Traveling Belum Lengkap jika Tidak Mencicipi 18 Minuman Tradisional dari Berbagai Penjuru Indonesia, Kamu Sudah Coba Salah Satunya?

Traveling Belum Lengkap jika Tidak Mencicipi 18 Minuman Tradisional dari Berbagai Penjuru Indonesia, Kamu Sudah Coba Salah Satunya?

Boleh jadi kamu pernah traveling ke berbagai penjuru Indonesia, tapi sudahkah kamu mencicipi seluruh minuman khas dari daerah tersebut? Ah, kalau belum berarti traveling-mu belum lengkap, tuh! Yuk, cari referensi minuman tradisional dari berbagai daerah di Indonesia bersama BP-Guide.

Indonesia Kaya dengan Minuman Tradisional

Sumber gambar detik.net.id

Beruntungnya kita tinggal di Indonesia. Bukan hanya karena kekayaan budaya dan alamnya, tapi juga variasi kuliner yang melimpah ruah. Tiap daerah di Indonesia dari ujung kanan ke ujung kiri punya santapan khas masing-masing yang menjadikan Indonesia kian unik. Termasuk pula, minuman tradisional khas Indonesia yang kaya rasa berkat aneka rempah-rempah alami di dalamnya. Tak hanya enak, tapi juga bakal menyehatkan!

Minuman Tradisional Aceh

Kopi Gayo

Sumber gambar omiyago.com

Pasti nama ini sudah tidak asing di telinga kita. Kopi jenis Arabika asal Gayo ini paling sering diproduksi di Asia. Menurut para penyuka kopi gayo, kopi ini punya rasa unik yang bahkan telah teruji kenikmatannya oleh ahli kopi sedunia bernama Christopher Davidson. Kopi ini punya sejarah lho, di tahun 1918 Belanda menganggap kopi gayo merupakan kopi masa depan karena banyaknya pecinta kopi dari seluruh belahan dunia yang menyukai kopi ini.

Kopi yang diproduksi di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah ini terasa bersih, ringan, dan manis di lidah. Kopi yang sudah go international ini sudah ada di kebun-kebun sejak 1900, dan terus dibudidayakan hingga kini.

Aroma kopi gayo pun terbilang unik, rasa yang dihasilkan pun berbeda, tergantung pada posisi tanah, kandungan air, serta sifat tanah di wilayah Gayo, dan menjadikan kopi gayo ini kaya akan pilihan rasa. Meski beraneka rasa, kopi gayo tetap menyajikan kenikmatan terbaik dibanding kopi lain.

Jelas terbaik, karena kopi ini diolah dengan teliti, sejak dipilih hingga dipasarkan. Setelah memetik buah kopi yang telah matang, dilakukanlah proses pulpen dengan mesin, fermentasi, penjemuran, hulling, sehingga kulit kuku kopi terkelupas. Setelah itu dilanjutkan ke tahap greader, dimana buah kopi dipilih sesuai mutunya. Kalau sudah terseleksi, baru dipasarkan ke konsumen.

Pssst, kopi gayo memiliki kafein berkadar rendah lho, jadi aman sekali untuk diminum. Sudah harum, nikmat, sehat pula. Kalau kamu, sudah pernah coba belum?

Es Le Boh Timon

Sumber gambar travel.tribunnews.com

Minuman tradisional berikutnya masih dari tanah Aceh, namanya Es Le Boh Timon. Namanya unik, bukan? Dalam bahasa Aceh, “le” berarti air, “boh” artinya “buah”, dan “timon” adalah mentimun. Nah, kalau mentimun lebih sering dikonsumsi bersama lalapan, di Aceh jutsru digunakan untuk jadi bahan es serut, dengan dicampur air gula serta sirup asli Aceh bernama Tirmizi.

Sebagai penutup, tambahkan es di atasnya. Biar makin segar, tambahkan jeruk nipis yang sudah dipotong ke dalam es. Ada juga yang menambahkan biji selasih. Wih, dijamin es Le Boh Timun bakal jadi pilihan tepat untuk mengembalikan semangatmu saat kamu butuh yang segar-segar di tengah panasnya matahari.

