Jepang Tak Kalah dari Amerika dan Korea Selatan Soal Film dan Drama

Sumber gambar http://www.shutterstock.com/

Menonton film merupakan kegiatan paling asyik kala mengisi waktu senggang. Ragam film pun sangat bervariasi dan datang dari berbagai negara. Sebut saja film Hollywood yang selalu ditunggu penonton dunia hingga film Bollywood yang sering memasukkan tarian ataupun aksi khasnya.

Kamu yang melek dunia hiburan pasti sadar kalau industri perfilman beberapa tahun belakangan sering diramaikan produksi Korea Selatan. Namun, rupanya bukan hanya negeri ginseng itu saja yang sedang populer, penggemar film negeri sakura pun kini kian bertambah lho.

Penyuka kultur Jepang tentu tak akan melewatkan serunya film dari negeri matahari terbit tersebut. Selain tema dan jalan cerita yang tak kalah seru dengan film yang ditawarkan Hollywood dan Korea, film Jepang juga memiliki deretan aktor dan aktris yang rupawan loh. Yuk, kenali lebih jauh film Jepang dan rekomendasinya dari BP-Guide.

Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Film Jepang

Beragam Genre

Sumber gambar http://www.shutterstock.com/

Selain dikenal akan keindahan alam dan kekayaan budayanya, Jepang juga punya segudang produksi drama dan film berbagai genre setiap tahunnya.

Ini bisa jadi alasan mengapa kamu harus mulai menonton film dan juga drama Jepang. Dengan genre yang variatif dan kental, tentunya kamu akan ketagihan dan bisa mencoba lebih dari satu film.

Tak sedikit film Jepang yang mendalami genre yang diterapkan dalam ceritanya. Bahkan beberapa film negeri sakura tersebut pernah dibuat ulang oleh negara lain yang tertarik dengan genre dan jalan cerita mereka.

Alur Ceritanya Beda dan Tidak Umum

Sumber gambar http://www.shutterstock.com/

Film dan drama Jepang memang berbeda dengan negara lainnya dan itulah yang membuatnya menarik. Alur cerita yang tak pasaran dan sulit ditebak menjadikan produksi mereka semakin dilirik.

Tema yang tak melulu soal percintaan membuat film dan drama Jepang punya sentuhan segar. Tengok saja drama lawas Jepang berjudul "News no Onna" yang mengisahkan masalah karier dan persoalan pribadi seorang penyiar wanita. Atau coba tonton drama "Code Blue" yang menceritakan perjuangan tim medis darurat yang dikemas dengan sangat realistis.

Tidak Hanya Mengandalkan Tampang Para Pemainnya

Sumber gambar www.idntimes.com

Bukan rahasia kalau sebagian dari kita kadang mementingkan tampang keren para pemain film atau drama sebelum menontonnya. Dengan wajah rupawan mereka, kita pasti tersihir saat menonton acara tersebut. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa penampilan tak menjamin kualitas suatu film atau drama.

Soal fim, ganteng dan cantiknya pemain bukanlah hal pertama yang menjadi sorotan, melainkan kemampuan akting mereka. Meski basis penggemar artis Jepang bisa dikatakan di bawah Korea, banyak sekali aktor dan aktrisnya yang punya wajah menawan namun tetap diimbangi dengan kemampuan yang akting keren.

10 Rekomendasi Film Jepang Terbaik 2018

Love is Like After the Rain / Koi wa Ameagari no You ni

Sumber gambar www.kaorinusantara.or.id

Rekomendasi pertama ini merupakan adaptasi manga karya Jun Mayuzuki, disutradarai Akira Nagai, dan naskahnya ditulis Riko Sakaguchi. Film yang dirilis pada 25 Mei 2018 ini bahkan dibuat mini serinya sebanyak empat episode.

Film ini menceritakan gadis berumur 17 tahun bernama Tachibana Akira (Nana Komatsu) yang diam-diam jatuh cinta pada sang manajer, Kondou Masami (Yo Oizumi), yang sudah berusia 45 tahun dan berstatus duda dengan seorang anak. Saat ditanya mengapa ia menyukai Kondou, Tachibana tak bisa menemukan jawabannya. Ia hanya yakin bahwa mencintai seseorang itu tidak membutuhkan alasan.

