Kenali 7 Rekomendasi Produk yang Eco Friendly, Unik, dan Tahan Lama

Kenali 7 Rekomendasi Produk yang Eco Friendly, Unik, dan Tahan Lama

Saat ini banyak muncul produk-produk yang eco friendly. Produk ini ramah lingkungan, yang artinya aman bagi setiap makhluk hidup di lingkungan sekitar. Istilah eco friendly biasanya digunakan untuk produk-produk yang mendukung gaya hidup hijau atau (green lifestyle). Produk-produk ecofriendly ini minim menimbulkan polusi tanah, udara, dan air. Nah, apa saja produk yang eco friendly ini, berikut rekomendasinya dari BP-Guide.

Zaman sekarang, sampah sudah bertumpuk dan berserakan di mana-mana. Kebanyakan berasal dari sampah plastik, sterofom, kertas, dan kain, yang cukup lama terdaur ulang di tanah dan laut. Oleh karena itu, saat ini banyak orang yang menciptakan produk yang eco-friendly. Produk-produk ecofriendly terbuat dari bahan yang mudah didaur ulang. Misalnya bambu, kulit kayu, kulit buah, dan bahan-bahan alami lainnya. Jika itu terbuat dari kaca, kain, dan besi, biasanya bisa didaur ulang dalam pabrik khusus. Itu pun ketahanan barang yang terbuat dari kaca, kain, dan besi cenderung tahan lama hingga puluhan tahun, tergantung penggunaan dan perawatan. Lalu, bagaimana jika terbuat dari plastik? Pastikan plastiknya aman dan berstandar untuk makanan. Sehingga jika didaur ulang, setidaknya bisa mengurangi beban.

1. Gelas Kopi dari Kaca dan Plastik Tahan Panas

Sumber gambar zerowaste.id

Gelas kopi biasanya terbuat dari kertas tahan panas yang berstandar untuk makanan. Meski demikian, gelas kopi kertas tidaklah tahan lama dan sekali pakai. Ada pula gelas kopi yang terbuat dari plastik. Namun, kandungan kimia plastik rawan mengalami reaksi kimia dengan air panas, sehingga cukup berbahaya jika dipakai terus-menerus. Sama halnya dengan kertas, bahan plastik juga sulit didaur ulang dan biasanya digunakan sekali pakai. Kini, sudah ada gelas kopi yang terbuat dari kaca dan plastik tahan panas. Gelas yang terbuat dari plastik tahan panas dan kaca mengandung komponen tidak beracun, dan bebas dari material mengandung BPA dan BPS. Gelas ini tersedia ukuran 227 ml – 400 ml.

2. Kapas Kain Katun

Sumber gambar zerowaste.id

Kapas pembersih wajah selalu hadir di supermarket, minimarket, dan toko kecil. Kapas yang menjadi kebutuhan setiap perempuan ini sebenarnya mengandung pemutih dan kandungan kimia lainnya. Tidak hanya itu, kapas yang sering kita pakai seringkali digunakan sekali pakai, bahkan resiko untuk didaur ulang juga kecil.

Kapas kain katun bisa menjadi alternatif penggunaan kapas sekali pakai. Kapas kain katun bisa dicuci dengan deterjen, sabun, lerak, atau soda kue yang dicampur dengan cuka. Caranya, dicuci langsung dengan tangan atau mesin cuci dengan jaring laundry.

3. Kulit Kayu

cintabumiartisans
instagram.com

Kulit kayu bisa dijadikan sebagai produk eco friendly karena dimanfaatkan menjadi material produk kriya seperti tote bag, pouch, clutch, aksesoris, hingga ke koleksi tekstil ramah lingkungan. Salah satunya, kulit kayu tersebut hadir dalam tradisi pembuatan barkcloth atau ranta (bahasa lokal di Lembah Bada, Poso, Sulawesi Tengah). Ranta atau barkcloth terbuat dari kertas pohon mulberi dan kulit kayu beringin. Kulit kayu ini diolah sedemikian rupa oleh pengrajin di Lembah Bada, Sulawesi Tengah. Tidak hanya itu, masih banyak lagi kulit kayu yang dimanfaatkan sebagai produk-produk yang eco friendly.

