Baca juga

Masyarakat Toraja Memiliki Puluhan Motif dan Variasi Seni Ukir yang Eksotis

Terkenal akan kekayaan potensi alam dan budayanya, Tana Toraja yang terletak di dataran tinggi Sulawesi Selatan punya seni rupa yang sangat eksotis. Ukiran Toraja yang berupa seni pahat kayu ini awalnya hanya dibuat sebagai kelengkapan dalam pembuatan Tongkonan atau rumah adat khas Toraja. Keunikan yang dimiliki ukiran toraja adalah penggunaan empat warna pada ukirannya saja, yaitu merah, kuning, hitam, dan putih. Seni pahat ini juga hanya dibuat menurut aturan adat dan kepercayaan Aluk Todolo di Toraja saja.

Serba-serbi Ukiran Toraja

Memiliki Makna Filosofis

Konon passura atau ukiran Toraja merupakan hasil inspirasi dari para pekerja pembuat Tongkonan. Mereka melihat dan mencontoh aliran darah haid perempuan yang membentuk motif, kemudian mengaplikasikannya pada kayu pahatannya.

Terlepas dari sejarah ukiran Toraja tersebut, menurut J.S Sande (dalam Sande, 1998), ukiran toraja menyimpan berbagai arti dan nilai kehidupan yang erat dengan falsafah masyarakat Toraja. Ukiran tersebut menyimpan nasihat-nasihat untuk menjalani hidup dengan baik, selalu bekerja keras, saling menghargai, dan membina kesatuan dan kekeluargaan serta Tuhan.

Memiliki Empat Dasar Ukiran

Berasal dari Suku Toraja, kesenian ukir Melayu khas ini punya empat motif dengan makna tersendiri berdasarkan Kepercayaan Aluk Todolo. Dijadikan sebagai lambang pokok sebuah Tongkonan, motif ukiran toraja, yaitu Passura 'Pa' Barre Allo dengan bentuk matahari, Pa' Manuk London berbentuk ayam jantan, Pa' Tedong berbentuk kepala kerbau, dan Pa' Sussuk berbentuk garis berjejer.

Umumnya untuk membuat ukiran ini, digunakan alat ukir khusus di atas papan kayu, tiang rumah adat, jendela, atau pintu. Bisa dikatakan bahwa ukiran tersebut juga tidak lepas dari bangunan khas Toraja.

Menghiasi Berbagai Bangunan

Ukiran toraja sangat mudah ditemui di berbagai bangunan khas. Mulai dari rumah adat Tongkonan, Alang atau lumbung padi, Duba-duba atau keranda, dan Erong atau peti mayat kayu. Memiliki simbol kearifan, status, dan keberadaan pemilik atau toma'rapu.

Ukiran ini biasanya melukiskan berbagai benda yang ada di sekeliling manusia, seperti benda-benda langit, flora, fauna, dan benda berharga. Kamu bisa menemukan kemegahan dan keindahan ukiran Toraja di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar hingga berbagai rumah atau bangunan di Desa Tana Toraja.

Unsur Alam Menjadi Elemen Utama

Keunikan yang dimiliki oleh ukiran toraja yang lainnya adalah menggunakan unsur alam sekitar sebagai elemen utama dalam ukiran. Hal ini bisa terlihat dari beberapa motif, seperti kerbau, ayam jantan, dan matahari yang terukir di sana. Hal ini biasanya disebut ukiran Pa’ Manuk Londong. Bukan tanpa maksud, elemen-elemen ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Tana Toraja.

Salah satu unsur alam yang juga dianggap penting adalah matahari. Biasanya terdapat di bagian atas rumah di mana pemilik Tongkonan adalah orang dengan kedudukan tertinggi dan mulia.

Berbagai Ukiran Toraja dengan Makna Filosofisnya

Ukiran toraja memiliki berbagai motif dan filosofi, penasaran apa saja? Yuk, simak selengkapnya!

Pa’Manuk Londong

Sumber gambar tokopedia.com

Pa'manuk Londong dalam Bahasa Indonesia berarti ayam jantan. Dipilih sebagai salah salah satu motif ukiran toraja, ayam jantan merupakan simbol sistem peradilan adat Toraja yang disebut ma'bulangan londong. Konon, ayam jantan digunakan saat terjadi perselisihan, antara dua belah pihak akan mengadu ayam jantan pilihannya dan yang menang dianggap memenangkan perkara.

Umumnya, pa'manuk londong digunakan pada ukiran bagian depan dan belakang rumah Tongkonan. Tepat di atas ukiran pa'barre' allo, ukiran ayam jantan punya arti bahwa kokoknya menandakan matahari telah terbit dan siap untuk hari selanjutnya.

