Hadapi Kesedihan dengan 7 Tips Atasi Duka Usai Ditinggal Orang Terdekat

Hadapi Kesedihan dengan 7 Tips Atasi Duka Usai Ditinggal Orang Terdekat

Setiap orang tentu pernah merasakan duka. Kedukaan yang dirasakan pastinya berbeda-beda tergantung situasinya. Namun, kita semua tentu sepakat bahwa duka karena meninggalnya orang terdekat adalah yang paling berat. Menghadapinya tidak mudah dan butuh waktu serta dukungan dari orang sekitar. BP-Guide menyediakan sederet tips untuk atasi duka usai ditinggalkan orang terdekat yang bisa membuat luka hati sedikit terobati.

Berduka Setelah Kepergian Orang Terdekat adalah Hal yang Wajar

Kematian adalah suatu hal yang pasti akan mendatangi kita. Hanya saja kita tidak tahu siapa di antara kita yang akan berangkat menghadap Sang Ilahi duluan. Jika orang sekitar atau terdekat kita yang berpulang terlebih dahulu, kita tentu merasakan duka yang mendalam. Meski menyadari bahwa kematian adalah hal yang wajar, namun tetap saja rasa sakit atau rasa duka itu terasa sangat menyakitkan.

Kehilangan orang terdekat seperti orangtua, pasangan, anak, adik, kakak, atau sahabat pastinya membuat kita sangat terpukul. Makin besar pengaruh orang tersebut dalam kehidupan kita, maka makin berat kedukaan yang kita alami. Kejadian seperti ini sangat menyakitkan dan menyisakan pilu yang sulit dilepaskan.

Berduka merupakan proses yang wajar. Saat duka tak kunjung usai, bisa saja mempengaruhi kesehatan psikis dan fisik kita. Jika dibiarkan terlalu lama maka bisa menyebabkan masalah dalam kehidupan kita. Bisa jadi depresi dan membuat kondisi kesehatan jiwa dan raga jadi makin memburuk. Kamu wajib mengatasi kesedihan yang menimpamu. Jangan sampai kamu jadi terlalu terpuruk dan malah menyusahkan orang-orang di sekitarmu.

Kenali Lima Tahap Kesedihan Usai Ditinggal Orang Terdekat

Kesedihan merupakan perasaan yang bisa dialami siapa saja. Kehilangan orang terdekat merupakan jenis kesedihan yang paling berat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada tahapan kesedihan yang biasa dilalui usai ditinggal orang terdekat.

Tahapan pertama adalah penyangkalan. Pada tahan ini kamu mungkin akan menyangkal segala hal yang sedang terjadi. Kamu syok dan tidak percaya akan hal yang sedang kamu hadapi sehingga tidak mampu menerima kenyataan yang ada.

Tahap kedua adalah marah. Kamu mungkin marah dengan situasi dan kondisi ini. Kamu juga mungkin saja menyalahkan dan menyayangkan mengapa kondisi ini harus terjadi pada orang terdekatmu.

Selanjutnya adalah tahapan tawar menawar. Kamu mungkin menerima kondisi tersebut namun juga masih berat. Pada tahapan ini, bisa saja kamu berpikir, ‘aku bisa melakukan apa saja asalkan kondisi semacam ini tidak terjadi’.

Kemudian ada tahapan depresi di mana kamu akan mengalami perasaan sedih yang sangat menyakitkan. Hal ini bahkan bisa menghambat produktivitas keseharian sehingga kamu juga bisa jadi enggan melakukan aktivitas yang biasanya kamu sukai sekali pun.

Di akhir, ada tahapan menerima. Pada tahap ini kamu sudah mulai bisa sedikit menerima kenyataan. Meski masih berat, namun kamu sudah mulai berusaha untuk kembali bangkit dari kesedihan.

Tidak semua orang melalui berbagai tahapan di atas. Ada juga yang lebih kuat dan tegar, sehingga bisa lebih ikhlas dan lapang dada menerima kenyataan. Mereka yang lebih kuat dan tegar bisa segera melanjutkan hidup tanpa berlarut-larut dalam kesedihan. Sementara, ada juga yang sulit melewati berbagai tahapan atau mungkin terpaku pada satu tahapan dan masih belum bisa lepas dari kedukaan yang mendalam.

Tips Atasi Duka Mendalam

Ikhlaskan

Mengikhlaskan merupakan cara pertama dan utama yang bisa mengatasi kedukaan usai ditinggal meninggal orang terdekat. Sebagian dari diri kita memang terasa berat dan mungkin seolah ikut mati. Hidup jadi berubah dan kita tentu menyayangkan kepergiannya.

Tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan kecuali mengikhlaskannya. Menangis meraung-raung, marah, kecewa, dan lain sebagainya tidak akan bisa mengembalikannya jadi hidup kembali. Mengikhlaskannya adalah jalan terbaik untuk menerima kenyataan.

Untuk ikhlas tentu butuh waktu dan tidak mudah. Apalagi jika yang meninggal benar-benar orang yang paling dekat dengan kita. Butuh waktu yang tidak sebentar, bisa sebulan, tiga bulan, setahun, atau bahkan mungkin bertahun-tahun. Namun, kamu tetap harus mengikhlaskannya sedikit demi sedikit.

