Kamera Analog Pernah Berjaya di Masanya

Sumber gambar etsystudio.com

Saat teknologi digital dan kamera digital belum sebanyak sekarang, kamera analog dengan modus auto-nya yang khas telah terlebih dahulu berjaya. Kamera yang dinamai sesuai dengan teknologi pengoperasiannya ini didukung dengan film seluloid 35 milimeter untuk penangkapan cahaya yang lebih optimal. Artikel BP-Guide kali ini akan membahas tips dan rekomendasi pilihan kamera analog yang menuntut penguasaan dan kreativitas tinggi dari penggunanya.

Bingung? Ini Tips Memilih Kamera Analog dari Seorang Fotografer

Sumber gambar pexels.com

Perhatikan Ketersediaan Baterai

Sumber gambar sportys.com

Film 35 milimeter yang terdapat pada kamera analog memerlukan baterai yang berbeda-beda tergantung dengan jenis dan spesifikasi masing-masing. Misalnya, beberapa kamera cocok dengan baterai jenis AA, AAA, LR44, atau bahkan CR123 yang identik dengan baterai jam tangan. Semua hal mengenai ketersediaan baterai itu perlu kita riset dan perbandingkan pada pasar kamera analog sebelum kita benar-benar membelinya. Bila ada orang-orang rumah yang pernah memakai kamera yang identik dengan sebutan kamera film ini, maka hal tersebut akan menjadi nilai tambah bagi kita dalam menilai ketersediaan baterai dan mencocokkannya dengan kamera analog yang hendak kita beli.

Perhatikan Juga Ketersediaan Lensa

Sumber gambar rockycameras.com

Umumnya, kamera analog menggunakan lensa jenis fixed lens. Karena itu, kita yang hanya memiliki lensa jenis SLR disarankan untuk mengganti lensa fixed yang lebih cocok untuk kamera yang identik dengan seni fotografi kuno ini. Persoalannya adalah pada ketersediaan fixed lens yang bebas dari fog dan jamur, di mana seringkali sulit untuk mendeteksi kebersihan lensa dari fog atau jamur, mengingat hasilnya yang tidak dapat langsung jadi. Di saat yang sama, kita perlu memperhatikan ketersediaan dan aspek kebersihan ini, sehingga uang yang kita investasikan untuk kamera analog tidak terbuang sia-sia.

Ketahui Pasti Ukuran Film

Sumber gambar tested.com

Beberapa ukuran film yang umum dijumpai pada kamera analog adalah 35mm, 135 milimeter, dan 120 milimeter. Bila dibandingkan dengan ukuran-ukuran film lain yang tidak mainstream seperti medium format atau 110 milimeter seperti pada kamera Lomo, ketiga ukuran film tersebut lebih cocok untuk mereka yang sekadar menyenangi kamera analog untuk memotret sehari-hari. Sebaliknya, fotografer profesional yang benar-benar serius ingin menekuni dunia fotografi dapat melirik film yang lebih langka untuk resolusi gambar yang lebih jernih hingga empat kali lipat dari ukuran film analog biasanya.

8 Kamera Analog yang Masih Mempunyai Banyak Peminat

Tak kalah dengan kamera digital yang canggih, keberadaan kamera analog pun masih dicari oleh penggemar fotografi. Apa saja kamera analog yang bisa masuk opsi? Berikut referensi buat kamu.

Canon Canonet QL17

Sumber gambar mattsclassiccameras.com

Kamera analog dengan lightmeter yang dapat berfungsi pada mode manual maupun otomatis dan pemasangan rol film yang QL atau quick loading, Canon Canonet QL17 yang diproduksi oleh perusahaan asal Jepang ini telah menjadi primadona kamera sejak sekitar tahun 1960. Hingga sekarang, kamera jadul alias jaman dulu Canon Canonet QL17 ini terkenal dengan harganya yang murah. Plus, ditunjang kualitas renderer prima serta shutter speed 1/500 yang termasuk cepat untuk ukuran kamera jadul, sehingga menjadikannya salah satu kamera analog yang recommendable untuk pemula pecinta kamera jadul. Harga satu unitnya dibanderol Rp 600.000 di Tokopedia.

Yashica FX Super 2000

Sumber gambar commons.wikimedia.org

Yashica FX Super 2000 terkenal dengan bodi besi tua nan antik dan uniknya yang terbuat dari logam dan plastik, yang membuatnya indah secara estetis bagi para pecinta kamera jadul. Kamera jadul Yashica FX Super 2000 ini juga disertai dengan lensa Yashica Lens 35-70mm f/3.5-4.5 yang langka namun dapat menghasilkan foto berkualitas jernih dengan film 35mm-nya. Shutter speed-nya yang mencapai 1/2000 detik bukan hanya lebih cepat dari seri fx-3 pendahulunya yang hanya mencapai 1/1000 detik, namun juga termasuk salah satu yang "Top Markotop" untuk kamera jadul edisi 1986. Kamera "besi tua" ini dihargai Rp 500.000 di Bukalapak.

