Yuk, Traveling ke Sragen! Ada 10 Camilan Khas Sragen yang Melegenda dan Dijamin Enak

Yuk, Traveling ke Sragen! Ada 10 Camilan Khas Sragen yang Melegenda dan Dijamin Enak

Sumber gambar www.youtube.com

Sragen mungkin masih terdengar asing di telinga kita, namun daerah yang tidak jauh dari Solo ini punya tempat wisata yang layak untuk disinggahi. Bukan hanya tempatnya saja yang indah, namun camilan khas Sragen wajib dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Camilan apa saja yang ada di Sragen? Langsung simak aja.

Sragen, Bumi Sukawati yang Bersejarah

Sumber gambar hipwee.com

Sekitar 30 km dari Solo, ada sebuah tempat yang sangat asri dan penuh dengan nilai sejarah. Tempat ini adalah Sragen, sebuah kabupaten yang termasuk dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah. Dulunya, tempat ini menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Surakarta lho.

Ingat penemuan fosil Pithecantropus Erectus? Yah, fosil tersebut ditemukan di Sangiran, dan tentunya Sangiran ini berada di wilayah Sragen. Oleh karena itu, Anda bisa menemukan Museum Fosil Sangiran di kabupaten ini. Sragen akhirnya berdiri menjadi kabupaten pada tahun 1987, ketika Sri Sultan Hamengkubuwono I pertama kali membentuk pemerintahan di Desa Pundak Karangnongko, Sragen.

Sragen dikenal pula dengan nama Sukowati. Nama tersebut berarti, "suka keindahan", namun nama Sukowati dikaitkan pula dengan Pangeran Sukowati yang hidup pada masa kerajaan Mataram, yang makamnya ditemukan di daerah Sragen.

Menengok Nenek Moyang Manusia di Sangiran

Sumber gambar baroezyjourney.com

Pithecantropus Erectus yang ditemukan di Sangiran oleh Eugene Dubois membuka mata dunia bahwa manusia purba sudah ada di tanah Jawa sejak ratusan tahun yang lalu. Dari berbagai fosil yang ditemukan, Dubois berhasil menemukan sekitar 100 fosil manusia dan lebih dari 40.000 fosil hewan purba di daerah tersebut.

Sebenarnya, awal penelitian dilakukan di Mojokerto, tepatnya Desa Ngandong, Trinil. Saat itulah, sekitar tahun 1893, Dubois menemukan fosil Pithecanthropus Erectus. Namun, daerah Sangiran berhasil membuka cakrawala dunia, karena tidak hanya fosil Pithecanthropus Erectus lainnya yang ditemukan di lokasi ini, tapi juga fosil binatang dan peralatan manusia zaman purba juga berhasil ditemukan. Hasilnya, didirikanlah Museum Sangiran yang memuat puluhan ribu fosil dan fragmen makhluk purba.

Berkunjung ke Desa Wisata Dayu Alam Asri

Sumber gambar www.potlot-adventure.com

Sragen juga merupakan perpaduan antara suasana yang asri khas pedesaan dengan modernisasi khas perkotaan. Salah satu tempat yang bisa Anda kunjungi adalah Desa Dayu, yang terletak di Kecamatan Saradan, Sragen. Desa ini merupakan salah satu desa wisata yang sangat asri dan sangat pas untuk jadi tujuan rekreasi bersama keluarga.

Di desa ini terdapat agrowisata, wahana bermain, kebun binatang mini, juga ada resort, pendopo, kolam renang, restoran dan lain-lain. Wilayahnya sangat luas, mencapai 5 hektar.

Anda Bisa Memborong Oleh-oleh Sragen Di Sini

Desa Wisata Kliwonan

Sumber gambar sindonews.net

Tempat pertama yang perlu Anda kunjungi untuk berburu oleh-oleh adalah Desa Kliwonan. Desa Kliwonan terletak ke Kecamatan Masaran, Sragen. Bersama dengan Desa Pilang, desa ini merupakan desa wisata Batik, di mana Anda akan menemukan pengrajin batik asli dan orisinal, serta memuat kearifan lokal. Tentunya, tempat ini akan sangat pas bagi Anda para pencinta batik.

