Liburan Tak Melulu ke Tempat Seru, Berbagai Tempat Ibadah juga Bisa Jadi Destinasi Wisata Menarik

Traveling tidak hanya asyik dilakukan ke wisata alam atau tempat hiburan. Tempat ibadah juga asyik untuk menjadi tujuan wisata. Anda bisa mempelajari atau melakukan napak tilas dari agama yang Anda yakini. Bahkan, biasanya ada banyak cerita yang melatarbelakangi dibentuknya tempat ibadah tersebut. Selain untuk refreshing, Anda bisa mendapatkan banyak informasi untuk mendalami agama yang Anda yakini.

Manfaat yang Bisa Didapatkan dengan Berwisata Religi

Melakukan wisata religi banyak sekali manfaatnya. Bahkan bisa lebih bermanfaat dibandingkan pergi ke tempat hiburan. Apakah saja itu? Yuk disimak penuturan BP-Guide berikut ini!

Melepas Kejenuhan

Tentunya tujuan dari berwisata adalah untuk melepaskan diri dari penatnya aktivitas yang sangat jenuh. Tidak hanya menghilangkan penat, dengan berwisata religi Anda bahkan bisa menemukan semangat baru. Mendekatkan diri dengan hal yang berbau religius dapat membuka wawasan, pikiran dan hati kita akan kehidupan. Bahkan biasanya, tempat wisata religi berada di daerah pegunungan atau di tengah-tengah alam, sehingga memiliki banyak panorama yang indah.



Menyegarkan Dahaga Spiritual

Berwisata religi akan membuat Anda menemukan berbagai informasi baru tentang keagamaan. Hal ini bisa memuaskan dahaga spiritual Anda. Keyakinan Anda dapat bertambah. Selain itu mengunjungi tempat-tempat spiritual dianggap dapat membuat jiwa menjadi lebih tenang.

Lebih Dekat dengan Sang Pencipta

Dengan melakukan traveling, pintu mata hati kita akan terbuka. Di mana kita akan lebih banyak melihat keajaiban dan keindahan ciptaannya. Lebih bijak dan menyadari betapa kecilnya kita di hadapan sang Pencipta. Terutama ketika melakukan wisata religi, kita dapat lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. Bersyukur akan ciptaannya, dan lebih mensyukuri kehidupan yang dijalani.

Menambah Wawasan

Mengunjungi berbagai tempat akan membuat kita menemukan wawasan baru. Mulai dari kebudayaan masyarakat setempat, sejarah tempat tersebut, kehidupan masyarakat dan lainnya. Ketika berwisata religi, ada banyak hal yang belum kita pahami dari ajaran agama yang dapat kita pelajari dari wawasan baru ini. Tentunya pengetahuan itu dapat kita pakai untuk lebih mendalami keimanan kita.

Meningkatkan Kualitas Pribadi

Tidak hanya kedekatan dengan yang maha kuasa, serta bertambahnya penyerapan informasi yang Anda dapat dengan traveling. Anda juga akan terbiasa untuk hal-hal positif yang akan menambah nilai Anda sebagai manusia. Mulai dari membuat perencanaan, menyiapkan bujet, kemandirian tanpa bergantung pada orang lain, serta menghadapi berbagai persoalan yang tidak terduga. Dengan begitu Anda akan lebih siap menjalani kehidupan Anda.

10 Destinasi Wisata Islami di Indonesia yang harus Anda Kunjungi

Di Indonesia, banyak sekali objek wisata religi yang bisa Anda kunjungi. Terutama wisata religi Islami, karena Islam sendiri merupakan mayoritas agama di Indonesia. Bahkan banyak informasi sejarah yang bisa Anda dapatkan. Penasaran? Yuk disimak yang berikut ini.

Masjid Istiqlal – Jakarta

Jalan-jalan ke Ibukota Jakarta tentu tidak lengkap jika Anda mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta. Masjid Nasional negara Republik Indonesian ini berlokasi di dekat Monumen Nasional di pusat kota.

Tahukah Anda, masjid yang diprakarsai Presiden Sukarno, yang sedang menjabat kala itu, ternyata didesain oleh seorang arsitek beragama Kristen Protestan bernama Frederich Silaban? Dengan peletakan batu pertama pada tanggal 24 Agustus 1951, masjid ini didesain dengan gaya arsitektur modern.

Lantai dan dindingnya dilapisi dengan marmer yang dihias dengan ornamen geometrik yang terbuat dari baja anti karat. Memiliki bangunan utama yang terdiri dari lima lantai, serta sebuah raksasa dengan diameter 45 meter sebagai mahkotanya. Kubah ini ditopang menggunakan 12 tiang besar.

