Interview Kerja Adalah Salah Satu Penentu Karir Anda

Sumber gambar www.techwill.co.ke

Interview atau wawancara kerja adalah pintu terakhir yang sangat berpengaruh terhadap keputusan diterima atau tidaknya Anda bekerja di satu perusahaan. Meski Curriculum Vitae yang Anda buat sudah didesain seindah mungkin, serta selengkap mungkin, namun ketika wawancara Anda tidak memberi kesan yang baik, maka sia-sia semuanya.

Tentunya, Anda memerlukan kisi-kisi agar mampu melewati proses interview dengan mudah bukan. Yah, Human Resourches Development (HRD) biasanya akan benar-benar memilah dan memilih siapa saja yang akan direkrut di perusahaan tersebut. Jadi, jangan sampai Anda tidak berhasil karena gagal di wawancara yah.

Semua hal apabila dihadapi dengan percaya diri dan bersungguh-sungguh, tentu akan menjadikan semuanya berjalan sesuai rencana. Interview kerja, tentunya bukan hal yang mudah. Namun, jangan juga Anda terlalu takut menghadapinya.

Ketakutan tersebut hanya membuat Anda jadi tidak percaya diri, tangan menjadi dingin, jantung berdebar sehingga malah kurang fokus dan menjadi kurang menarik bagi pewawancara. Jadi, Anda harus lebih percaya diri, yah.

Hal-hal yang Harus Dihindari ketika Interview Kerja

Datang Terlambat

Sumber gambar cdn.idntimes.com

Datang terlambat saat inteview sama saja dengan menunjukkan bahwa Anda bukan orang yang disiplin, menghargai waktu, serta bertanggung jawab pada pekerjaan. Jadinya, sebelum wawancara, pihak HRD sudah akan memberi stigma yang negatif pada diri Anda.

Hindari hal tersebut dengan datang terlebih awal dari waktu yang ditentukan. Meski perusahaan yang dimaksud benar-benar membutuhkan jasa Anda, bukan berarti Anda boleh terlambat. Tunjukkan bahwa Anda adalah orang yang memiliki dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi pada pekerjaan.

Menjelekkan Perusahaan Lama

Sumber gambar aws-dist.brta.in

Hati-hati saat wawancara, terutama ketika ada pertanyaan "kenapa Anda berhenti/resign dari perusahaan lama Anda?" Biasanya, ada banyak yang menjawab dengan jujur atau polos sehingga terkesan menjelekkan perusahaan yang lama.

Hasilnya akan buruk pada hasil wawancara Anda, loh. Anda dianggap orang yang bisa saja menjelek-jelekkan perusahaan bila sudah resign. Tentunya, tidak ada satupun perusahaan yang ingin orang seperti itu bekerja di perusahaannya.

Telepon Berdering Saat Wawancara

Sumber gambar www.qerja.com

Ini juga tindakan "bunuh diri", yakni tetap mengaktifkan handphone Anda saat proses interview berlangsung. Kalaupun ingin tetap mengaktifkan, setidaknya jadikan mode handphone Anda menjadi senyap atau silent.

Jangan sampai, ketika tengah diwawancara, handphone Anda berbunyi. Hal itu akan memberikan kesan bahwa Anda tidak menghargai pewawancara, serta tidak menghargai proses wawancara tersebut. Hasilnya, Anda bisa ditolak bekerja di perusahaan yang dimaksud.

Tidak Melakukan Kontak Mata Saat Wawancara

Sumber gambar www.vebma.com

Kontak mata sangat penting ketika wawancara. Orang yang mewawancarai Anda akan melihat dengan lebih dalam ke mata Anda, untuk mengetahui apakah Anda menjawab dengan jujur, atau sedang berbohong. Terutama, bagi perusahaan luar negeri seperti Jepang dan sekitarnya.

Jadi, usahakan Anda terus melakukan kontak mata dengan penginterview Anda, agar ia semakin yakin. Bahkan, kontak mata tersebut juga ditujukan untuk ikut meyakinkan pihak perusahaan, bahwa Anda siap bekerja di perusahaan tersebut.