Nikon FM10

Sumber gambar pdnonline.com

Untuk kita yang lebih senang menggunakan sistem bidikan SLR namun di saat yang sama juga menyenangi kamera jaman dahulu, maka Nikon FM10 yang diproduksi Cosina Japan untuk Nikon Corporation pada 1995 ini dapat kita jadikan pilihan. Dalam hal teknologi fotografi konvensional, kamera Nikon FM10 ini termasuk yang berkesan, mengingat kamera inilah kamera analog produksi terakhir dari Nikon, yang untuk selanjutnya mereka lebih banyak memroduksi kamera ber-autofocus. Satu lensa berfungsi gandanya yang cocok untuk ukuran film 35mm yang mainstream membuat Nikon FM10 cocok untuk para fotografer pemula yang sedang memburu kamera analog. Di Bukalapak, harga satu unitnya mencapai Rp 1.200.000.

Pentax K1000

Sumber gambar flickr.com

Kamera SLR analog lain yang dapat kita jadikan alternatif adalah Pentax K1000 yang dibuat oleh Asahi Optical Co., Ltd. di Jepang pada sekitar tahun 1996-1997. Pentax K1000 hadir dengan K-mount bayonet yang menjadi tren untuk mounting kamera-kamera Pentax seri selanjutnya. Tambahan B pada shutter speed-nya juga menjadi sesuatu yang mengagumkan pada kamera dengan tulisan "Asahi Pentax" ini. Untuk harganya, kamera Pentax K1000 saat ini dihargai Rp 1.800.000 di Tokopedia.

Fujica M1

Sumber gambar garasiopa.com

Keseluruhan bodi dan lensanya yang terbuat dari plastik, membuat sebutan kamera mirrorless jadul cocok untuk kamera Fujica M1 yang diproduksi oleh PT. Honoris Industry, anak perusahaan PT. Modern Photo sebagai distributor Fujifilm Indonesia. Kamera Fujica M1 merupakan kamera yang cocok untuk kita, para fotografer, yang ingin menimbulkan efek dreamy secara alamiah pada foto, mengingat hasilnya yang tidak terlalu terang dipadukan dengan vignette lingkaran hitam di bagian pinggir output fotonya. Kamera yang pada jamannya dipopulerkan oleh Maya Rumantir ini sekarang memiliki harga Rp 769.000 di Bukalapak.

Canon AE1

Sumber gambar bluemooncamera.com

Meskipun memiliki sejarah produksi yang dapat ditilik balik pada tahun 1976, kamera Canon AE-1 tetap menjadi kamera analog yang diminati banyak fotografer masa kini dikarenakan fitur-fiturnya yang luar biasa. Kita dapat mengubah setting menjadi full manual pada kamera berbobot enteng namun tangguh dan tahan banting ini, dengan cara mengatur aperture lensa yang dimilikinya dan mengecualikan sinyal A serta mode dial shutter speed dari Program. Selain itu, kamera Canon AE-1 ini juga dilengkapi dengan viewfinder yang fokus dan model bulb yang fantastis dan unik, membuatnya salah satu kamera yang tetap recommended hingga sekarang. Saat ini, harga kamera Canon AE-1 berada pada Rp 1.800.000 di Bukalapak.

Olympus Trip 35

Sumber gambar flickr.com

Seperti namanya, Olympus Trip 35 pada awalnya diproduksi oleh Olympus untuk para fotografer yang menyukai trip atau liburan. Kamera jadul yang terjual lebih dari 10.000.000 unit pada jamannya ini memiliki ciri khas pada auto-exposure-nya yang mudah untuk digunakan dan sistem fokus berbasis zona dan simbolnya yang unik. Selain ciri-ciri yang menggambarkan fitur produknya tersebut, fotografer asal Inggris David Bailey yang menjadi bintang untuk kamera analog yang diproduksi pada 1967 ini menjadi ikon tak terlupakan dari Olympus Trip 35 yang berharga Rp 300.000 di Bukalapak saat ini.

Yashica Lynx 14E

Sumber gambar photobucket.com

Siapa bilang kamera berteknologi rangefinder atau viewfinder harus mahal? Faktanya, Yashica Lynx 14E yang diproduksi oleh Yashica Company Ltd. pada 1968 ini dapat menjadi alternatif pilihan kamera analog berteknologi rangefinder dan viewfinder canggih yang berharga murah. Selain teknologi rangefinder dan viewfinder-nya, dengan harga Rp 880.000 di Bukalapak, kita mendapatkan kamera berfokus manual dengan self-timer yang hingga saat ini cocok untuk mengakomodasi kebutuhan foto grup. "OVER" atau "UNDER" light exposure yang dapat di-setting sendiri pada kamera yang lensanya diproduksi oleh Tomioka Optical Co.Ltd. ini juga menolong fotografer untuk menyesuaikan latar belakang cahaya dengan setting sesungguhnya di lapangan.

Baca juga

From our editorial team

Bermain dengan Kamera Analog

Perlu diperhatikan bahwa mengoperasikan kamera analog tidak sepraktis kamera digital dan juga menghabiskan film yang tidak sedikit. Bila kamu ingin membeli kamera analog, sebaiknya perhatikan jenis yang sesuai dengan kebutuhan. Menyimak tips dan trik pemakaian kamera analog pun tidak ada salahnya. Kamera analog ini cocok bagi kamu yang ingin menekuni dasar fotografi karena bisa membantu kamu untuk belajar sabar dalam mengambil gambar yang tepat, sekaligus menantang kamu untuk menangkap best moment. Rasakan sensasi berbeda dalam menggunakan kamera analog saat memotret. Selamat jeprat jepret!