Terdapat satu lantai dasar pada masjid ini serta menara tunggal yang menjulang di sudut selatan selasar masjid dengan tinggi total 96,66 meter. Di mana sebanyak 200.000 jamaah mampu ditampung masjid ini. Itu sebabnya berbagai aktivitas sosial dan kegiatan berbagai organisasi Islam di Indonesia dilakukan di masjid ini.

Istana Maimun

Sumber gambar detik.com

Jika ingin tahu sejarah keemasan kesultanan Deli, maka Anda dapat berkunjung ke Istana Maimun. Dibangun pada tanggal 26 Agustus 1888 oleh keturunan ke 9 Kesultanan Deli, Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Istana dengan 30 ruangan ini memiliki luas 2.772 m2 dan berlokasi di jalan Brigadir Jenderal Katamso, kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun.

Istana yang baru diresmikan pada tanggal 18 Mei 1891 ini dari arsitekturnya memperlihatkan alkulturasi antara budaya timur atau melayu yang islami dengan Eropa. Banyak sekali ornamen-ornamen bergaya Eropa, seperti meja, lemari, kursi, lampu hingga pintu dorong.

Untuk pengaruh Ismal sendiri dapat terlihat dari atapnya yang berbentuk lengkung menyerupai perahu terbalik. Di mana desain tersebut menyerupai desain pada bangunan-bangunan yang berada di kawasan Timur Tengah.

Masjid Agung Jawa Tengah – Semarang

Sumber gambar jejakpiknik.com

Berada di kota Semarang, Masjid Agung Jawa Tengah memiliki arsitektur menyerupai Masjid Nabawi di Madinah. Terdapat enam buah payung hidrolik yang akan mengembang secara otomatis ketika shalat Jumat atau hari Raya.

Di dalam masjid, Anda akan menemukan Al Quran raksasa yang disimpan di dalam sebuah kotak kaca dekat pintu utama. Alquran ini ditulis menggunakan tangan oleh seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-qur`an dari Wonosobo, Jawa Tengah, bernama H. Hayatuddin.

Terdapat pula replika beduk raksasa yang dibuat dari kulit lembu Australia. Bedug dengan diameter 220 cm dan memiliki panjang 310 cm ini dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas, Jawa Barat.



Mesjid Baiturrahman

Sumber gambar youtube.com

Masih ingatkah Anda dengan masjid yang tetap kokoh berdiri pada saat terjadinya bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam? Masjid ini bahkan pada saat itu menjadi tempat berlindung umat muslim dan non muslim.

Masjid Baiturrahman sendiri merupakan salah satu bangunan bersejarah di Aceh. Di bangun pada era Kesultanan Aceh, masjid ini pernah hancur pada 10 April 1873 akibat serangan Belanda ke Koetaradja (Banda Aceh). Ini menjadi pemicu perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat Aceh. Perjuangan ini menyebabkan Belanda kehilangan Major General Johan Harmen Rudolf Köhler, panglima mereka pada 14 April 1873.

Akhirnya pada tahun 1879-1881 M, masjid Baiturahman dibangun ulang dengan arsitektur yang mengadaptasi gaya Moghul (India) desain de Bruchi. Pembangunan ini dilakukan atas perintah Jenderal Van Der Heijden untuk meredakan pemberontakan rakyat kala itu.

Kampung Ramadan Kauman

Sumber gambar tentangbanjarnegara.com

Bila bulan Ramadhan tiba, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Kampung Ramadhan Kauman Yogyakarta. Berada sejauh 300 meter dari titik 0, kampung tertua di kota Yogyakarta ini sejak tahun 1970 selalu menyediakan aneka jajan takjil pada bulan puasa.

Ada beraneka jajanan tradisional yang disediakan seperti lumpia, klepon, kue lumpur, apem dan lainnya. Akan tetapi, yang paling khas dan hanya ada di bulan Ramadhan adalah kacang umbon dan kicak.

Kacang Umbon dibuat dari kacang tanah. Cara membuatnya sangat sulit, bahkan bila dalam proses pengolahannya saja sudah salah, dapat menyebabkan tekstur kacang akan menjadi keras. Kue pun tidak enak untuk dimakan.

Berbeda dengan kicak yang merupakan olahan dari ketan yang di atasnya ditaburi parutan kelapa muda. Ditambah dengan topping berupa daun pandan dan potongan buah nangka membuat aromanya makin menggugah selera.