Pa'manuk londong sebagai ukiran Tana Toraja punya makna sebagai kepemimpinan yang arif, bijaksana, dapat dipercaya, dan selalu mengatakan yang benar, maka di dalam Bahasa Toraja dikatakan "manarrang ussaka' bongi ungkarorai malilillin". Inspirasi ukiran Pa'Manuk Londong juga bisa diwujudkan dalam bentuk fashion. Outer Pa'manuk Londong Seri 1 yang bisa kamu beli di Tokopedia dengan harga Rp 750.000.

Ne’ Limbongan

Sumber gambar tokopedia.com

Menurut cerita, nama ukiran ne' limbongan diambil dari nama seorang ahli bangunan pada zaman dahulu, lebih tepatnya pencipta ukiran-ukiran tradisional Toraja. Berdasarkan katanya, 'limbong' berarti danau atau sumber air yang tak pernah kering dan memberi kehidupan serta kesejahteran bagi makhluk hidup sekitarnya.

Masyarakat Tana Toraja memaknai ukiran ini sebagai tekad untuk memperoleh rezeki dari empat penjuru mata angin, utara, timur, barat, dan selatan. Bagaikan mata air yang besatu dalam danau dan memberi kebahagiaan pada keturunannya.

Ukiran Pa Ne' Limbongan dapat dijumpai pada kaos yang dijual di Tokopedia. Berbahan katon combad 24s, kaos warna merah ini menggunakan motif ukiran toraja pa'ne limbongan pada bagian depan dan arti ukiran tersebut di bagain belakangnya. Tersedia dalam pilihan warna merah, kaos ini dijual secara online di Tokopedia dengan harga Rp 90.000.

Pa'lamban Lalan

lclaudy754
instagram.com

Meski sering ditemukan di pinggir jalan, ilalang menjadi salah satu motif yang menginspirasi ukiran toraja. Disebut pa'lamban lalan, ukiran ini terdiri dari dua suku kata, yaitu 'lamban' yang berarti menyeberangi dan 'lalan' yang berarti jalanan. Makna yang terkandung dalam ukiran ini adalah nasihat supaya tak mencampuri perkara atau urusan orang lain, apabila kehadiranmu tak diharapkan untuk membelanya atau masalahnya tak ada sangkut pautnya denganmu.

Tas bermotif pa'lamban lalan dari akun Instagram @Iclaudy754 sangat cocok digunakan dalam berbagai acara santai. Memiliki panjang 34 cm dan tinggi 42 cm, kamu dapat membelinya seharga Rp 90.000. Tas ini terbuat dari bahan kain yang tebal dan tali warna putih yang sangat cantik.

Pa'dadu

Sumber gambar halocelebes.wordpress.com

Terletak di dataran tinggi pulai Sulawesi Selatan, Toraja adalah suku dengan aneka keunikan yang sangat menarik, salah satunya ukiran Toraja. Pa'dadu adalah salah satu nama motif yang termasuk dalam ukiran Toraja.

Dahulunya permainan dadu sangat sering dimainkan, oleh sebab itu pa'dadu memberikan makna tersendiri. Sebagai peringatan kepada anak dan cucu supaya tak bermain dadu, pa'dadu adalah ukiran yang mengingatkan bahwa dadu dan judi adalah permainan yang berbahaya.

Apabila kamu beminat dengan ukiran Toraja ini, bisa langsung pesan melalui Halocelebes. Mereka menyediakan ukiran dengan ukuran yang disesuaikan berdasarkan pesanan pelanggannya lho!

Pa’Barre Allo

Sumber gambar tokopedia.com

Pa'barre allo adalah ukiran yang namanya berasal dari Bahasa Toraja, 'Barre' yang berarti bulatan atau bundaran dan 'Allo' berarti matahari. Ukiran ini memiliki bentuk yang menyerupai matahari bersinar terang dan memberi kehidupan kepada seluruh makhluk penghuni alam semesta.

Ukiran pa'barre allo kerap ditemui pada Tongkonan dan acara khusus. Untuk peletakkan ukiran ini pada Tongkonan berada di bagian belakang dan depan rumah berbentuk segitiga, tepatnya pada bentuk segitiga yang mencuat condong ke atas atau para longa, di atas ukiran pa'manuk londong.

Tak hanya itu saja, ukiran tersebut juga biasa diletakkan di latar belakang tempat duduk pengantin dengan tujuan supaya pernikahan itu berjalan lancar dan terberkati. Apabila kamu sedang mencari souvenir dengan motif pa'barre allo, maka pesan saja di Tokopedia seharga Rp 300.000.