Harganya? Cukup Rp 15 ribu, kamu sudah dapat membunuh dahaga plus bonus makin cantik dan sehat berkat kandungan gizi di dalam buah timun. Es unik asal Aceh ini punya segudang manfaat. Beberapa di antaranya cocok dikonsumsi oleh penderita darah tinggi, dapat melancarkan pencernaan, meningkatkan antioksidan dalam tubuh, juga menghaluskan kulit, merawat rambut dan kuku. Kesegarannya ini membuat Es Le Boh Timun lebih sering dipasarkan kala bulan Ramadhan tiba.

Nyam, sudah terbayang segar dan gurihnya es ini? Jangan lupa diburu saat kamu berkunjung ke Aceh, ya! Kalau mau bikin sendiri pun mudah, kok. Siapkan 100 gram mentimun yang sudah dikupas, parut secara kasar, campurkan dengan air es 150 ml, 1 sendok makan air jeruk nipis, serta 2 sendok makan madu. Aduk, dan nikmati!

Minuman Tradisional Sumatera Utara

Teh Susu Telur

Sumber gambar resepnusantara.id

Kali ini kita geser ke Sumatera Utara, yang khas dengan kuliner minuman tradisional berupa Teh Susu Telur. Siapa yang pernah mencicipi minuman lezat ini? Biasanya sih, yang hobi jalan-jalan malam di Medan atau sering menonton siaran bola bareng teman-teman bakal sering mengonsumsi minuman teh susu telur. Untuk menemukan minuman tradisional ini di Medan, singgahlah ke sepanjang jalan Tanjung Balai, Padang Lawas Utara, Samosir, juga Tanah Karo.

Meski dikenal di wilayah utara Sumatera, susu ini sebenarnya berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Di sana, Teh Susu Telur disebutnya Teh Talua (teh telur), yang dibuat dengan mencampur kuning telur buras dengan gula pasir, aduk sampai berbusa. Lalu, seduh dengan teh panas dan ditambahkan susu kental manis. Biasanya, orang sana meminum Teh Talua sambil ma hota alias ngobrol-ngobrol di lapau atau kedai. Budaya ini menjadikan Teh Talua dan ma hota tak terpisahkan.

Tenang, nggak perlu jauh-jauh ke Medan, bikin saja sendiri di rumah. Caranya mudah, siapkan saja TST alias teh, susu, dan telur. Telurnya menggunakan telur ayam kampung, susunya bisa susu sapi atau kaleng. Pertama, ambil kuning telur dan kocok hingga kental, lalu campur dengan separuh gelas susu dan aduk sampai rata. Minuman mengenyangkan sekaligus bergizi ini bisa kamu minum pada pagi atau malam, atau kapan saja saat kamu butuh tambahan tenaga untuk beraktivitas!

Soda Cap Badak

Sumber gambar www.pegipegi.com

Coca-Cola, Sprite, Fanta, apalagi minuman bersoda yang kamu kenal? Pasti kebanyakan produk luar negeri, kan? Padahal, Indonesia juga punya lho minuman bersoda yang khas dan juga enak, namanya Soda Cap Badak. Minuman yang beken di Pematang Siantar, Sumatera ini sudah ada sejak lama dan gampang dicari di rumah makan batak atau Cina.

Menurut sejarahnya, seorang asli Swiss bernama Heinrich Surbeck membangun pabrik NV Ijs Fabriek Siantar di tahun 1916 yang ganti pemilik dan namanya berubah nama jadi PT. Pabrik Es Siantar. Kenapa namanya Badak? Konon karena Surbeck adalah penyuka alam yang gemar mengoleksi hewan. Seiring zaman, soda Badak melahirkan aneka rasa, antara lain jeruk, anggur, dan sarsaparila yang diproduksi menggunakan ekstrak tumbuhan herbal dari Meksiko. Tak heran bila rasanya segar sekaligus nikmat.

Ada yang mengonsumsi minuman ini dengan dicampur es batu, tapi ada juga yang berinovasi dengan menambahkan susu kental manis. Nggak hanya segar, susu membuat minuman ini memberi stamina lebih pada tubuh. Bagi masyarakat setempat, minuman Badak tetap jadi idola kenamaan, bahkan jadi minuman tradisional khas daerah setempat. Jadi saat pelesir ke Medan atau Pematang Siantar nanti, jangan lupa cari botol transparan bertuliskan Badak ini, dan rasakan sensasinya!

