Seluk Beluk Tari Topeng Bali dan 8 Rekomendasi Topeng Bali untuk Cendera Mata (2020)

Seluk Beluk Tari Topeng Bali dan 8 Rekomendasi Topeng Bali untuk Cendera Mata (2020)

Topeng bali memang merupakan seni kerajinan yang tiada duanya. Selain bisa digunakan dalam pertunjukan, topeng bali juga cocok untuk jadi pajangan di rumah atau sebagai suvenir. Nah, kenali lebih jauh mengenai topeng bali, yuk! Selain itu, cek juga rekomendasi topeng bali dari kami!

Mengenal Topeng Bali

Kita semua tidak asing dengan yang namanya topeng. Ini adalah penutup muka yang kerap dijadikan sebagai mainan, hiburan, pajangan, dan lain sebagainya. Bahan pembuatannya beragam, mulai dari bahan kertas, kayu, hingga bahan tanah liat. Ada yang berbentuk manusia, binatang, mahluk halus, dan lainnya.

Salah satu daerah yang budayanya sudah terkenal hingga luar negeri adalah Bali. Pulau dewata ini memiliki seni yang tidak perlu dipertanyakan lagi keunikannya. Ini membuat kesenian Bali bisa bertahan lama dan dikenal hingga mancanegara.

Seni topeng merupakan salah satu kesenian Bali yang sangat dikenal. Seni topeng masuk dalam seni pahat jika dilihat dari pembuatannya. Namun, seni ini juga masuk dalam seni pertunjukkan karena tari Bali umumnya memanfaatkan topeng untuk properti.

Kesenian topeng di Bali sudah ada sejak zaman prasejarah. Seni topeng dijumpai pada masyarakat yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Tari topeng maupun topeng sebagai pajangan biasanya dipandang sebagai sebagai penolak bala, menyembuhkan penyakit, menurunkan hujan, dan lain sebagainya.

Topeng bali umumnya dibuat dari kayu kenanga dan kayu pule. Ada beberapa tahap pemahatan yang harus dilalui karena adanya pakem tertentu dalam penggambaran sifat tokoh topeng yang dibuat. Hal ini membuat para perajin topeng harus memiliki keterampilan khusus untuk menciptakan topeng yang bagus.

Fakta Unik Tari Topeng Bali

Sejarah Tari Topeng Bali

Seni tari topeng bali sudah ada sejak zaman pemerintahan raja Jaya Pangus sekitar abad X. Hal ini tertera pada kumpulan prasasti Jaya Pangus yang menyatakan bahwa ada pertunjukan yang mempergunakan alat-alat penutup muka alias topeng. Pada prasasti Blantih (1059 Masehi) juga mengungkapkan topeng sudah dikenal dan banyak digunakan untuk pertunjukan.

Lainnya, ada prasasti Ularan Plasraya yang menyebutkan saat pemerintahan Dalem Waturenggong di Gelgel (1460-1550) menaklukkan Kerajaan Blambangan, maka dirampaslah beberapa barang yang salah satunya adalah satu peti topeng.

Tari Topeng Bukan Sekadar Hiburan

Tari topeng bukanlah sekadar hiburan di panggung semata. Arti tari topeng bali begitu dalam dan mengandung makna tersendiri.

Kebanyakan tari topeng di Bali bermuatan pengetahuan lokal. Umumnya ceritanya berasal dari riwayat sejarah atau kisah-kisah legenda. Bisa juga menceritakan sejarah garis keturunan kerajaan yang dibawakan dalam adegan kehidupan sehari-hari.

Tari-tarian topeng Bali juga bisa menceritakan ihwal upaya penaklukan kerajaan lain atau upaya evakuasi seseorang. Nantinya ada yang memerankan kerajaan lawan dengan memakai kostum atau kedok yang asing dan tak biasa. Ada juga kemunculan pemain dengan kostum lucu yang tugasnya adalah untuk mengundang decak kagum dan tawa penonton.

Tari topeng di Bali bisa kita saksikan pada hari-hari tertentu. Contohnya adalah Topeng Sang Hyang Dedari atau Sang Hyang Legong. Tarian tersebut akan dipentaskan di desa Ketewel Gianyar pada hari raya Pagerwesi. Ada juga tari topeng Brutuk atau Betara Brutuk yang dipentaskan di Desa Trunyan Kintamani.

Topeng Jadi Sarana Utama Tarian

Topeng di bali jadi sarana utama untuk mementaskan sendratari dan aneka tarian. Umumnya topeng yang digunakan penari menunjukkan tokoh yang diperankannya dalam sebuah pertunjukan.

Ada penari yang memakai topeng penuh yang menutup seluruh muka penari. Ada pula yang memakai topeng setengah karena hanya menutup sebagian muka dari dahi hingga rahang atas termasuk yang hanya menutup bagian dahi dan hidung. Biasanya tokoh yang memakai topeng penuh tidak perlu berdialog langsung. Di sisi lain, tokoh yang memakai topeng setengah memakai dialog berbahasa Kawi dan Bali.