Batik khas Sragen disebut pula dengan nama Batik Girli. Nama itu merupakan akronim dari "pinggir kali", karena banyak industri batik di sana terletak di pinggir sungai (kali). Lebih kerennya, bila Anda berkunjung kemari, Anda bisa belajar membatik dan menginap di lokasi tersebut lho.

Sentra Oleh-oleh Khas Sragen di Sumberlawang

Sumber gambar wonderfullsolo.imgix.net

Tempat berikutnya adalah Sumberlawang. Sumberlawang terletak di daerah Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Nah, di kecamatan ini, Anda akan menemui banyak industri rumahan yang menghasilkan sejumlah kuliner yang unik dan nikmat. Beberapa kuliner khas Sragen antara lain Walangan dan Keripik Pisang Sumberlawang.

Tidak hanya itu, masih ada berbagai kuliner khas daerah lainnya yang pas untuk cemilan dan tentunya sangat pas jadi oleh-oleh dari Sragen.

Selain itu, juga pemandangan wilayah tersebut sangat eksotis, di mana rumah warga setempat menggunakan atap joglo yang indah dan menarik. Tidak hanya itu, Anda juga bisa melihat keindahan Waduk Kedung Ombo di Sumberlawang. Karena berada di dekat waduk, jadi ada banyak kuliner yang juga berbahan ikan, lho.

Berjalan-jalan ke Sragen, tentunya Anda jangan sampai melewatkan perjalanan ke Sumberlawang, yah. Ini merupakan salah satu tempat yang sangat direkomendasikan untuk Anda yang ingin mencari oleh-oleh kuliner khas Sragen.

Toko Oleh-oleh Khas Bumiaji

Sumber gambar solopos.com

Selanjutnya, ada tempat yang bernama Bumiaji, yang terletak di Kecamatan Gondang, Sragen. Desa Bumiaji menjadi salah satu tempat yang menjual sejumlah kuliner khas yang akan mengingatkan Anda dengan kuliner Solo. Mungkin karena jaraknya berdekatan, kali ya.

Beberapa makanan yang bisa Anda temukan di daerah ini antara lain Intip Jenang Gulo, Wajit Ketan, Karak, dan Keripik Tempe. Rasanya nik, gurih, renyah dan khas Sragen. Jadi, kalau ke Sragen jangan lupa mampir ke Bumiaji, ya.

Nah, Ini 10 Rekomendasi Oleh-oleh Camilan Khas Sragen

Rengginang Tiwul

Sumber gambar tokopedia.net

Kuliner Rengginang Tiwul khas Sragen, merupakan salah satu makanan khas setempat yang rasanya nikmat dan bikin mau tambah lagi. Rasanya yang gurih dan renyah, menjadikan makanan satu ini sangat pas untuk Anda nikmati sebagai camilan bersama kopi dan teh. Bila Anda ingin membelinya, Anda bisa mengunjungi Pasar Bunder di Sragen untuk mendapatkan Rengginang Tiwul.

Harganya juga murah, satu kantong bisa Anda bawa pulang dengan hanya Rp. 10 ribu saja. Atau, Anda bisa memesannya di Tokopedia seharga Rp 15.000.

Gathot Sragen

Sumber gambar kuepraktis.yaho-mart.com

Selanjutnya, ada gathot Sragen. Makanan satu ini merupakan gaplek yang lama tersimpan, lalu direndam dan dicuci lagi, baru dipotong dan dikukus. Hasilnya, menghasilkan makanan yang gurih dan nikmat. Biasanya, untuk menambah rasa, makanan ini bisa ditambah garam, gula atau kelapa.

Untuk mendaptkan produk satu ini, Anda bisa mengunjungi sejumlah tempat toko oleh-oleh, seperti Warung Bu Dharmo yang berada di Sragen. Harganya cukup murah, hanya Rp 10.000 per kantong. Sekarang, rasa gathot sudah banyak variasi, lho. Anda bisa memilih gathot rasa pisang, nangka. dan rasa lainnya yang tentunya bisa menjadi camilan pilihan Anda.