Belajarlah menerima kenyataan tersebut meski pahit rasanya. Ingat bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya. Sang Pencipta telah mengatur kapan waktu ajal setiap orang tiba. Jika kita tidak ikhlas bukankah artinya kita tidak menerima akan keputusan atau nasib yang telah dituliskan oleh Sang Maha Pencipta? Apa pun yang telah digariskan Tuhan adalah yang terbaik untuk umatnya. Berusaha ikhlas dan menerima ketetapan Tuhan akan lebih baik ketimbang terus menyangkalnya dan hanya menimbulkan sesak di dada.

Hadapi Perasaan

Ada saatnya kita berduka namun jangan biarkan kedukaan itu menguasai kamu dalam waktu yang terlalu lama. Namun begitu, kamu tetap butuh waktu untuk pulih dari kedukaan kamu. Berilah waktu untuk dirimu sendiri sebelum kamu kembali beraktivitas. Boleh jadi kamu merasa bersalah karena seolah-olah langsung melanjutkan hidup setelah kematian otang terdekatmu. Namun, kamu tetap harus jujur pada dirimu sendiri bahwa kesedihan yang berlarut-larut juga tidak bisa mengembalikannya lagi. Pada akhirnya, kamu tetap harus menghadapi kenyataan.

Merasa sedih, takut, marah, hingga kesepian adalah hal yang wajar. Ini adalah reaksi normal terhadap rasa kehilangan. Kamu boleh menangis sepuasnya untuk meluapkan rasa sedihmu. Makin cepat kamu menghadapi perasaan sedihmu, maka makin cepat kamu sembuh dan berlalu dari kedukaan yang terlalu dalam.

Tetap Perhatikan Kesehatan Diri

Saat ditinggalkan oleh orang terdekat, tentu saja kita merasa hidup menjadi berantakan. Perasaan tidak menentu dan pikiran juga jadi tidak karuan. Merawat diri sendiri saja kadang sudah tidak terpikirkan. Namun, kamu harus bisa menangani hal ini.

Kamu tidak boleh sampai jatuh sakit, sebab orang di sekitarmu tentu tidak ingin melihat kamu jadi terpuruk dan sakit-sakitan. Istirahatlah yang cukup dan perbanyak konsumsi makanan yang bisa meningkatkan mood kamu. Kalau perlu, konsumsilah vitamin yang bisa menjaga daya tahan tubuhmu.

Saat kamu memiliki kesehatan fisik yang terjaga, maka daya tahan tubuh jadi lebih baik. Kamu jadi tidak mudah terserang penyakit dan bisa berpikir dengan lebih jernih untuk memperkuat sisi emosionalmu.

Hibur Diri Sendiri dan Lakukan Sesuatu

Kamu wajib menghibur dirimu sendiri saat sedang sedih dan teringat kenangan dengan orang yang meninggal tersebut. Kamu harus bisa tetap tenang dan bisa menemukan kenyamanan pada dirimu sendiri. Kenyamanan sekecil apapun bentuknya bisa membuat masa-masa sulitmu jadi lebih mudah dilalui.

Lakukan berbagai hal yang bisa menghibur dirimu. Entah itu mendengarkan musik, membuat kue, melukis, berkebun, dan lain sebagainya. Menyibukkan diri dengan melakukan sesuatu bisa membuat kamu jadi lebih teralihkan dari rasa sedih yang kamu rasakan. Dengan begini, proses penyembuhan duka dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Bercerita kepada Orang Lain

Jangan menutupi atau memendam perasaan sendiri. Luapkan perasaanmu kepada seseorang. Kamu butuh pendengar yang baik yang bisa memahami curahan hatimu. Kamu bisa mencoba bercerita kepada keluarga, sepupu, sahabat, atau pasangan kamu. Bercerita kepada orang lain, utamanya orang dekat akan bisa membantu meringankan bebanmu dan membuatmu merasa lebih tenang.

Kenang Kebaikan Orang yang Sudah Meninggal

Untuk mengatasi duka, bisa juga dengan mengenang orang yang sudah meninggal tersebut. Kamu bisa melihat foto-fotonya, menonton videonya jika ada, mengunjungi tempat yang pernah dikunjungi bersama, dan lain sebagainya. Agar kenangannya tak mudah hilang, kamu bisa membuat kolase fotonya, membuat dokumentasi akan tempat yang sering dikunjungi, hingga membuat scrapbook tentang dia.

Kamu juga bisa mengingat kebaikan orang yang sudah meninggal tersebut. Ingat kebaikan apa yang kerap dilakukannya, entah berdonasi, gemar menolong orang lain, atau lainnya. Kamu bisa berdonasi atas namanya atau melakukan aneka hal baik yang biasa dilakukan orang terdekatmu yang sudah meninggal itu.

Minta Bantuan kepada Tenaga Profesional

Ada kalanya, kita memang benar-benar membutuhkan bantuan tenaga profesional seperti terapis, psikiater, ustad/ustadzah, pendeta, atau mentor jika kita pikir kita butuh bimbingan ekstra. Ini bisa kamu lakukan jika kamu merasa tidak punya tujuan hidup, sulit menjalani aktivitas sehari-hari, merasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri atas kematian orang terdekat, hingga kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas keseharian.

From our editorial team

Jangan Terjebak Duka Berlarut-larut

Sedalam apapun kesedihan yang kamu rasakan, cobalah untuk tidak terjebak duka yang berlarut-larut. Ingatlah akan orang-orang di sekitarmu yang masih membutuhkanmu dan yang masih terus menyemangatimu. Jangan biarkan mereka kecewa dan sedih karena kamu sulit bangkit dari kedukaanmu.

Tag