Colors of Wind / Kaze no Iro

Sumber gambar kaze-iro.jp

Film bergenre romantis ini menuai decak kagum karena penampilan hebat Yuki Furukawa dan Takemi Fujii yang masing-masing memerankan dua karakter berbeda. Film ini merupakan produksi kerja sama Jepang dan Korea Selatan karena disutradarai langsung oleh Kwak Jae-Yong.

Kisahnya berpusat pada tokoh Ryo yang pergi ke Hokkaido setelah kepergian kekasihnya, Yuri (Fujii). Sesampainya di sana, ia bertemu dengan kembaran kekasihnya, Aya (Fujii juga), yang mengira Ryo sebagai kekasihnya, Ryu sang pesulap yang meninggal dua tahun lalu. Ryo pun membiarkan dirinya berpura-pura sebagai Ryu untuk menjalin hubungan dengan gadis tersebut.

Rainbow Days / Nijiiro Days

Sumber gambar hotsta.net

Film "Nijiiro Days" diadaptasi dari manga berjudul sama yang diangkat menjadi anime pada 2016. Film bergenre drama dan komedi romantis ini menceritakan persahabatan empat cowok SMA, yaitu Tsuyoshi (Mahiro Takasugi), Tomoya (Nakagawa Taishi), Keiichi (Yokoyama Ryuusei), dan Natsuki (Reo Sano).

Keempatnya suka bersenang-senang meski sudah berada di penghujung tahun sekolahnya. Film yang disutradarai Ken Iizuka dan ditulis oleh Minami Mizuno serta Rika Nezu ini juga membahas kisah asmara Natsuki yang naksir Anna Kobayakawa (Ai Yoshikawa), cewek dari kelas lain, dan teman-temannya yang suka ikut mencampuri urusan cintanya.

River’s Edge / Ribazu Ejji

Sumber gambar www.ifuun.com

"River’s Edge" yang rilis pada 16 Februari lalu merupakan film live action adaptasi manga bergenre drama remaja. Film ini mengisahkan kisah dua murid SMA, Haruna Wakagusa (Fumi Nikaido) dan Ichiro Yamada (Ryo Yoshizawa), yang menemukan mayat di pinggir sungai. Dari situ keduanya mulai mengungkap rahasia mereka masing-masing. Film ini disutradari Isao Yukisada dan ditulis Misaki Setoyama serta Kyoko Okazaki yang juga pengarang manganya.

You Are the Apple of My Eye / Ano Koro, Kimi wo Oikaketa

Sumber gambar www.imdb.com

"You Are the Apple of My Eye" menceritakan kisah siswa SMA, Kosuke Mizushima (Yuki Yamada), yang hidup tanpa beban. Namun, suatu ketika ia bercanda terlalu berlebihan dan membuat gurunya meminta siswi teladan, Mai hayase (Asuka Saito), untuk mengawasinya. Meski awalnya tak sejalan, hubungan kedua murid tersebut kian hari semakin dekat.

Film yang mengangkat tema cinta pertama yang sederhana ini merupakan adaptasi novel berjudul "Na Xie Nian, Wo Men Yi Qi Zhui De Nu Hai" yang ditulis Giddens Ko. Novel ini juga sempat dibuat live actionnya oleh negara Taiwan dengan judul yang sama pada 2011. Film garapan sineas Jepang Yasuo Hasegawa ini diluncurkan pada 5 Oktober lalu dan langsung diserbu banyak penikmat film.

Kids on the Slope / Sakamichi no Apollon

Sumber gambar asianwiki.com

"Kids on the Slope" merupakan film adaptasi manga populer "Sakamichi no Apollon" yang dikarang Yuki Kodama. Film yang tayang pada 10 Maret 2018 ini dijamin menarik. Terlebih bagi kamu yang suka genre musikal dengan balutan romantis dan historis.

Film ini berpusat pada siswa SMA Kaoru Nishimi (Yuri Chinen) yang harus pindah ke Nagasaki karena pekerjaan ayahnya. Pada awal kedatangannya ke sekolah baru, lelaki introver tersebut langsung jatuh cinta kepada Ritsuko Mukae (Nana Komatsu).