CV Tidak Sesuai Kenyataan

Sumber gambar www.handshake.com

Wajar kalau Anda mencantumkan kelebihan Anda, yang tentunya sangat terkait dan mendukung untuk mendapatkan posisi yang diinginkan. Oleh karena itu, buat CV Anda semenarik mungkin, agar pihak perusahaan ingin merekrut Anda.

Hanya saja, sering terjadi seseorang menuliskan di CV satu prestasi, kelebihan, bakat dan sebagainya namun ternyata tidak dimilikinya. Tentunya, ingin membuat CV lebih menarik, namun mencoba membohongi pihak perusahaan. Jangan pernah lakukan ini, karena Anda malah bisa malu kalau CV yang Anda buat ternyata terlalu dilebih-lebihkan dan tidak sesuai dengan kenyataan.

Inilah 10 Pertanyaan yang Sering Muncul dan Cara Menjawabnya Ketika Interview

Coba Gambarkan Diri Anda

Sumber gambar i2.wp.com

Biasanya, pertanyaan ini muncul sebagai pertanyaan pertama. Pertanyaan yang simpel dan terkesan sangat biasa. Namun, ini ternyata pertanyaan yang penting, karena menjadi pintu gerbang pihak perusahaan mencoba mengenal Anda.

Bila Anda memaparkan diri Anda seperti membaca CV atau malah seperti hafalan, tentunya akan menjadi kurang menarik. Jawaban yang paling pas adalah jawaban singkat yang bisa mendeskripsikan diri Anda dengan lengkap juga menarik. Ingat, jangan habiskan waktu wawancara hanya untuk menjawab pertanyaan yang satu ini.

Apakah Kelebihan Anda?

Sumber gambar 3.bp.blogspot.com

Biasanya, pertanyaan ini berada di nomor kedua. Seperti halnya menulis CV tadi, jangan sampai Anda mengakui sebuah kelebihan yang sebenarnya tidak Anda miliki. Ditambah lagi, kelebihan yang Anda paparkan sebaiknya berhubungan dengan posisi yang Anda inginkan.

Juga, jangan sampai jawaban Anda terkesan umum dan tidak spesifik. Berikan jawaban yang mendeskripsikan kelebihan Anda yang unik tersebut secara spesifik. Hasilnya, tentu Anda akan menarik perhatian pewawancara Anda.

Apakah Kelemahan Anda?

Sumber gambar blog.payrollbozz.com

Pertanyaan ini memang biasa muncul setelah pertanyaan "apa kelebihan Anda". Bila sebelumnya Anda terlalu percaya diri memaparkan kelebihan Anda, maka jangan malu pula untuk memaparkan kekurangan Anda. Ingat, Anda juga perlu memohon izin untuk mendapat pelajaran dan pengalaman dari pekerja yang lebih senior agar hasilnya dapat lebih baik.

Tentu saja, bila Anda terkesan menutup-nutupi kekurangan Anda dari pewawancara, hasilnya akan kurang begitu bagus. Jadi, cobalah untuk lebih jujur dan percaya diri.

Prestasi Apa Saja yang Membanggakan Anda?

Sumber gambar i2.wp.com

Pertanyaan ini sebenarnya ditujukan pihak perusahaan untuk mengetahui seberapa besar potensi dan bakat yang Anda miliki. Anda bisa saja menjawab sejumlah prestasi yang pernah Anda dapatkan dari kecil, namun sebisanya usahakan memiliki relasi dengan posisi pekerjaan yang Anda incar.

Apalagi bila Anda sebelumnya pernah bekerja di perusahaan lain. Sampaikan prestasi Anda di perusahaan sebelumnya untuk menarik perhatian mereka. Sampaikan juga Anda bisa menjadi seorang yang ikut membantu perusahaan meningkatkan keuntungan dan prestasi.

Bisakah Disebutkan Rencana Anda 5-10 Tahun ke Depan?

Sumber gambar image-server.hipwee.com

Bisa jadi pertanyaannya tidak menyebutkan waktu atau durasi, tapi langsung ke tujuan ke depannya. Dari bentuknya, bisa diketahui bahwa tujuan dari pertanyaan ini adalah komitmen Anda pada perusahaan tersebut apabila diterima.

Tips dari BP-Guide, jangan jawab dengan pertanyaan yang terkesan mengambang atau tidak spesifik. Juga, buat pewawancara Anda yakin bahwa tujuan masa depan Anda adalah peningkatan karir, juga memberikan kemajuan bagi diri sendiri yang tentunya akan berpengaruh pada kemajuan perusahaan.