Ada Banyak Jenis Topeng Bali

Topeng bisa dikelompokkan berdasarkan pada strata sosial lakon yang ditampilkan. Beberapa jenis topeng bali tersebut adalah topeng keras yang menggambarkan sosok petarung, topeng tua yang menggambarkan sosok sesepuh, topeng bondres yang menggambarkan sosok rakyat biasa, dan topeng ratu yang menggambarkan kalangan bangsawan.

Selanjutnya ada juga beberapa jenis topeng khusus yang digambarkan dengan bentuk tertentu. Contohnya adalah topeng Calonarang, topeng jauk, dan topeng telek. Topeng yang memperlihatkan sosok buruk rupa, bertaring, dan mata membelalak adalah topeng Calonarang yang melambangkan kejahatan.

Sementara topeng yang berbentuk peralihan antara manusia serta raksasa yang berwatak kasar disebut topeng jauk. Ini merepresentasikan makhluk yang membantu Barong dalam menghadapi rangda. Lalu ada topeng telek yang berupa sosok dengan wajah dan watak yang halus dan dikenal sebagai sekutu dari Barong.

Ada jenis topeng Barong Dingkling. Ciri khas penampilannya adalah meloncat-loncat dan kemudian berpisah-pisah satu sama lain untuk mencari sasarannya. Lalu ada jenis topeng Rangda yang sangat mengerikan karena menggambarkan sifat kejahatan dalam dramatari Calonarang. Ada juga topeng babad yang menggunakan babad sebagai sumber lakonnya.

Jenis-jenis Dramatari Topeng di Bali

Topeng Pajegan

Topeng Pajegan merupakan salah satu jenis dramatari populer di Bali yang dimainkan oleh satu pemain. Aktor ini akan memborong semua tugas-tugas yang terdapat di dalam topeng. Penari Topeng Pajegan adalah seorang pendharma wacana yang juga harus memiliki kemampuan bercerita seperti seorang dalang.

Karena merupakan tarian penting untuk acara keagamaan, maka para penarinya pun harus memiliki tingkat spiritualitas yang tinggi. Penari tersebut harus bisa memberikan pencerahan kepada penonton tentang inti dan tujuan upacara adat tersebut.

Kisah dari tarian ini adalah menceritakan masa pemerintahan Dalem Waturenggong di Gelgel yang akan mengadakan upacara besar di Pura Besakih. Saat itu ada seorang Brahmana Walaka yang mencari saudaranya yang tiada lain adalah Dalem Waturenggong. Sayangnya, brahmana tersebut begitu mirip pengemis sehingga tidak ada yang percaya bahwa ia adalah saudara Dalem Waturenggong. Sang brahmana pun diusir dan pergi dengan penuh dendam.

Brahmana tersebut bertapa dan mengucapkan mantra agar acara yang digelar Dalem Waturenggong menimbulkan bencana. Hal itu pun menjadi kenyataan. Dalem Waturenggong memohon ampun pada brahmana agar acaranya jadi berkah. Kemudian brahmana tersebut diakui sebagai saudara dan diberi gelar Dalem Sidakarya.

Topeng Panca

Sumber gambar www.baliekbis.com

Berikutnya ada sendratari Topeng Panca yang merupakan perkembangan dari Topeng Pajegan. Ini merupakan drama tari topeng yang ditarikan oleh 5 orang penari. Awalnya tarian ini muncul di Denpasar pada tahun 1915. Selanjutnya, tarian ini berkembang menjadi Topeng Sapta. Pada tarian topeng Sapta ada tambahan penari Putri dan Condong.

Topeng Prembon

Sumber gambar www.kilasbali.com

Berikutnya ada sendratari topeng Prembon. Pada tarian ini, ditampilkan tokoh-tokoh campuran yang diambil dari Dramatari Topeng Panca dan beberapa dari dramatari Arja dan Topeng Bondres. Tarian topeng ini lebih mengutamakan penampilan tokoh-tokoh lucu untuk menyajikan humor-humor yang segar.

Tari topeng Prembon muncul pada zaman revolusi yakni pada tahun 1942. Biasanya lakonnya bersumber dari cerita Babad dan semi sejarah. Di daerah Gianyar, Prembon yang banyak memasukkan unsur-unsur Arja dan Gambuh biasa disebut Tetantrian.

Ini Dia Rekomendasi Topeng Bali untuk Buah Tangan

Topeng Bali Celuluk Oleh Oleh Khas Bali

Topeng Bali Celuluk Oleh Oleh Khas Bali merupakan rekomendasi pertama dari kami. Ini merupakan topeng yang unik dan juga menarik. Bentuknya memang agak seram, namun ini bisa jadi hiasan rumah yang unik. Apalagi jika rumah Anda memiliki nuansa khas Bali.