Kaoru yang pandai memainkan musik klasik lewat piano mulai melirik jazz demi menarik perhatian Ritsuko. Selain itu, ada juga aktor Taishi Nakagawa yang berperan sebagai Sentaro Kawabuchi, teman sekelas Kaoru yang dicap sebagai siswa nakal.

Laplace’s Witch / Rapurasu no Majo

Sumber gambar www.imdb.com

Film bergenre misteri ini sangat seru untuk ditonton lho. Selain jalan cerita yang bagus, kamu juga akan dimanjakan dengan aktor dan aktris yang rupawan juga sutradara kenamaan Takashi Miike. Film yang dirilis pada Mei 2018 ini diangkat dari novel karya Keigo Higashino yang telah diterbitkan pada 2005 oleh Kadokawa.

Film ini mengisahkan ilmuwan geokimia Shusuke Aoe (Sho Sakurai) yang dimintai bantuannya untuk menjelaskan penyebab suatu kasus. Namun, nuansa misteri kian bertambah saat dirinya bertemu dengan Madoka Uhara (Suzu Hirose) yang memiliki kemampuan memprediksi fenomena alam dengan sangat tepat.

Tonight, At The Movies / Konya, Romansu Gekijo de

Sumber gambar www.raymondyeung.com

"Konya, Romansu Gekijo de" menghadirkan kisah sutradara muda bernama Kenji (Kentaro Sakaguchi) yang sangat mencintai dunia perfilman. Ia lalu jatuh cinta pada Princess Miyuki (Haruka Ayase) yang merupakan pemeran utama filmnya. Kelanjutan hubungan dua sejoli berbeda dimensi tersebut pastinya akan membuat hatimu berdegup.

Film berlatar tahun 60-an yang dibalut unsur fantasi ini digarap sutradara Hideki Takeuchi dan penulis skenario Keisuke Uyama. Jadi, jangan sampai melewatkan film bagus yang satu ini, ya.

The Lies She Loved / Uso wo Aisuru Onna

Sumber gambar www.oneday.com.tw

"Uso wo Aisuru Onna" merupakan film yang diproduseri Koichi Murakami serta disutradarai Kazuhito Nakae yang juga menulis naskah bersama Nozomi Kondo. Film bergenre misteri ini tayang perdana di Jepang pada 20 Januari 2018.

Film ini mengangkat cerita wanita bernama Yukari Kawahara (Masami Nagasawa) yang adalah seorang pekerja keras di sebuah pabrik minuman. Ia memiliki kekasih bernama Kippei Koide (Issey Takahashi) yang berprofesi sebagai dokter. Usai tinggal bersama selama lima tahun, tiba-tiba Kippei pingsan dan mengalami kerusakan otak.

Tragedi mulai mewarnai hidup Yukari kala ia menyadari bahwa segala yang diketahui soal kekasihnya adalah bohong belaka. Ia pun menyewa detektif Takumi Kaibara (Kotaro Yoshida) untuk menyelidiki siapa sebenarnya Kippei Koide.

Marmalade Boy

Sumber gambar www.imdb.com

"Marmalade Boy" adalah film Jepang bergenre komedi romantis yang berasal dari manga karangan Wataru Yoshizumi dengan judul yang sama. Film yang disutradarai Ryuichi Hirokiini serta ditulis oleh pengarang aslinya dan Taeko Asanota ini tayang di Jepang pada 27 April 2018.

Film ini menceritakan siswi SMA bernama Miki Koishikawa (Hinako Sakurai) yang mengetahui orang tuanya akan bercerai. Yang lebih mengejutkan, ayah dan ibunya pun saling menikahi mantan pasutri Matsuura yang sempat mereka temui dalam perjalanan ke Hawaii. Dalam kondisi sangat janggal tersebut, Miki mulai tertarik pada Yuu (Ryô Yoshizawa), anak laki-laki keluarga Matsuura yang kini tinggal satu atap dengannya.

From our editorial team

Beralihlah Sejenak ke Cerita Khas Film Jepang

Meski kalah populer dengan film besutan Hollywood ataupun Korea, Jepang masih tetap memiliki banyak penggemar. Hal ini didasarkan pada kemampuan para pelaku industri film di balik produksi yang mereka garap. Terlebih dengan jalan cerita serta nuansa yang orisinal dan tak akan kamu temui di produksi film negara manapun.