Bagaimana Sikap Anda Ketika Menghadapi Masalah?

Sumber gambar fthmb.tqn.com

Untuk menjawab pertanyaan yang satu ini, Anda bisa saja menceritakan bagaimana Anda menghadapi masalah tersulit yang pernah Anda alami. Lalu, Anda juga harus menceritakan bagaimana cara Anda menyelesaikan masalah tersebut.

Pastikan bahwa masalah tersebut bisa Anda selesaikan tanpa masalah yang lain. Bila perlu, cara penyelesaian masalah tersebut elegan dan sangat pas untuk keperluan perusahaan.

Mengapa Tertarik Bekerja di Perusahaan Ini?

Sumber gambar shannonlinden.ca

Sebenarnya, inti yang diperlukan adalah jangan sampai Anda menjawab pertanyaan ini dengan jawaban yang terkesan "untuk bertahan hidup". Meski secara sekilas, jawaban Anda juga mengarah ke arah itu, namun terpenting adalah jawaban Anda memberi kesan adanya ketertarikan Anda terhadap perusahaan atau posisi yang ditawarkan.

Selain itu, tidak masalah bila Anda mengenali visi dan misi perusahaan, lalu menyatakan bahwa Anda merasa satu visi dengan perusahaan tersebut. Jawaban tersebut tentunya bisa memberi kesan bahwa nantinya Anda akan berkomitmen dengan pekerjaan yang diberikan pada Anda.

Kenapa Kami Harus Menerima Anda?

Sumber gambar img-k.okeinfo.net

Ini pertanyaan yang sebenarnya bisa menjadi peluang bagi Anda untuk menjawab dengan baik dan memikat pewawancara. Tentu saja, alasan perusahaan tersebut menerima Anda adalah semua kelebihan yang Anda miliki, bukan?

Sebaiknya, Anda tidak harus harus terlihat sombong, namun sebisanya terlihat lebih unggul daripada kandidat yang lain. Tapi ingat, jangan pernah memburukkan peserta yang lain, hanya karena ingin terlihat lebih hebat. Tidak ada perusahaan yang menyukai hal tersebut.

Berapa Ekspektasi Gaji yang Anda Inginkan?

Sumber gambar indiaeducationreview.com

Bisa dibilang, dari semua pertanyaan yang diajukan, pertanyaan yang satu ini paling sensitif. Jawaban yang Anda berikan bisa menjadi alasan utama Anda diterima, atau justru ditolak. Bagaimana cara menjawabnya dengan tepat?

Pertama Anda perlu observasi, berapa gaji yang pas untuk posisi yang Anda incar. Kemudian, Anda juga harus melihat kemampuan Anda, dan berapa gaji yang pas untuk kemampuan Anda. Jangan sampai terlalu tinggi, jangan pula terlalu rendah.

Apakah Ada Pertanyaan untuk Kami?

Sumber gambar 2.bp.blogspot.com

Ini pertanyaan terakhir, tapi justru menjadi pertanyaan pertama bagi Anda ke pihak perusahaan. Anda bisa bertanya pada para pewawancara hal-hal seperti bagaimana cara kerja, perasaan, pengalaman, pencapaian perusahaan tersebut, serta hal-hal lainnya.

Sebenarnya, menjawab bahwa Anda tidak ada pertanyaan merupakan hal yang boleh-boleh saja. Namun, agar Anda bisa menutup sesi wawancara tersebut dengan manis, tidak ada salahnya Anda juga menyiapkan satu pertanyaan untuk pewawancara Anda, bukan?

From our editorial team

Jangan Menyerah dalam Mencari Kerja

Bila tidak diterima di sebuah perusahaan setelah wawancara, belum tentu juga kemampuan Anda tidak layak. Perusahaan tentu memiliki pertimbangan tertentu dalam menyeleksi pelamar saat wawancara. Dengan Anda dipanggil mengikuti sesi wawancara, itu sebenarnya menunjukkan bahwa Anda merupakan kandidat yang potensial. Namun karena ada pesaing yang lebih cocok, maka perusahaan lebih memilih pesaing Anda daripada Anda. Jangan menyerah!!