Minuman Tradisional Sumatera Barat

Teh Talua

Sumber gambar id.tastemade.com

Seperti sudah disebutkan tadi, Sumatera Barat punya minuman tradisional bernama Teh talua yang merupakan perpaduan teh, kuning telur ayam bebek maupun ayam kampung, susu, dan gula. Dulunya, teh ini konon hanya dikonsumsi oleh kaum bangsawan. Tapi sekarang mudah sekali mencarinya, karena kebanyakan warung kopi menyediakan Teh talua ini.

Orang Minang biasa mengonsumsi teh talua kala pagi hari. Selain lezat, Teh talua juga kaya khasiat berkat protein di dalamnya, antara lain dapat menambah tenaga, meningkatkan kualitas penglihatan, asupan vitamin A, D, E, serta K, juga bermanfaat untuk menunda lapar jika kebetulan kamu sedang tak sempat makan. Ssst, pria dewasa juga sebaiknya mengonsumsi Teh talua demi meningkatkan stamina di ranjang!

Cara membuatnya pun mudah. Cukup siapkan saja kuning telur, kocok hingga berbusa, lalu tuang air panas, susu, dan teh yang sudah diseduh ke dalamnya. Tidak suka aroma manis pada telur? Tenang, tambahkan sedikit perasan jeruk nipis untuk mengatasi bau amis. Duh, pasti nikmat diminum di tengah malam yang dingin!

Aia Kawa

Sumber gambar resepnusantara.id

Belum pernah dengar nama minuman tradisional ini? Di Sumatera Barat sana, Aia kawa bukan hanya kekayaan tradisi, tapi juga kenangan akan sejarah. Di masa penjajahan Belanda dulu, penduduk Sumatera yang dipaksa untuk melakukan tanam paksa tidak dibolehkan meminum kopi meski mereka yang menanamnya, dan hasil bumi itu diberikan untuk Belanda.

Agar tetap bisa mengonsumsi kopi, penduduk itu tak kehilangan akal, mereka menjadikan daun kopi alih-alih biji kopi, yang diyakini masih memiliki kandungan kafein. Sebuah perjuangan yang akhirnya meninggalkan kekayaan tradisi, ya?

Aia Kawa dibuat dengan meracik daun kopi dan kering yang disangrai terlebih dulu selama kira-kira 12 jam. Daun itu lalu dicampur dengan air panas, sebagaimana kita membuat teh. Kalau ingin manis, tambahkanlah gula. Pas sekali untuk menemani soremu bersama camilan gorengan atau jajan lainnya.

Uniknya, alih-alih disajikan dengan gelas, aia kawa dihidangkan dengan belahan tempurung kelapa lalu dialasi tatakan berbahan bambu. Daripada hanya membayangkan, cicipi minuman ini saat kamu singgah ke Bukittinggi, Ngarai Sianok, dan sekitarnya. Bagi pelancong sepertimu, aia kawa mampu memberikan rasa hangat, meredakan pegal di tubuh, serta mengurangi sakit maag dan ginjal.

Minuman Tradisional Sumatera Selatan

Es Barnebon

Sumber gambar belanga.id

Dari wilayah barat, kita turun ke selatan Pulau Sumatera. Di sini ada minuman dingin menyegarkan yang tak kalah nikmatnya, bernama Es Barnebon. Apa bedanya dengan minuman tradisional lainnya? Es ini dasarnya adalah es campur.

Beda lagi dengan di Sumatera Selatan, minuman tradisional yang terkenal di sini adalah Es Barnebon. Apalagi itu? Es Barnebon berisi es campur yang ditambahi kacang merah. Umumnya sih kamu menemukan ini saat menghadiri hajatan.

Mau bikin sendiri pun mudah, tinggal siapkan kacang merah sebanyak 200 gram, 1 liter air, kayu manis 1 batang, daun pandan 2 lembar. Untuk siropnya, sediakan gula pasir 250 gram, 300 ml air, serta seperempat sendok teh garam. Sebagai penyempurna sajian, siapkan pula susu kental manis rasa cokelat jika kamu suka, serta es batu jika ingin diminum dalam keadaan dingin.

