Gaya Interior Dapat Disesuaikan dengan Kepribadian Pemilik Rumah

Sumber gambar pixabay.com

Ruangan akan makin nyaman dihuni dan sedap dipandang mata jika kita menata interior dengan apik. Penataan ruang hingga pemilihan furnitur memang bukan hal yang mudah, namun juga bukan hal mustahil untuk dilakukan. Penataan interior yang tepat akan bikin ruangan tersebut memiliki kesan tersendiri.

Kamu bisa memilih gaya interior yang mendefinisikan bagaimana dirimu yang sebenarnya. Jika gaya interiornya sesuai dengan kepribadianmu tentu kamu bisa memperoleh kenyamanan yang lebih saat beraktivitas di rumah. Bersama BP-Guide, intip yuk berbagai gaya interior rumah yang bisa kamu terapkan sesuai dengan kepribadianmu.

Gaya Interior Sesuai dengan Kepribadian

Untuk Kamu yang Introver

Orang dengan kepribadian introver cenderung lebih tertutup dari orang lain. Orang dengan kepribadian seperti ini lebih merasa nyaman saat berada dalam kesunyian atau kondisi yang tenang, daripada di tempat yang terlalu banyak orang.

Bagi orang intorver, gaya interior minimalis bisa diterapkan.Gaya interior seperti ini dapat menciptakan suasana yang kondusif. Untuk menerapkan gaya yang satu ini tak perlu ada banyak dekorasi dalam suatu ruangan. Selain itu penggunaan furniturnya juga sangat minim. Gaya ini menjaga efektivitas barang sehingga bisa dikatakan, prinsip utamanya adalah less is more.

Untuk Kamu yang Jujur dan Tegas

Sumber gambar interiordesign.id

Bagi kamu yang memiliki sifat jujur dan tegas bisa mengaplikasikan gaya interior industrial. Pemakaian material ekspos pada gaya interior industrial dapat mencerminkan karaktermu yang jujur dan juga apa adanya. Untuk warna, kamu bisa pilih warna maskulin dan elemen metalik yang menjadi aksen untuk melambangkan sifat tegas.

Gaya ini bisa diterapkan dengan memakai material yang berbahan dasar logam dan dinding bata. Untuk lantainya bisa memakai kayu,beton, ataupun semen. Desain interior semacam ini juga bisa diterapkan dengan konsep ruang terbuka.

Pemberani dan Pencinta Seni

Untuk kamu yang pemberani dan pencinta seni bisa mengaplikasikan gaya interior eklektik. Ini merupakan gaya di mana kamu bisa mengeksplorasi kreativitasmu. Kamu bebas mendekorasi hunian sesuai dengan keinginan tanpa takut batasan aturan gaya interior tertentu. Kendati terkesan tanpa batasan, namun gaya interior ini memerlukan kejelian artistik yang tinggi. Kamu tidak bisa asal saja menempatkan barang karena justru bisa merusak tampilan dari gaya interior eklektik.

Untuk Kamu yang Pencinta Lingkungan

Sumber gambar www.arsitag.com

Bagi para pencinta lingkungan, gaya interior scandinavian paling pas untuk kamu. Gaya yang satu ini mengedepankan kenyamanan dalam konsep interiornya. Ciri khas dari gaya scandinavian adalah agak minimal dan memiliki sentuhan tradisional dan detail yang biasanya tidak terdapat pada gaya minimalis. Untuk pilihan furniturnya biasanya didominasi material dari kayu. Sementara untuk pilihan warnanya, kamu yang pecinta lingkungan bisa menerapkan warna alam seperti kuning atau biru.

Tipe-tipe Gaya Interior Rumah

Scandinavian

Sumber gambar www.dekoruma.com

Gaya interior rumah pertama yang akan kita bahas adalah gaya scandinavian. Gaya yang satu ini umumnya diterapkan mereka yang berada di negara-negara Nordik seperti Denmark, Norwegia, Swedia, hingga Finlandia. Ciri utama dari gaya scandinavian adalah memanfaatkan kain berbahan wol atau tenun, bulu-bulu, serta kayu-kayuan.