Keripik Tempe

Sumber gambar bukalapak.com

Keripik tempe memang bisa Anda temukan di mana saja. Tapi, keripik tempe Sragen memiliki rasa yang berbeda, juga unik. Tentunya, bila Anda menginginkan rasa keripik tempe yang gurih, juga empuk, maka keripik tempe Sragen wajib Anda cicipi.

Anda bisa mengunjungi Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen yang banyak menjual sejumlah kripik tempe tersebut. Rasa tempe yang diiris tipis, lalu dibalut dengan tepung dengan aroma bahan-bahan yang kuat, menjadikan keripik tempe asal Sragen begitu memukau. Anda bisa mendapatkan keripik tempe seharga Rp 1.500 per bungkus kecil dengan isi 15 buah.

Wajik Mbah Raja

Sumber gambar unycommunity.com

Wajik merupakan makanan khas daerah sekitaran Jawa yang rasanya sudah terkenal nikmat. Anda dengan mudah menemukan makanan satu ini di berbagai tempat di Sragen, salah satunya di Pasar Sragen Kota.

Rasanya nikmat, juga pas untuk dinikmati lama. Cara membuat makanan satu ini adalah dari beras ketan yang direndam, lalu dikukus. Setelah itu, diaduk dan dikukus kembali, baru ditumbuk dan dicetak. Anda bisa membelinya di Jenang Mbah Rajak, di daerah Kampung Cantel Wetan, Sragen.

Ini merupakan tempat menjual Wajik Sragen yang sudah terkenal sejak lama. Harganya cukup murah, mulai dari Rp 20.000 per kilogram, atau bila membeli per kotak, bisa dibeli seharga Rp 25.000.

Walangan

Sumber gambar cookpad.com

Walangan merupakan makanan khas Sragen, yang bisa Anda temukan di kecamatan Sumberlawang. Walangan dibuat dari bahan singkong atau ketela yang diparut. Selanjutnya, dicampur dengan gula merah lalu digoreng.

Tentunya, menggoreng walangan bukan menggunakan minyak sayur, tapi menggunakan minyak kelapa. Setelah digoreng, belum bisa langsung dimakan, tapi didiamkan dulu semalaman. Keesokan harinya, dicampurkan lagi dengan gula merah yang sudah dicairkan.

Rasanya manis dan gurih, juga renyah. Apalagi, harganya cukup murah, lho. Per bungkus kecil, dijual seharga Rp 6.000 saja. Bila membelinya per kilogram, dijual seharga Rp 14.000. Tentunya, Anda bisa mengunjungi kecamatan Sumberlawang, Sragen untuk menemukan makanan berbentuk bulatan yang rasanya nikmat ini.

Intip Mini

Sumber gambar tokopedia.net

Intip merupakan salah satu makanan yang dibuat dengan bahan kerak nasi. Nah, bila intip ini biasanya berukuran besar, maka di Kecamatan Sumberlawang, tepatnya di Dukuh Kedungdowo, Desa Hadiluwih, Anda bisa menemukan intip yang ukurannya lebih kecil, yakni hanya sekitar 12 cm saja. Harga intip mini juga lebih murah, hanya Rp 2.000 saja per buah.

Bahkan, bila Anda langsung membelinya di Desa Jati dan Desa Kedungdowo, Sumberlawang, harganya bisa lebih murah. Harga jualnya untuk intip mini yang lebih kecil dijual seharga Rp 1.200 saja, sedangkan yang sedang baru dijual Rp 2.000. Rasanya juga nikmat dan renyah, serta kriuk-kriuk. Apalagi dengan tambahan bumbu dan varian rasa yang menjadikan intip semakin nikmat.

Saci/Sragen Munchies

Saci adalah salah satu camilan pilihan bagi Anda yang suka makanan manis. Bentuknya seperti dodol, namun bentuknya lebih menarik. Saci merupakan kependekan dari Sragen Munchies.