Pertama, masak air sampai mendidih, lalu campurkan ke garam dan gula, tunggu hingga bahan melarut, lalu diangkat dan disisihkan. Selanjutnya, rebus kacang merah, kayu manis, serta daun pandan sampai lunak, disaring, lalu direndam dalam sirup. Campurkan sirop dengan kacang merah ke gelas, akhiri dengan susu kental manis dan es batu. Tidak sulit, kan? Dikonsumsi dingin tentu lebih menyegarkan. Jadi, tunggu apa lagi?

Minuman Tradisional Riau

Es Lancang Kuning

Sumber gambar tastemade.com

Rupanya banyak minuman tradisional berbahan es batu ya, termasuk di Riau ini, namanya Es Lancang Kuning. Dinamai begitu karena minuman ini dibuat dari mangga warna kuning. Cara bikinnya pun mudah, tidak jauh beda dengan cara bikin jus mangga.

Perbedaannya adalah Es Lancang Kuning ditambahi potongan kecil buah mangga serta nata de coco sehingga lebih lezat dan mengenyangkan. Kandungan minuman ini pun kaya gizi dan serat, apalagi kalau kamu masukkan susu dan gula saat menghaluskan mangga.

Wih, sudah terbayang dong segarnya minum Es Lancang Kuning? Kalau sedang menjalani puasa di Riau, siap-siap deh menemukan es lancang kuning di mana-dimana. Soalnya minuman ini jadi pilihan kesukaan masyarakat setempat kala berbuka puasa.

Minuman Tradisional Sunda/Jawa Barat

Bandrek

Sumber gambar www.resepkubunda.com

Dari Sumatera, yuk menyeberang ke Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Barat. Suasana dingin di Jawa Barat, apalagi di kota Bandung, atau Punclut dan Lembang, membuat masyarakat setempat mencari cara untuk mendapat kehangatan, salah satunya lewat Bandrek.

Minuman tradisional ini dibuat dari rempah antara lain sereh, pandan, gula merah, jahe, dan merica. Ada yang pakai beberapa rempah saja, ada yang menggunakan semuanya. Tergantung seleramu, guys. Yang jelas, rempah bakal bikin minuman tradisional ini makin beraroma dan tambah hangat.

Rasanya memang agak pedas, disponsori oleh air jahe yang kental, tapi jelas mantap manfaatnya. Agar bisa bikin tumbuhmu lebih berenergi, tambahkan saja susu dan telur ayam kampung ke minuman bandrekmu. Dengan begitu, liburan ke Bandung bakal makin menyenangkan, karena kini kamu tahu rahasianya supaya tidak kedinginan!

Bandrek juga cocok dikonsumsi dengan bakwan, tahu isi, atau combro. Makin nikmat, deh. Nah, biasanya, bandrek berada di kios-kios bersama saudaranya: Bajigur. Seperti apa minuman tradisional Bajigur? Terus baca artikel ini, ya!

Bajigur

Ini dia, saudara seperjuangan Bandrek, namanya Wedang Bajigur. Minuman tradisional satu ini pas banget dipilih untuk menemani malam-malam dinginmu. Dibuat dari jahe, santan, garam, bubuk vanili, serta gula merah aren, ini membuat bajigur memberi nuansa hangat pada tubuhmu. Itulah kenapa, minuman ini ramai dijual pada malam hari di wilayah yang terkenal dingin, misalnya di Bandung.

Bajigur sering dihidangkan dengan kolang-kolang yang dipotong kecil. Biar sempurna, konsumsilah bajigur bersama ubi rebus, kacang rebus, atau pisang rebus. Hmm, yummy! Tak hanya diburu saat dingin, minuman ini juga menjadi favorit kala hujan tiba, atau dipilih saat nongkrong bareng dengan teman-teman.

Es Sekoteng

Sumber gambar kompas.com

Itu tadi Jawa Barat, bagaimana dengan minuman tradisional di Jawa Tengah? Es Sekoteng adalah salah satu minuman khas daerah ini, yang seringnya ditemui saat malam tiba. Masih serupa sebelumnya, sekoteng juga berbahan dasar air jahe, bedanya minuman ini dilengkapi kacang hijau, kacang tanah, roti dipotong-potong, kolang-kaling, serta pacar cina.

