Anda Baru Melahirkan? 10 Hal Ini Harus Anda Ketahui Sebagai New Mom Mengenai New Born Baby

Anda Baru Melahirkan? 10 Hal Ini Harus Anda Ketahui Sebagai New Mom Mengenai New Born Baby

Pasangan baru yang memulai hidup baru, tidak perlulah panik. Nikmatilah dulu masa-masa berdua sebelum menyambut kehadiran buah hati. Namun, agar tidak kaget, ada hal-hal yang harus diketahui ibu baru (new mom) mengenai bayi yang baru lahir (new born baby). Berikut infonya dari BP-Guide.

Perlu diketahui bahwa bayi yang baru lahir memang sangat rentan, baik dari segi kesehatan dan psikologis. Jika ibu Anda sering mengatakan, “jangan sering dipegang wajahnya”. Ini menandakan bahwa kulit bayi sensitif terhadap sentuhan. Dikhawatirkan, tangan yang menyentuh kulit bayi membawa kuman atau virus.

Dari segi psikologis, mungkin saja ibu Anda sering mengingatkan Anda, “jangan stres-stres, nanti bayinya ketakutan. Dibawa santai saja.” Ternyata ada benarnya juga loh mom, karena sang bayi butuh dekapan lebih sering dengan sang ibu, apalagi dengan ayahnya.

Meskipun begitu, tetaplah tenang ya bunda. Tetaplah peka terhadap kondisi bayi Anda. Tetaplah ketahui mana yang perlu waspada atau tidak. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diketahui new mom mengenai new born baby.

1. Kulit Bayi Kering

Sumber gambar id.theasianparent.com

Secara umum, kulit bayi terasa lembut dan terkadang sensitif. Pasalnya, selama sembilan bulan di rahim ibu, kulit bayi dilingkupi cairan yang membuatnya hangat dan terlindungi. Jika bayi keluar dari rahim ibu, maka kulit bayi akan kemerahan karena bertemu dengan udara luar.

Beberapa jam setelah melahirkan, kulit bayi akan mengalami beberapa kemungkinan, yakni kering atau terkelupas. Tidak perlu khawatir, karena ini wajar bagi sang bayi yang masih beradaptasi. Jika memang ingin tetap lembab, Anda bisa membalurkan lotion khusus bayi yang tidak menimbulkan alergi.

2. Ubun-ubun Lunak pada Kepala Bayi

Sumber gambar cdn.popmama.com

Ketika bayi baru lahir, kemungkinan besar kepala bayi, tepatnya pada bagian ubun-ubun akan terasa lunak. Hal ini wajar karena ubun-ubun lunak membantu bayi mampu bergerak melewati jalan lahir.

Ubun-ubun yang lunak ini akan terasa berdenyut, karena terdapat pembuluh darah yang menutupi otak. Anda juga tidak perlu takut menyentuhnya. Ubun-ubun ini akan mengeras seiring pertumbuhan dan perkembangan bayi.

3. Feses Lunak Habis Menyusui

Bagi Anda yang memiliki kesempatan untuk memberikan ASI eksklusif, ini adalah anugerah istimewa. Karena, ASI ekslusif cenderung mudah dicerna oleh tubuh bayi. Sehingga tiap kali Anda menyusui, bayi akan sering buang air besar. Berbeda jika bayi Anda mengonsumsi susu formula, akan jarang pup. Namun, bagaimana dengan kondisi fesesnya?

Bayi yang disusui dengan ASI ekslusif akan mengeluarkan feses bertekstur encer atau lunak. Secara umum, wajar jika ini terjadi. Bayi hanya bisa mengonsumsi cairan dan memang belum menerima makanan padat.

4. Sering Cegukan

Sumber gambar hellosehat.com

Bayi Anda sering cegukan? Dilansir dari berbagai sumber, cegukan merupakan tanda komunikasi antara otak dan diafragma bayi yang belum sempurna. Karena itu, bayi sering cegukan. Cegukan pada bayi tidak berbahaya kok mom.

5. Sering Menangis

Sumber gambar akurat.co

Mungkin Anda stres atau bingung sendiri mengapa bayi sering menangis. Bahkan saat menjelang tidur, makan, buang air, atau mencari perhatian Anda. Justru itu, menangis adalah cara berkomunikasi bayi dengan Anda. Tangisan bayi sebagai cara komunikasi ini harus sigap ditanggapi ya mom.