Berkesan hangat dan nyaman, gaya interior scandinavian mengedepankan penggunaan material dan elemen alami yang ramah lingkungan. Gaya yang satu ini lebih memprioritaskan fungsionalitas tanpa menghilangkan keindahan dan keanggunannya. Untuk furnitur yang dipakai kebanyakan yang tahan lama dan harganya efisien.

Vintage

Sumber gambar www.dekoruma.com

Vintage merupakan gaya interior selanjutnya yang banyak diminati. Gaya yang satu ini banyak diasosiasikan dengan perempuan karena kesan feminin dan manis yang dihadirkan. Gaya vintage ini tidak selalu sesuatu yang berbau kuno meski memang umumnya memberi kesan antik.

Untuk menerapkan gaya ini di rumah, kamu bisa gunakan warna putih, hijau muda, abu-abu muda, pink pastel, dan kuning muda. Sementara untuk motif yang digunakan pada aneka interiornya adalah bunga-bunga berukuran kecil.

Kamu bisa gunakan furnitur kayu dengan desain klasik. Kamu perlu ingat untuk menghindari penataan yang terlalu berlebihan karena gaya vintage terkadang juga memberi efek multifungsi untuk beberapa benda.

Minimalis

Gaya berikutnya untuk kamu terapkan dalam interior rumahmu adalah gaya minimalis. Desain interior yang satu ini populer di kalangan masyarakat modern. Gaya ini telah populer sejak awal abad 20. Terinspirasi dari kesederhanaan gaya desain Jepang, gaya minimalis mengutamakan keluasan area.

Satu hal yang paling menggambarkan gaya interior ini adalah pilihan warna netral seperti hitam, abu-abu, hingga putih. Untuk menerapkannya, selain pemilihan warna, kamu juga perlu memakai furnitur yang memiliki bentuk yang sederhana seperti kotak dan bulat. Desain minimalis tidak memiliki banyak dekorasi di setiap sudutnya sehingga terkesan rapi dan simpel.

Eklektik

Sumber gambar www.dekoruma.com

Desain interior selanjutnya adalah gaya eklektik. Ini merupakan perpaduan warna, tekstur, dan pola yang berbeda dalam suatu ruangan. Meski kita bebas mengaplikasikan apa yang kita suka, namun gaya ini memerlukan pertimbangkan kecocokan pola dan benda satu sama lain.

Desain yang satu ini jarang diterapkan dibanding desain lainnya. Ini karena penerapannya memang tidak semudah kelihatannya. Supaya tidak memberi kesan berantakan, penataan desain eklektik harus diperhitungkan secara matang. Agar tidak membosankan bagi mata, setiap pola, tekstur, dan benda yang diletakkan dalam ruangan harus bisa menjadi satu kesatuan utuh di dalam sebuah ruangan.

Coastal

Sumber gambar www.interdesain.com

Gaya coastal dikenal juga dengan gaya nautical. Desain interior semacam ini akan mengingatkan kita kepada pemandangan tepi pantai. Gaya interior ini bisa membangkitkan semangat sama seperti ketika kita berada di tepi pantai. Desain interior semacam ini lebih sederhana dengan material dan furnitur yang tidak berlebihan.

Untuk penerapannya, dalam hal warna kamu bisa gunakan warna biru cerah. Warna lainnya yang bisa kamu gunakan adalah putih dan kuning cerah. Sementara untuk motifnya bisa memakai motif garis. Untuk hiasan dalam ruangan, kamu bisa memakai kerang, karang, dan binatang laut.

Shabby Chic

Sumber gambar www.dekoruma.com

Desain interior rumah shabby chic tidak terlalu beda jauh dengan gaya vintage. Gaya shabby chic awalnya berkembang di Inggris. Desain ini banyak digemari para wanita karena bisa memberi kesan romantis.

