Baca juga

Yuk, Kenalan sama Banyuwangi dengan Julukan Uniknya!

Beberapa tahun terakhir ini, Banyuwangi menjadi tujuan wisata yang sedang naik daun. Sebelumnya, wilayah yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini merupakan tempat yang sering dilewati oleh para traveler yang akan menyeberang ke Pulau Bali menggunakan kapal. Namun, ternyata Banyuwangi menyimpan banyak tujuan wisata yang sangat menarik di dalamnya yang belakangan ini baru dikenal banyak orang.

Meskipun Banyuwangi sama-sama berada di Jawa Timur, sebelumnya Banyuwangi tidak sepopuler kota-kota wisata lain di Jawa Timur, seperti Malang, Surabaya, atau Bromo. Banyuwangi hanya dilewati untuk ‘menyeberang’ saja ke Pulau Bali. Tapi ternyata seiring berjalannya waktu, Banyuwangi ikut terangkat pamornya mengingat semakin banyaknya wisatawan yang ingin ke Pulau Bali dan singgah di Banyuwangi.

Sebenarnya, Banyuwangi juga memiliki luas wilayah yang paling besar di Pulau Jawa, sehingga pasti di dalamnya tersimpan kekayaan alam dan budaya yang harus terus digali dan dilestarikan.

Ada beberapa julukan khas untuk Banyuwangi yang mungkin bisa menggambarkan sedikit banyak tentang kota ini, antara lain:

  • The Sunrise of Java. Julukan ini disandingkan untuk Banyuwangi karena letaknya yang di bagian paling timur Pulau Jawa, sehingga merupakan daerah yang paling pertama terkena cahaya matahari terbit di Pulau Jawa.
  • Kota Osing. Banyuwangi memiliki banyak sekali kebudayaan yang bercampur, yang terbentuk dari 3 elemen masyarakat, yaitu Jawa Mataraman, Madura dan Osing. Osing sendiri merupakan penduduk asli Banyuwangi yang merupakan keturunan dari Kerajaan Blambangan. Suku Osing ini memiliki adat istiadat, bahasa, dan budaya yang berbeda dengan suku Jawa dan Madura yang juga banyak tinggal di kota ini.
  • Bumi Blambangan. Jika mengulik sejarah Banyuwangi, maka kita akan menemukan bahwa kota ini berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Blambangan. Kerajaan ini ada lebih tua daripada Kerajaan Majapahit, serta merupakan kerajaan yang paling gigih bertahan dari serangan Mataram dan VOC sekaligus kerajaan yang paling akhir berhasil ditaklukkan penjajah Belanda.
  • Kota Santet. Julukan ini mulai melekat pada Banyuwangi setelah kejadian di tahun 1998, dimana lebih dari 100 orang dibunuh secara misterius karena dituduh memiliki ilmu santet. Peristiwa ini dikenal juga sebagai Tragedi Santet.
  • Kota Pisang. Banyuwangi telah dikenal sejak lama sebagai kota penghasil pisang terbesar. Bahkan, haampir di setiap halaman warga Banyuwangi memiliki pohon pisang sendiri.
  • Kota Banteng. Di Banyuwangi terdapat taman nasional yang Bernama Taman Nasional Alas Purwo, dimana di sini masih hidup banteng Jawa.
  • Kota Gandrung. Tari Gandrung merupakan tarian yang menjadi mascot kota ini. Tarian ini dulu dibawakan sebagai bentuk rasa syukur pasca panen. Namun, seekarang tarian ini juga disuguhkan di acara-acara, seperti pernikahan, khitanan, dan lain-lain.
  • Kota Festival. Julukan ini mungkin merupakan julukan terbaru untuk Banyuwangi, yang disematkan sejak diselenggarakannya kegiatan budaya Banyuwangi Ethno Carnival di tahun 2011 lalu.

Ciri Khas Kota Banyuwangi

Kebudayaan

Ada beberapa kebudayaan dari Banyuwangi, khususnya Suku Osing sebagai penduduk aslinya, yang masih dilestarikan hingga sekarang. Tradisi-tradisi ini mungkin hanya ditemukan di Banyuwangi, seperti:

  • Mepe Kasur. Jika biasanya kita menjemur kasur basah, lain halnya dengan Suku Osing. Tradisi Mepe Kasur ini menjemur kasur yang rutin dilakukan di bulan Dzulhijah bersamaan dengan selamatan desa.
  • Tumpeng Sewu. Ini merupakan tradisi makan besar yang dipercaya masyarakat suku Osing sebagai tradisi tolak bala.
  • Barong Ider Bumi. Dilakukan setiap tanggal 2 bulan Syawal, tradisi ini dilakukan dengan kepercayaan agar musim kemarau pergi tepat waktu dan sawah warga akan mendapat air yang cukup.
  • Angklung Paglak. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut musim panen. Tradisi ini dulunya dilakukan untuk menghibur para petani yang sedang memanen, sekaligus memberi isyarat agar warga juga turut bergotong royong membantu para petani memanen sawahnya.