Pa’ Talinga

Sumber gambar halocelebes.wordpress.com

Ukiran Toraja memang selalu memiliki makna yang mendalam dan menasihati setiap orang, salah satunya pa' talinga. Memiliki arti 'telinga' dalam Bahasa Indonesia, pa' talinga adalah ukiran yang selalu mengingatkan manusia untuk menggunakan telinganya dengan benar.

Halocelebes kembali menyediakan pemesanan ukiran motif pa'talinga berdasarkan permintaan pembeli. Umumnya mereka membuat ukiran toraja dalam rupa hiasan dinding hingga ukiran yang diaplikasikan pada media kayu.

Pa'salaqbi' Dibungai

Sumber gambar tokopedia.com

Pa'salaqbi' Dibungai merupakan nama ukiran toraja yang diambil dari kata 'salaqbi' yang berarti pagar atau penghalang. Biasa digunakan pada tongkonan, motif ukiran ini dimaknai sebagai benda untuk melindungi keluarga. Terutama dari berbagai hal negatif dan niat jahat seseorang, termasuk penyakit.

Tidak hanya itu saja, ukiran ini juga memberi nasihat supaya manusia bisa menjaga diri. Selain itu, mengandung nasihat atau mencari pengetahuan untuk mempertahankan diri dalam mengarungi kehidupan yang begitu banyak cobaan. Ukiran ini bisa dibeli secara online di Tokopedia dengan harga Rp 500.000.

Pa’Tedong

Sumber gambar halocelebes.wordpress.com

Di Tana Toraja, kerbau adalah hewan peliharaan kesayangan, tak heran bahwa hewan ini dijadikan motif ukiran Toraja. Pa'tedong bisa dilihat pada dinding kantor pemerintahan, desain buku, hingga kemasan minuman kopi instan. Ukiran berbentuk bagian muka kerbau ini memiliki filosofi sebagai lambang kesejahteraan bagi masyarakat Toraja.

Selain itu, mengandung lambang kemakmuran serta kehidupan masyarakat Toraja, di mana rumpun keluarganya diharapkan bisa menernakkan kerbau. Halocelebes kembali menawarkan ukiran Toraja berbagai motif, salah satunya Pa'tedong. Untuk detail harganya bisa dilihat langsung ke Halocelebes ya!

Pa'kapu' Baka

Sumber gambar tokopedia.com

Dengan bentuk ukiran yang menyerupai simpulan-simpulan penutup bakul, pa'kapu' baka merupakan ukiran toraja yang umumnya dijumpai pada rumah tradisional di sana. Berasal dari kata 'kapu' berarti ikat dan 'baka' berarti bakul yang melambangkan kekayaan dan kebangsawanan, pola kepemimpinan pemilik rumah yang sulit ditiru.

Tak hanya itu, melambangkan pula pandai dalam memelihara kerahasiaan keluarga untuk hidup rukun, damai, dan bersatu padu bagai harta benda yang tersimpan aman dalam sebuah bakul. Menginspirasi desain pakaian, kamu bisa menjumpai Pa'kapu Baka dalam kaos yang satu ini.

Tersedia dalam varian warna putih, kaos ini menggunakan bahan cotton combad 24s sebagai pembuatnya. Dengan gambar ukiran di bagian depan dan artinya di bagian belakang, kamu dapat membelinya melalui Tokopedia seharga Rp 85.000.

Pa’ Ulu Karua

Sumber gambar tokopedia.com

Masyarakat Toraja mempercayai bahwa dahulu kala ada delapan orang Toraja yang menurunkan ilmu pengerahuan menyangkut kehidupan manusia dan dunianya untuk dikembangkan oleh anak dan cucu hingga saat ini. Keberadaan mereka menginspirasi pembuatan ukiran pa' ulu karua. Berasal dari kata 'ulu' berarti kepala dan 'karua' berarti delapan.

Makna ukiran toraja ini adalah harapan masyarakat Toraja untuk memiliki keturunan dengan ilmu yang tinggi. Selain itu, berguna untuk kepentingan keluarga dan masyarakat. Gambar ukiran pa' ulu karua bisa kamu dapatkan pada tas cantik Toraja sablon ukiran Pa' Ulu Karua dan Pa' Tedong Tumuru'.

Tote bag cantik berbahan tetron ini memiliki ukuran lebar 30 cm, tinggi 28.5 cm, dan panjang tali 55.4 cm, kamu dapat membelinya di Tokopedia seharga Rp 62.000.