lagi. Selain rasanya manis dan enak, agar-agar juga gampang dikonsumsi juga oleh si kecil jadi Anda tidak perlu khawatir. Selain itu, agar kandungan nutrisi untuk si kecil tetap terjaga, sebaiknya Anda membuat sendiri agar-agar untuknya agar Anda sendiri dapat memastikan kebersihan dan bahan yang terdapat dalam agar-agar tersebut.

Jika Anda bingung, berikut ini adalah resep untuk membuat agar-agar yang pas untuk si kecil, yaitu agar-agar labu siam-wortel. Ya, tentu saja Anda dapat membuat agar-agar dari bahan sayuran.

Bahan yang diperlukan:

  • Labu siam dan wortel
  • Susu UHT
  • Air secukupnya
  • Bubuk agar-agar tawar
  • Gula atau madu

Tahap membuat:

  • Parut labu siam dan wortel, ukurannya sesuai selera saja (sebaiknya diparut masih berbentuk serat yang kasar, jangan terlalu halus karena anak di atas 2 tahun sudah dapat mengunyah makanan padat.
  • Larutkan susu (bisa UHT atau sufor) dengan air sesuai ukuran yang dibutuhkan.
  • Masukkan bubuk agar-agar sekitar 2 sendok makan ke dalam larutan susu, aduk hingga rata.
  • Panaskan panci berisi larutan susu dan agar-agar dengan api kecil.
  • Masukkan parutan labu siam dan wortel, aduk rata.
  • Beri gula sedikit saja jika mau (sebaiknya rasa agar-agar jangan sampai manis tapi suam-suam saja manisnya. Jika dirasakan orang dewasa hambar).
  • Aduk terus hingga masak, lalu angkat.
  • Dinginkan dalam lemari pendingin.
  • Tunggu sekitar 1-2 jam dan siap disajikan.

Chocolate Mousse Oat

Di antara sekian banyak jenis makanan yang direkomendasikan untuk anak, salah satunya dari kelompok biji-bijian yaitu oat. Sumber makanan tersebut biasanya diolah menjadi berbagai produk makanan seperti sereal, oat flakes, dan olahan lainnya.

Hal yang menyebabkan jenis makanan ini begitu istimewa adalah kandungan nutrisinya. Dibandingkan dengan beras, gandum, dan jagung, oat dinilai lebih kaya akan protein, lemak, kalsium, zat besi, magnesium, zink, mangan, vitamin B1, vitamin E, dan asam folat. Komponen lain yang menjadi kelebihan oat adalah kandungan serat dan karbohidrat kompleksnya. Nah, berikut ini adalah resep chocolate mousse oat yang bisa Anda buat sebagai hidangan untuk si kecil.

Bahan utama:

  • 100 ml susu cair
  • 1 butir telur
  • 50 gr cokelat masak
  • 1 sendok makan oatmeal atau sereal gandum

Cara pembuatan:

  • Tim cokelat masak hingga meleleh. Sisihkan.
  • Campur susu dan telur, masak di api kecil sambil diaduk. Campurkan oat, angkat setelah mengental.
  • Campur cokelat leleh dengan oatmeal masak, aduk rata, tuang ke dalam mangkuk/gelas saji, dinginkan dalam kulkas sebelum disajikan.

Biskuit Susu Apel

Nah, rekomendasi makanan yang pas untuk si kecil yang terakhir adalah biskuit susu apel. Dengan kandungan buah apel yang kaya akan vitamin A, B1, B2, dan C. Buah apel juga mengandung beberapa mineral lain seperti kalium, kalsium, zat besi, fosfor, dan iodium. Dan tentu saja semua nutrisi ini sangat penting bagi perkembangan anak, karena akan menunjang pertumbuhan tulang, jaringan otot, organ, kulit, dan darah.

Selain itu, buah apel juga tinggi akan kandungan antioksidan dan fitonutrien yang berfungsi untuk menangkal bahan kimia berbahaya, kanker, penyakit degenerasi makula di mata, dan bahkan mengurangi gejala asma. Antioksidan ini akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk menangkal bakteri dan virus. Dan berikut adalah resep membuat biskuit apel susu.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 150 ml air hangat
  • 50 gram apel
  • 3 buah biskuit bayi
  • 2 sendok makan susu formula

Cara pembuatan:

  • Pertama kupas apel, cuci bersih, dan haluskan dengan blender.
  • Kemudian larutkan susu formula dengan air hangat.
  • Selanjutnya siram biskuit dengan susu formula, aduk hingga lunak dan bercampur.
  • Kemudian tambahkan buah apel yang telah dihaluskan, aduk hingga tekstur biskuit hancur sempurna. Sajikan segera.
From our editorial team

Penuhi Masa Keemasan Anak dengan Makanan Bergizi

Hingga umur 5 tahun, asupan makanan buah hati sangat penting, lho. Jadi jangan sepelekan makanan yang Anda beri untuk si kecil. Tak hanya diimbangi dengan makanan bergizi, kegiatan yang membantu tumbuh kembangnya juga harus diperhatikan agar ia bisa menjadi anak yang sehat dan ceria.