Dodol jenis baru khas Sragen ini dibuat dari bahan tepung garut, gula aren, dengan tambahan bumbu lain untuk memperkaya rasa. Kemudian, dibuat dengan bentuk yang unik dan menarik untuk menarik perhatian pembeli. Harganya juga cukup murah, satu pak atau kemasan berisi 10 Saci dijual seharga Rp 15.000 saja.

Anda bisa mendapatkannya di sekitaran Kota Sragen, terutama di sejumlah toko oleh-oleh. Salah satunya di Resto Ndayu Park juga di Galeri Batik Sukowati.

Ampyang

Sumber gambar cookpad.com

Masih makanan yang berasal dari Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Selain Walangan, ada juga makanan lain yang bernama ampyang. Makanan satu ini adalah makanan yang dibuat dari bahan kacang tanah dengan gula merah. Kacang tanah awalnya disangrai dulu, lalu dicampurkan dengan gula merah, menjadikan makanan yang manis dan nikmat.

Nama ampyang juga disebut berasal dari istilah "jalan rusak" karena bergelombang dan tidak rata. Tidak hanya itu, makanan satu ini juga bisa membuat Anda ketagihan, apalagi rasanya sekarang berinovasi dengan tambahan sejumlah rasa lainnya.

Anda bisa berkunjung ke Sumberlawang, dan dengan mudah menemukan ampyang ini di sejumlah toko oleh-oleh. Salah satunya di Kedai Bu Sri. Harganya cukup murah, hanya Rp. 4.500 per kotak.

Keripik Pisang Sumberlawang

Sumber gambar sajiansedap.grid.id

Masih dari wilayah Sumberlawang, satu lagi kuliner asal daerah ini yang perlu Anda cicipi adalah keripik pisang Sumberlawang. Makanan satu ini sebenarnya bisa Anda temukan di mana saja, tapi kalau bicara tentang rasa, tentunya jangan sampai melewatkan uniknya rasa keripik pisang asal Sumberlawang, Sragen ini.

Gurihnya pas, renyahnya juga pas. Tidak hanya itu, rasa pisangnya juga nikmat. Perlu Anda ketahui, di Sumberlawang, Anda juga bisa menemukan pisang Bawen yang rasanya nikmat, empuk dagingnya, juga banyak vitamin dan mineralnya. Nah, pisang bawen inilah yang menjadikan rasa keripik pisang di Sumberlawang begitu berbeda.

Anda bisa mendapatkannya di sejumlah UKM, toko, minimarket dan sebagainya di Kecamatan Sumberlawang. Harganya untuk kemasan 1 ons hanya dijual Rp 5.000 saja. Nah, bila ingin lebih banyak, kemasan 2 kg juga hanya dijual Rp 80.000, kok.

Emping Garut

Sumber gambar hartonomall.com

Emping garut adalah emping yang dibuat dari bahan umbi garut, jadi bukan dari melinjo. Penyebab diciptakannya makanan ini awalnya karena melinjo tidak begitu baik bagi orang-orang yang menderita asam urat. Jadi, agar lebih aman, umbi garut diolah menjadi sebuah makanan, salah satunya emping.

Garut juga tanaman yang sangat baik, karena mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Meski begitu, makanan ini juga sangat baik untuk yang menderita diabetes. Nah, kebetulan di Sragen, khususnya di Desa Blangu, Kecamatan Gesi, merupakan salah satu sentra penghasil umbi garut terbesar.

Harganya cukup murah, Anda bisa membelinya seharga Rp 30.000 untuk ukuran 1 kg emping mentah. Bila ingin yang sudah digoreng, maka harga jualnya menjadi Rp 45.000 per 1 kg. Anda bisa mendapatkannya di Emping Garut Fadillah, yang bisa Anda temukan di Kecamatan Gesi, Sragen.

From our editorial team

Membeli Oleh-oleh Saat Traveling

Kegiatan traveling sangat menyenangkan. Agar kesan yang ditinggalkan semakin terasa, membawa oleh-oleh sepulang dari traveling dari Sragen adalah hal yang wajib dilakukan. Apalagi harga yang ditawarkan ternyata super murah. Tunggu apalagi?

Tag