Makanan

Sumber gambar mediaedukasi.id

Ada banyak makanan khas Banyuwangi yang unik dan layak dicoba, seperti:

  • Rujak Soto.Ada rujak soto yang merupakan perpaduan unik antara rujak sayur khas Jawa Timur dengan soto babat. Nuansa rasanya unik dan cenderung pedas, serta mudah ditemukan di banyak warung makan di Banyuwangi.
  • Pecel Pitik. Pitik berarti ayam, namun masakan ayam di Pecel Pitik ini tidak menggunakan sembarang ayam, melainkan ayam yang masih muda sehingga daging dan tulangnya sangat empuk. Ayam tersebut lalu dibakar dengan kematangan yang cukup, dan disajikan dengan parutan kelapa muda, bumbu kacang, rempah-rempah dan sedikit air kelapa muda agar bumbunya meresap sempurna.
  • Sego tempong. Makanan ini cocok untuk kamu penggemar makanan pedas. Sego tempong adalah sepaket nasi, lauk dan sayur yang disajikan dengan sambal pedas yang segar yang membuatmu merasa seperti habis ditempeleng (ditempong) setelah menyantapnya.

Bahasa

Bahasa yang digunakan oleh orang Banyuwangi asli, yaitu suku Osing tidak sama dengan bahasa Jawa atau Madura yang banyak digunakan di Pulau Jawa. Mereka menggunakan Bahasa Osing yang merupakan turunan langsung dari Bahasa Jawa Kuno. M

enurut penelitian oleh Suparman Heru Santoso, bahasa Osing memisahkan diri dari Bahasa Jawa Kuno pada tahun 1114 M. Padahal, pada tahun tersebut Kerajaan Majapahit belum berdiri. Artinya, bahasa Osing ini memiliki usia yang lebih tua daripada salah satu kerajaan terbesar Nusantara yang berpusat di Jawa Timur itu.

Tempat Wisata Terbaik di Banyuwangi

Jawatan Benculuk

Jawatan Benculuk merupakan area yang sebenarnya dibangun sebagai tempat resapan air dan penimbunan kayu jati yang dikelola oleh Perhutani Banyuwangi. Namun, banyak pohon trembesi yang tumbuh dengan rindang dan menjulang tinggi yang terlihat eksotis dan misterius. Pemandangan paling sempurna di area Jawatan ini adalah pada sore hari ketika cahaya matahari sore yang kekuningan melewati sela-sela dahan pohon trembesi.

Di waktu-waktu ini kamu bisa mengambil foto dengan efek ala film Lord of The Rings yang magis dan Instagram-able! Selain pemandangan alam pepohonan, di Jawatan Benculuk juga ada wisata arung jeram dan memancing dengan membayar biaya tambahan.

Kawah Ijen

Kawah Ijen mungkin sudah menjadi tujuan wisata yang paling populer di Banyuwangi. Tidak hanya terkenal dengan kawah hijau cantiknya, Wisata Kawah Ijen juga memiliki fenomena unik yang disebut Blue Fire atau api biru yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Untuk bisa mencapai lokasi wisata ini, kamu harus mendaki sehingga kamu perlu mempersiapkan tenaga dan kondisi fisik yang prima sebelum mengunjunginya. Di sini juga terdapat bau belerang yang cukup pekat, sehingga mungkin tidak cocok bagi orang dengan beberapa kondisi kesehatan, seperti lansia, wanita hamil, memiliki mata sensitif, atau kondisi medis lainnya.

Ijen Resort & Villas

Sumber gambar phinemo.com

Banyuwangi dan Kawah Ijen telah masuk ke dalam list liburanmu, tapi masih bingung menginap dimana? Ijen Resort & Villas mungkin bisa menjadi pilihan terbaik untukmu menikmati suasana liburan. Setiap kamar di resort ini menyuguhi pemandangan indah taman yang asri, hamparan sawah, hutan rimba, dan, tentu saja, Gunung Ijen! Tidak hanya dari kamar, tapi hampir di semua sudut resort ini juga dihiasi pemandangan alam yang sangat indah, cocok untuk kamu healing dari suasana keramaian perkotaan.

Taman Nasional Baluran

Sumber gambar Google Maps/yanuar prantanto

Taman Nasional Baluran. Jika kamu mengunjungi Taman Nasional Baluran, maka bersiaplah untuk melihat pemandangan dataran ala savana di Afrika. Di sini juga terdapat gua Jepang, teluk, hingga bangunan candi. Di sini kamu juga bisa bertemu satwa liar yang masih tinggal di sana, seperti rusa liar.