Berkesan feminin dan juga lembut, interior shabby chic akan didominasi oleh warna putih, krem, dan warna pastel. Shabby berarti lusuh, sehingga kamu bisa juga menemukan banyak furnitur bergaya lusuh pada gaya interior yang satu ini. Misalnya saja penggunaan meja atau lemari kayu yang catnya sudah mulai mengelupas atau penggunaan kembali barang bekas yang dimodifikasi kembali.

Bohemian

Sumber gambar www.dekoruma.com

Desain interior bohemian memiliki ciri khas penggunaan karpet dan kain-kain dengan warna terang dan berani. Gaya ini terkesan ramai sehingga cocok untuk kamu yang memiliki jiwa bebas dan ekspresif.

Kamu bisa memadukan berbagai motif dan warna sekaligus dalam satu ruangan. Kamu bisa saja memadukan sarung bantal berwarna merah dengan karpet berwarna hijau. Bahkan dalam gaya yang satu ini memakai dua jenis sofa sekaligus juga tidak masalah.

Industrial

Sumber gambar www.dekoruma.com

Desain berikutnya yang bisa kamu lirik untuk diterapkan di rumah adalah gaya interior industrial. Terinspirasi dari interior gudang industri, gaya ini identik dengan lantai beton dan langit-langit baja. Gaya yang satu ini muncul sebagai bentuk dari kebutuhan untuk mengonversi sebuah bangunan tua seperti pabrik atau sebuah lumbung tua menjadi tempat tinggal yang kondusif dan nyaman.

Untuk warna yang digunakan pada gaya interior ini biasanya adalah hitam dan abu-abu. Sementara furnitur yang banyak digunakan adalah yang berbahan logam. Gaya industrial juga banyak memakai bahan daur ulang seperti kaca dan alumunium yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan elemen interior yang menarik.

Mid Century

Sumber gambar www.arsitag.com

Desain mid century sangat populer di pertengahan tahun 1950. Gaya interior ini memiliki ciri sederhana, bersih, dan terintegrasi dengan alam. Untuk menerapkannya kamu butuh warna yang berkesan hangat dan juga berkesan natural seperti cokelat dan hijau. Warna lain yang bisa digunakan untuk menggambarkan desain interior ini adalah oranye, kuning, atau abu-abu.

Jika ingin menerapkan gaya interior ini maka kamu bisa memakai furnitur yang memiliki lekukan halus atau memiliki bentuk geometris. Ini karena gaya mid centurymenggambarkan perkembangan abad 20 dalam desain modern dan pembangunan perkotaan. Dengan menerapkan interior mid century, mereka yang berada dalam ruangan akan merasa seolah gaya desain ruangannya terlihat maju dan berorientasi ke masa depan.

Kontemporer

Sumber gambar www.dekoruma.com

Gaya kontemporer merupakan gaya selanjutnya untuk kamu terapkan. Desain interior ini banyak digunakan dan banyak direkomendasikan oleh para desainer. Gaya ini terus mengalami perkembangan seiring bertambahnya waktu.

Ciri khasnya adalah didominasi dengan garis ramping dan kontras. Ciri lain dari gaya interior ini adalah fokus kepada aksen dinding dan juga teknik pencahayaan. Gaya kontemporer banyak memakai elemen berbahan sutra, beludru, linen, dan wol. Untuk furniturnya biasanya memakai yang berbahan baja dan krom.

From our editorial team

Rumah Nyaman Bisa Didukung dari Penerapan Interior yang Tepat

Rumah adalah tempat kita berlindung dari berbagai hujan dan panas. Rumah juga merupakan tempat berkumpul bersama keluarga dan tempat kita melepas lelah usai seharian beraktivitas. Penerapan gaya interior yang tepat akan bikin penghuni lebih betah dan bahkan bisa menciptakan suasana di mana pemiliknya bisa jadi dirinya sendiri tanpa terpengaruh orang lain.