Namun, jangan harap jika Anda akan menerima reaksi berupa senyum atau sentuhan pada Anda. Karena, bayi yang baru lahir belum bisa melakukan itu. Jadi, tetap tenang dan sabar ya mom!

6. Ruam di Wajah

Sumber gambar www.cekalergi.com

Kulit bayi yang baru lahir cenderung rentan, seperti terasa kering, terkadang mengelupas, bahkan timbul ruam merah. Ruam disebabkan hormon ibu yang masih berada di tubuh bayi. Ruam ini terjadi pada bayi usia dua minggu atau dua bulan.

Ruam tersebut bisa dibersihkan dengan lembut. Jika terdapat tanda-tanda ruam yang tidak wajar, segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat ya mom.

7. Lebih Banyak Tidur

Sumber gambar nakita.grid.id

Suatu kali, Anda berkunjung ke rumah teman Anda yang baru melahirkan. Saat menyambangi rumahnya, Anda menemukan bahwa bayinya sedang tertidur. Bahkan sampai Anda berpamitan. Wajar bila bayi yang baru lahir akan menghabiskan banyak waktu untuk tidur.

Umumnya, bayi yang baru lahir akan tidur selama 6-8 jam per hari. Meskipun begitu, bayi juga butuh makan 2-3 jam sekali. Akan lebih baik jika mom bangunkan bayi untuk makan siang. Sehingga ketika malam hari, bayi bisa tidur sepuasnya.

8. Kadang-kadang Berhenti Bernapas

Sumber gambar cdn.popmama.com

Selama bayi tidur hingga 6-8 jam, terkadang ia akan berhenti bernapas sekitar 5-10 detik. Sang ibu baru atau new mom memang masih belum berpengalaman, tentunya akan panik dan was-was. Anggapannya, jika bayi berhenti bernapas, justru akan sangat mengerikan bukan?

Sebenarnya berhenti bernapas sebentar justru hal yang normal. Namun yang perlu diwaspadai adalah jika bayi berhenti bernapas melebihi 10 detik, lalu diikuti dengan perubahan warna pada wajah, yakni wajah menjadi biru. Sudah saatnya dibawa ke rumah sakit ya mom!

Agar lebih aman, sebaiknya bayi yang baru lahir tetaplah selau diawasi. Siapkanlah tempat tidur mereka dari benda-benda yang menghambat pernapasan bayi. Sehingga, bahaya sudden infant death syndrome atau sindrom kematian mendadak pada bayi bisa dicegah.

9. Jarang Mandi

Sumber gambar www.popmama.com

Ya, bayi yang baru lahir tidak perlu sering dimandikan. Cukup dibersihkan dengan air hangat menggunakan kain lap atau waslap basah saja. Mengapa demikian? Biasanya bayi yang baru lahir tidak begitu kotor. Selain itu, bayi yang baru lahir juga masih ada tali pusar.

Tali pusar ini harus dalam kondisi tetap kering, dan kemudian akan terlepas pada waktu antara satu sampai dua minggu setelah kelahiran. Dengan demikian, kondisi tali pusar tetap kering dan tidak terjadi infeksi, juga tidak membahayakan kesehatan bayi.

10. Wajib Dijemur

Sumber gambar www.pexels.com

Waktu jemur yang baik untuk kesehatan bayi adalah saat sebelum jam 9 pagi. Karena pancaran sinar mataharinya memiliki kandungan spektrum sinar biru dan vitamin D alami. Pancaran sinar ini mampu mengurangi kadar bilirubin dalam darah bayi, serta membantu pembentukan tulang bayi yang masih lemah.

Untuk menjemurnya, tidak perlu lama-lama ya mom. Jika bayi sudah merasa kepanasan, segeralah masuk ke dalam rumah. Atau jika mom yang merasa kepanasan, cukup 5-10 menit saja ya.

From our editorial team

Bayi Membutuhkan Perhatian Khusus

Itulah hal-hal yang harus diketahui new mom mengenai new born baby. Banyak new mom yang kerap khawatir dengan kondisi kesehatan bayi. Namun, sebenarnya bayi berada pada kondisi normal. Pada dasarnya bayi yang baru lahir memang membutuhkan perhatian ekstra. Semoga informasi-informasi ini bisa membantu Anda dalam merawat sang bayi, ya.

Tag