Makin sedap karena sekoteng disajikan dengan tambahan susu kental manis. Beberapa pedagang memasukkan buah dan agar-agar ke dalamnya. Minuman dingin ini tepat sekali disantap kala siang hari yang panas.

Mau bikin Es Sekoteng sendiri? Bisa, kok. Caranya, siapkan dulu bahannya yaitu 120 gram sekoteng, 200 ml sirop gula batu, 100 gram kolang-kaling yang dipotong kecil-kecil, 3 roti tawar diiris berbentuk kotak kecil, alpukat 2 buah, lalu daging kelapa muda, kacang hijau, es batu secukupnya dan susu kental manis sesuai kebutuhan.

Nah, langkahnya, es batu diserut dan ditaruh di wadah atau mangkuk, lalu tambahkan sekoteng dan kolang-kaling, buah alpukat, roti, sirop, kelapa muda, dan akhiri dengan susu. Kalau perlu, aduk sebelum disantap.

Cendol

Sumber gambar sportourism.id

Minuman tradisional satu ini beken di Jawa Tengah dan Jawa Barat, namanya Es Cendol. Di Jawa Tengah, minuman ini dikenal dengan nama “Es Dawet". Konon, nama cendol diambil dari “jendol” yang menurut bahasa Sunda artinya rasa “jendolan” saat menikmati butir cendol di mulut.

Pasti kamu sudah sering mendengarnya, kan? Tapi, sudah tahu belum bahannya terbuat dari apa? Nah, cendol ini berupa tepung beras diwarnai menjadi hijau secara alami menggunakan pandan, lalu dicetak khusus berbentuk panjang-panjang.

Untuk jadi minuman nikmat, cendol ditambahi santan cair, es serut, buah nangka yang dipotong kecil, lalu disiram gula merah cair. Dengan ditambahkan es, maka minuman ini pas dinikmati saat siang yang panas. Bagaimana denganmu, sudah pernah coba minuman tradisional satu ini?

Lahang

Sumber gambar www.ngefood.com

Beda lagi dengan Lahang, minuman tradisional asal Pasundan yang dibuat dari hasil sadapan bunga jantan pohon aren, sehingga rasanya begitu manis. Proses pembuatannya tak sesimpel dugaanmu. Ada trik khusus untuk menyadap buah aren atau nira.

Sebelum masuk ke proses penyadapan, bagian ijuk dan pelepah di tongkol bunga jantan tersebut harus dipastikan telah bersih. Proses ini juga akan menghasilkan kualitas bahan yang lebih baik jika dilakukan lebih awal demi menjaga kesegaran si aren. Plus, perlu diingat, usia pohon sebaiknya telah mencapai 5 tahun sebelum disadap.

Disajikan dalam keadaan dingin, Lahang diyakini mampu jadi alternatif pengganti cairan dalam tubuh alias isotonik. Nggak kaget sih, karena Lahang punya aneka kebaikan, apalagi bebas dari bahan pengawet serta bahan bersifat kimiawi. Segar sekali jika diminum pada siang hari atau saat cuaca terasa panas. Tanpa gula pun, rasanya tetap manis, berkat kandungan aren di dalamnya. Nggak percaya? Silakan, coba!

Minuman Tradisional Jakarta/Betawi

Es Teler

Sumber gambar sedapkuliner.com

Nah, kalau menu satu ini pasti sudah dikenal luas, terutama untuk masyarakat Betawi atau Jakarta, ya kan? Es Teler bahkan mudah kamu temui di hampir semua rumah makan, warung bakso, juga gerobak di pinggir jalan. Kekhasan rasa serta kekayaan kandungan di dalamnya menjadikan Es Teler banyak dikonsumsi.

Konon, minuman yang sudah beredar sejak 37 tahun lalu ini dirasa membuat ketagihan, sehingga diberi nama es nagih, lalu namanya berganti jadi Es Teler ketika seorang pelanggan merasa es ini bakal bikin teler saking enaknya! Hayo, kamu sudah membuktikan belum?

Es Selendang Mayang

Sumber gambar resep4.blogspot.com

Cantik ya, namanya? Minuman tradisional satu ini juga tenar di kalangan masyarakat Betawi. Segar dan bikin kenyang! Tampilan warna-warni pada minuman inilah yang mau tak mau membuat kita memikirkan bentuk selendang ketika melihatnya.