Taman Nasional Alas Purwo

Sumber gambar www.traveloka.com

Di Banyuwangi terdapat taman nasional lainnya yang masih terjaga alaminya, yaitu Taman Nasional Alas Purwo. Di sini juga terdapat hutan bakau, hutan gugur tropis, dan Pantai Plengkung. Satwa-satwa liar juga banyak hidup di sini, seperti banteng Jawa, Ajak atau anjing hutan Asia, serta lutung kelabu.

Pantai Pulau Merah

Sumber gambar www.parahitatour.com

Tempat wisata ini bisa menjadi alternatif jika kamu bosan dengan wisata pegunungan atau pemandangan hamparan. Pantai Pulau Merah adalah salah satu tujuan wisata air yang ada di Banyuwangi. Namanya berasal dari sebuah pulau kecil di bukit yang memiliki tanah berwarna merah. Pulau ini bahkan bisa dicapai dengan berjalan kaki jika air laut sedang surut, lho!

Pantai Sukamade

Sumber gambar sikidang.com

Ada pantai lainnya yang tidak kalah dengan pantai-pantai di Pulau Bali. Pantai itu Bernama Pantai Sukamade yang masih berada di dalam Kawasan Taman Nasional Meru Betiri yang masih ditinggali oleh beragam flora dan fauna di habitat aslinya.

Di sini terkenal sebagai habitat penyu raksasa dan langka untuk menimbun telur mereka. Maka, kamu bisa ikut menyaksikan, bahkan melakukan, pelepasan bayi-bayi penyu ke laut lepas. Untuk bisa mengikuti aktivitas ini kamu harus mengikuti tur yang didampingi oleh pemandu khusus.

Puncak Asmoro

Sumber gambar www.pinhome.id

Banyuwangi memang sangat dekat dengan Pulau Bali, bahkan hanya terpisah oleh selat Bali saja. Ingin mengintip Pulau Bali dari Banyuwangi? Maka, Puncak Asmoro menjadi jawaban atas keinginanmu. Dari sini, kamu tidak hanya bisa menikmati pemandangan Pulau Bali dari kejauhan, tapi kamu bisa menikmati keindahan selat Bali beserta kapal-kapal dan segala kesibukan yang menyertainya.

Tempat ini berada di ketinggian 640 meter dari permukaan laut. Keindahan Gunung Meranti, Merapi dan Gunung Raung juga bisa dilihat dari sini, lho!

Bukit Mondoleko Sragi

Sumber gambar www.banyuwangibagus.com

Destinasi berikutnya yang cocok untuk kamu yang gemar menikmati pemandangan dari ketinggian adalah Bukit Mondoleko Sragi. Tempat ini merupakan gardu pandang di ujung timur Pulau Jawa, dimana kamu bisa menikmati keindahan pemandangan 5 gunung sekaligus, yaitu Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Kendil, Gunung Meranti dan Gunung Merapi.

Untuk mencapai tempat ini, kamu harus berjalan cukup jauh, yaitu sekitar 1,5 km. Namun, ditemani dengan pemandangan indah dan udara yang sejuk, perjalananmu pasti tidak akan terasa melelahkan. Belum lagi di sepanjang jalur perjalanannya juga telah disediakan rest area yang dilengkapi spot foto instagramable, seperti ladang bunga matahari, kebun bunga aneka warna, dan kebun strawberry.

Desa Wisata Osing Kemiren

Sumber gambar www.banyu-wangi.com

Jika kamu ingin liburanmu juga memberi manfaat mempelajari kebudayaan baru, rasanya tujuan wisata satu ini tidak boleh dilewatkan. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Banyuwangi, yaitu hanya 15 menit saja dari pusat kota. Kota ini masih memegang tradisi nenek moyang mereka dari Kerajaan Majapahit. Rumah-rumahnya pun masih menggunakan model kuno khas Suku Osing yang telah berusia ratusan tahun.

Di sini juga terdapat satu rumah besar yang dipergunakan untuk menggelar pertunjukan kesenian khas Osing, seperti Tari Gandrung, Angklung Paglak, Barong Kemiren, Othek, dan lain-lain. di sini juga disediakan suguhan makanan dan kue-kue tradisional Banyuwangi.

Bangsring Underwater

Sumber gambar banyuwangitourism.com

Masih tidak cukup dengan aktivitas mendaki atau menjelajah alam di daratan, Banyuwangi juga menyediakan tempat wisata bawah laut yang keren banget! Bernama Bangsring underwater, dimana kamu bisa snorkeling untuk menikmati keindahan alam bawah laut Banyuwangi. Hebatnya, tempat wisata ini dikelola secara mandiri oleh nelayan setempat dan mendapatkan penghargaan Kalpataru dari pemerintah pusat. Keren, ya!

From our editorial team

Berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dengan wisata!

Buat kamu yang sudah capek dan ingin liburan akhir tahun ini, yuk kunjungi Banyuwangi dengan segala keindahannya! Jangan lupa untuk mampir ke tempat wisata rekomendasi kami di atas ya!