Topeng ini juga bisa jadi suvenir atau topeng mainan untuk anak. Produk ini terbuat dari kayu dengan ukuran 20 x 20 cm. Ada tempurung dari bambu yang bisa digunakan di kepala.

Harga Rp. 165.000-245.000

Topeng Rangda Bali Oleh Oleh Khas Bali

Topeng Rangda Bali Oleh Oleh Khas Bali merupakan produk selanjutnya untuk Anda. Topeng rangda menggambarkan kekuatan buruk atau ilmu hitam. Ciri khasnya adalah taring yang panjang, gigi yang besar, dan lidah api yang panjang.

Ada ukuran kecil, sedang, dan besar yang tersedia. Topeng ukuran kecil tanpa rambut cocok jadi pajangan. Topeng ukuran sedang yang memiliki rambut bisa digunakan sebagai mainan untuk anak kecil berusia 7 tahun karena ada tempurung kepalanya. Sedangkan topeng berukuran besar memiliki rambut dan bisa digunakan oleh siapa saja.

Harga Rp. 69.000-499.000

Topeng Barong Oleh Oleh Khas Bali

Topeng Barong Oleh Oleh Khas Bali merupakan produk selanjutnya yang tidak bisa ketinggalan untuk dimiliki. Produk ini terbuat dari bahan dasar kayu yang berkualitas bagus. Topeng yang satu ini bisa menjadi simbol kekuatan baik karena Barong merupakan musuh dari Rangda. Ukuran panjangnya 15 cm, lebarnya 13 cm, dan tingginya 10 cm.

Harga Rp. 109.000-187.000

Topeng Bali Barong Bangkung Oleh Oleh Kerajinan Khas Bali

Topeng Bali Barong Bangkung Oleh Oleh Kerajinan Khas Bali merupakan rekomendasi kami selanjutnya. Produk yang satu ini hadir dengan bentuk menyerupai kepala babi. Terbuat dari bahan kayu berkualitas tinggi, topeng ini dihiasi dengan ukiran yang melambangkan kesenian Bali.

Produk ini memiliki tinggi 25cm, panjang 30cm, dan lebar 22cm. Anda bisa menggunakannya sebagai hiasan dinding dan juga bisa juga digunakan sebagai mainan anak.

Harga Rp. 109.000-215.000

Topeng Barong Bali 16x18cm

Topeng Barong Bali 16x18cm adalah produk yang bisa jadi pilihan. Produk ini hadir dengan 6 pilihan warna yaitu: merah, putih, hitam, cokelat, biru, dan hijau. Bahan pembuatannya adalah kayu albesia dan dicat memakai cat minyak yang antiair sehingga awet digunakan.

Harga Rp. 59.000

Topeng Bali Sae

Topeng Bali Sae merupakan produk yang sayang untuk dilewatkan. Ini merupakan topeng yang hadir dalam banyak pilihan warna seperti merah, putih, hitam, cokelat, biru, dan hijau. Produk ini dibuat dari kayu albesia dan diberi car minyak yang antiair. Ukuran topeng ini beragam dan Anda bisa memesan ukuran lainnya juga.

Harga Rp. 250.000

TOPENG BALI TOPENG RANGDA TOPENG LEAK

TOPENG BALI TOPENG RANGDA TOPENG LEAK adalah produk yang sayang untuk dilewatkan. Ini merupakan topeng yang terbuat dari bahan karet spons. Meski harganya terjangkau, topeng ini berkualitas tinggi. Hasil ukirannya menarik dan rapi. Topeng ini cocok untuk pentas tari, pajangan di rumah, dan mainan untuk anak dan dewasa.

Harga Rp. 27.000-106.000

Topeng Srenggi Bali

Topeng Srenggi Bali adalah rekomendasi kami selanjutnya. Produk ini terbuat dari kayu dengan finishing cat halus dan rambut ijuk warna hitam. Anda bisa memakainya untuk pajangan interior. Produk ini cocok juga untuk pementasan tari. Ada pilihan warna hitam dan putih. Produk ini hadir dengan ukuran tinggi topeng 20 cm, lebar topeng 35 cm, dan panjang rambut 35 cm.

Harga Rp. 195.000-281.000
From our editorial team

Lestarikan Budaya Kita

Sebagai warna negara Indonesia tentu kita bangga karena bangsa kita adalah bangsa yang besar. Kita memiliki aneka ragam budaya yang menarik dan unik. Agar budaya kita tidak menghilang, terlupakan, atau malah diklaim negara lain, maka ada baiknya kita melestarikan budaya kita. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan, mulai dari mempromosikannya, memajang beberapa jenis kerajinan budaya di rumah, atau rutin menyaksikan tarian hingga upacara adat.

Tag