Konon, Es Selendang Mayang makin susah ditemui, meski masih ada beberapa yang mungkin kamu dapatkan di Glodok, Kelapa Gading, atau sekitaran Kota Tua. Tapi, tak perlu galau. Kalau ingin mencicipi minuman ini, bikin sendiri saja!

Caranya tidak sulit, kok. Pertama, siapkan dulu 70 gram tepung beras, 120 gram tepung hunkwe, seperempat sendok teh bubuk vanili, daun pandan sebanyak 2 lembar, air berukuran 25 ml, 25 lembar daun suji dan 2 daun pandan.

Siapkan juga pewarna makanan hijau tetes dan merah 3 tetes, setengah sendok teh garam, 750 gram air serut, serta 900 ml air. Untuk siropnya, siapkan 210 gram gula merah, 145 ml air, serta 2 lembar daun pandan. Sedangkan, bahan membuat santannya terdiri dari 650 ml air santan dari 1 butir buah kelapa, setengah sendok teh garam, serta 3 lembar daun pandan.

Sudah siap? Kini, kita mulai membuatnya. Campurkan vanili bubuk, garam, daun pandan, tepung beras dan hunkwe dengan air. Rebus sampai mendidih sambil aduk perlahan. Pilah adonan itu menjadi 3, lalu beri pewarna merah, hijau dan air suji, serta warna putih pada masing-masing adonan.

Letakkan adonan warna hijau ke loyang ukuran 24x10x4. Ingat, pastikan loyangnya sudah kamu balur minyak, ya. Ratakan adonan itu, lalu tuangkan adonan warna putih dan merah di atasnya secara berurutan. Setelah didinginkan, potong sepanjang 2 senti.

Untuk membuat sirup, rebuslah air bersama daun pandan dan gula merah, aduk merata sampai mendidih. Lalu, dinginkan dan saring sirop tersebut. Kalau kuah santannya bisa kamu buat dengan merebus santan, daun pandan, serta garam. Aduklah, lalu saring dan didinginkan. Tuangkan selendang mayang ke wadah sajian, lalu siram sirop dan kuah santan di atasnya. Terakhir, bubuhi es serut. Selesai, deh! Bagaimana, tertarik mencoba?

Bir Pletok

Sumber gambar kokimasak.com

Tidak, bir satu ini tidak memabukkan. Bir Pletok dibuat dari rempah-rempah, semisal jahe, serai, daun pandan, kayu manis, cengkeh, kapulaga, pala, daun jeruk, lalu ditambahi gula. Bisa dibayangkan dong bagaimana rasanya? Pedas-pedas bikin ketagihan!

Karena mampu memberi rasa hangat di tubuh, minuman ini pun cocok dikonsumsi saat hawa dingin atau malam hari. Kalau mau diminum dengan es pun tidak masalah. Dengan kandungan dan khasiatnya, minuman tradisional satu ini bakal membantumu mengobati masuk angin, membuat peredaran darah jadi lancar, mengurangi migrain, serta jadi solusi alternatif jika kamu mengalami insomnia.

Karena tidak mengandung alkohol beneran, minuman ini pas dikonsumsi siapa pun. Menurut asal-usulnya, nama “Bir Pletok” karena mampu memberi rasa hangat sebagaimana minuman bir. Orang-orang masa dulu membuat minuman ini memakai bambu dan mengocoknya saat mencampur gula, maka muncullah suara menyerupai “pletok pletok,” sejak itu dikenal nama Bir Pletok.”

Ingin bikin sendiri Bir Pletokmu? Nih, caranya, rebuslah jahe, serai, gula merah, cengkeh, daun jeruk, kayu secang, serta daun pandan dan kayu manis ke dalam air. Setelah matang, masukkan gula, buah pala, dan garam, lalu aduk merata. Bisa kamu minum dalam keadaan dingin atau panas, sesuai keinginan.

Selain menghangatkan badanmu, Bir Pletok juga bisa memperlancar peredaran darah serta meningkatkan daya tahan tubuhmu. Bagus juga nih untuk obat masuk angin, pilek, batuk, atau flu.