4. Lerak

Sumber gambar zerowaste.id

Lerak adalah buah yang berbentuk mirip seperti kacang walnut yang tumbuh dengan ketinggian pohon mencapai 10 meter. Lerak biasa disebut soapberries atau soapnuts, karena lerak mengandung saponin yang dapat menghasilkan busa. Beruntungnya, lerak bisa dijadikan sebagai alternatif bahan pencuci yang alami dan aman untuk lingkungan. Bahkan, perasan lerak bisa digunakan sebagai pembersih lantai, ruangan, rambut, muka, atau binatang peliharaan

Sebagai produk yang ecofriendly, lerak memiliki zat antimikroba, lembut untuk kulit sensitif, dan biodegradable. Ketika diolah, lerak memiliki aroma seperti buah nanas. Namun ketika lerak dijadikan sebagai bahan pencuci, justru tidak meninggalkan aroma sama sekali. Karena itu, lerak lazim digunakan sebagai bahan pencuci kain batik alami.

5. Pembalut Kain

Sumber gambar zerowaste.id

Jika biasanya pembalut kain adalah sekali pakai, maka ada solusi minim sampah yang baik dicoba yaitu dengan menggunakan pembalut kain. Pembalut kain biasanya terbuat dari bahan yang bersifat lentur, lembut, dapat menahan cairan, anti bakteri, daya serap cepat, dan mudah dibersihkan. Pembalut tersebut dibuat dengan teknologi laminasi poliuteren, yakni teknologi yang biasa digunakan untuk kebutuhan medis.

Di bagian dalam, kain terbuat dari bamba dan serat katun yang dapat mengunci cairan, membuat daerah kewanitaan tetap kering, dan mengurangi resiko gatal atau ruam. Di bagian luar pembalut, terbuat dari bahan poliuteren (PUL). Bahan tersebut dapat membuat pembalut kain mampu menahan cairan hingga 6-7 jam. Di bagian belakang pembalut, tersedia bukaan agar bisa dicuci sampai ke dalam.

6. Sedotan Bambu

Sumber gambar zerowaste.id

Sedotan bambu kini sedang menjadi tren dan banyak dicari. Wajar, produk yang ecofriendly ini ditengarai menjadi sebuah gerakan besar untuk mendukung gerakan minim sampah dan sadar sampah plastik. Langkah kecil yang lama-lama menjadi besar bukan?

Secara garis besar, produksi sampah terbesar di lautan Asia adalah sampah sedotan plastik. Kehadiran sedotan bambu diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah tersebut. Sedotan bambu terbuat dari 100 persen material bambu, bisa terurai secara alami (biodegradable), bisa digunakan berulang kali, dan bisa dicuci.

7. Tumbuhan Indigofera Tinctoria

_osem
instagram.com

Tumbuhan Indigofera tinctoria atau indigo adalah tumbuhan perdu yang dapat menghasilkan warna biru. Tumbuhan ini dikenal dengan sebutan pohon nila, tumbuh di beberapa daerah seperti Bali, Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan lain-lain. Tumbuhan ini tumbuh membentuk semak-semak dan berkembang biak melalui biji. Biasanya, masyarakat memanfaatkan daun dan ranting untuk diolah menjadi pewarna alami biru.

Tumbuhan indigo sudah diekspor sejak tahun 1918 dalam bentuk indigo kering dan basah. Pasar yang memanfaatkan tumbuhan ini juga terbatas, namun menjanjikan karena masih banyak yang membutuhkan pewarna alami yang aman namun warna tetap cerah. Sebagai produk yang ecofriendly, tumbuhan indigo dimanfaatkan sebagai pewarna kain industri pakaian yang ramah lingungan. Produk yang dihasilkan adalah celana ikat, baju luaran atau kimono outer, dress, selendang, kain jumputan, dan lain-lain. Menarik bukan?

From our editorial team

Yuk, mulai sekarang gunakan produk yang ramah lingkungan!

Itulah 7 produk yang eco friendly. Kalau dilihat-lihat lagi, ternyata ada ya produk menarik, tahan lama, dan pantas untuk dibeli. Mulai sekarang gunakan produk yang ramah lingkungan sehingga aman bagi setiap makhluk hidup di lingkungan sekitar. Produk-produk eco friendly ini minim menimbulkan polusi tanah, udara, dan air.