Minuman Tradisional Jawa Tengah dan Jawa Timur

Wedang Uwuh

Sumber gambar majalahkartini.co.id

Sudah kenal dong dengan minuman tradisional kaya rempah-rempah pilihan ini? Nah, kalau dilihat dari sejarahnya, Wedang Uwuh ini asalnya dari keisengan masyarakat Jawa yang meramu dan menggabungkan beberapa bahan untuk dijadikan minuman. Kata ‘uwuh’ pun punya makna ‘sampah’, yang menggambarkan aneka rempah berbentuk daun yang digunakan untuk membuat wedang ini.

Wedang ini pas sekali disajikan dalam keadaan hangat, apalagi saat cuaca sedang dingin. Dijamin segar dan menyehatkan! Tidak perlu repot ke warung untuk membuatnya, kamu hanya perlu menyiapkan air kurang lebih 700 ml, secang kering diserut sebanyak 40 gram, gula batu atau gula pasir 50 gram, jahe sepanjang 6 cm yang dimemarkan lebih dulu, kayu manis kering sebanyak 2 lembar, daun cengkeh kering 3 lembar, daun pala keringnya 3 lembar, serta batang cengkeh kering sebanyak 10 butir.

Cara membuatnya simpel, bakar dulu jahe yang sudah kamu siapkan, lalu tuang air ke panci, dan masukkanlah jahe bersama cengkeh, kayu manis, serutan kayu secang, pala, serta gula batu ke dalamnya. Rebus kira-kira 15 menit dalam nyala api sedang. Setelah mendidih, matikan kompor dan hidangkan Wedang Uwuh buatanmu.

Wedang Ronde

Sumber gambar tastemade.com

Masih dari “dunia wedang”, kali ini kamu akan berkenalan dengan Wedang Ronde khas Jawa. Sudah tahu apa itu Ronde? Ronde adalah makanan berbentuk bulat yang dibuat dari gula merah dan tepung beras berisi kacang halus. Ingin tahu cara lengkap membuatnya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Siapkan bahan-bahannya yaitu tepung ketan sebanyak 100 gram, air 100 ml, enting-enting kacang sebanyak 50 gram dan dipotong kasar, 1 liter air untuk rebusan, serta pewarna makanan warna kuning, orange, ungu, biru, kuning, merah, dan hijau. Membuat ronde diawali dengan memasak air hingga mendidih. Campurkan tepung ketan dan air 100 ml, uleni terus sampai kalis.

Kalau sudah, pilah jadi 6 bagian dan berikan pewarna ke masing-masingnya. Ambillah lagi adonan untuk dipipihkan, lalu masukkan kacang ke dalamnya, kemudian bentuk jadi bulatan. Nah, cemplungkan adonan tersebut ke air yang direbus, tunggu hingga adonan matang, lalu angkatlah dan campurkan ke wedang jahe yang telah disiapkan.

Kemudian buat si wedang jahe yang akan jadi kuah bagi ronde. Cara membuatnya mudah, kamu hanya perlu mencuci jahe hingga bersih, bakar atau pangganglah sebentar, kemudian tumbuk kasar dan campurkan ke air mendidih. Setelah itu, tinggal kamu tambah gula sesuai kadar yang kamu mau.

Selesai, deh! Nah, Wedang Ronde ini seringnya dihidangkan dalam porsi kecil, dan dinikmati kala musim hujan atau hawa dingin. Ya, minuman tradisional ini juga berfungsi menghangatkan tubuh, dan kandungan rempah-rempahnya juga bagus untuk kesehatan dan daya tahan tubuh.

Di kawasan Jawa Tengah, khususnya Semarang, minuman ini banyak dijual di sekitar Jalan Pahlawan, Simpang Lima, serta Tugu Muda. Murah kok, sekitar 5 ribu rupiah saja!

From our editorial team

Nikmati Minuman Tradisional Indonesia di Daerah Asalnya

Saat ini tentu saja kita bisa menikmati berbagai minuman tradisional Indonesia tanpa perlu mengunjungi daerah asalnya. Hanya saja, alangkah lebih lengkap jika kamu melakukan traveling ke suatu daerah sambil mencicipi langsung minuman khas dari daerahnya. Dijamin, deh... kenikmatannya tidak akan bisa dibandingkan dengan apa pun.