Masjid Terapung

Sumber gambar pojokseni.com

Ini dia masjid kebanggaan masyarakat Ternate yang memiliki keindahan panorama alam tiada tara. Berada di Pantai Sewiring, Ternate, Provinsi Maluku Utara, Masjid Terapung Al-Munawar dibangun pada tahun 2003 di atas laut. Masjid seluas 6 hektar ini sangat indah dan megah, bahkan mampu untuk menampung sekitar 15.000 jamaah.

Pada sisi-sisi masjid terdapat 4 menara menjulang tinggi. Pemandangan di sekitarnya pun sangat indah. Memiliki latar Gunung Gamalama dengan pancaran sinar lampu masjid pada malam hari, serta gugusan pulau Tidore dan pesisir Halmahera menciptakan pemandangan yang sangat luar biasa.


Masjid Raya Bandung

Sumber gambar lokasiwisatabandung.com

Ini dia salah satu ikon kebanggan kota Bandung. Masjid Raya Bandung yang dibangun sejak tahun 1812 ini berlokasi di Alun-Alun Kota Bandung, dekat ruas Jalan Asia-Afrika. Masjid ini selalu ramai pengunjung, terutama yang ingin melakukan ibadah shalat, dan terbuka untuk umum.

Pada awalnya masjid merupakan rumah panggung tradisional dengan atap dan dinding dari rumbia. Dikarenakan terjadi kebakaran pada tahun 1825 di sekitar alun-alun, masjid ini ikut direnovasi oleh pemerintah. Bagian atap dan dindingnya diganti menggunakan material kayu.

Masjid ini direnovasi kembali pada saat A Wiranatakusumah IV menjadi Bupati Bandung. Dengan model menyerupai tiga susun limas besar yang tinggi menjulang, material masjid juga diganti dengan dinding menggunakan batu-bata serta genteng untuk atap.

Beberapa tahun kemudian renovasi terus dilakukan beberapa kali. Pada tahun 2001 masjid direnovasi dengan empat arsitek terlibat kala itu yaitu Prof. Dr. Slamet Wirasonjaya, Ir.H.Keulman, Ir.H.Arie Atmajaya dan Ir.H Nu’man.

Ditata menjadi bagian penting dari alun-alun kota Bandung, masjid ini diresmikan pada 13 januari 2004 dengan nama resmi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat.


Makam Sunan Gunung Jati

Sumber gambar kompas.com

Ingin lebih mengenal salah ulama besar dari tataran Sunda yang menyebarkan Islam di Indonesia? Untuk itu datanglah ke makam Sunan Gunung Jati Cirebon. Terletak di desa Astana, kecamatan Gunung Jati, kabupaten Cirebon. Bila dari pusat kota Cirebon, makam berada sekitar 6 kilometer.

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah sendiri adalah anak dari Nyi Rara Santang yang merupakan putri dari Prabu Siliwangi. Ayahnya bernama Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alim merupakan salah penguasa Champa yang saat itu menjadi salah satu kerajaan Islam terbesar. Itu sebabnya, ketika dewasa ia kembali ke kampung halaman ibunya di tanah Sunda untuk menyebarkan agama Islam, dan menjadi salah satu dari Wali Songo.

Makamnya sangat unik dengan bangunan yang arsitekturnya bergaya Arab, Jawa dan Cina. Banyaknya hiasan keramik dan porselen membuat dinding interiornya terlihat bergaya arsitektur Cina. Bahkan pada sepanjanh jalan menuju makam, Anda akan menemukan hiasan keramik yang telah berusia sekitar ratusan tahun.

Setelah tiba di makam, Anda akan melihat ukiran kaligrafi pada dindingnya yang mencirikan arsitektur dari Arab. Untuk atapnya berbentuk limas yang menjadi ciri bangunan Jawa. Di malam ini terdapat sembilan pintu yang tersusu bertingkat. Sayangnya untuk peziarah dan pengunjung biasa hanya boleh masuk hingga pintu kelima. Di mana hanya keturunan dari Sunan Gunung Jati yang boleh memasuki pintu selanjutnya.


Wisata Religi Sunan Ampel

Sumber gambar ksmtour.com

Bila ingin napak tilas masuknya Islam di Jawa, Anda dapat melakukan wisata religi Sunan Ampel. Datang saja ke Jalan KH Mas Mansyur Kelurahan Ampel , Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur. Anda akan menemukan makam dan Masjid Sunan Ampel di tempat itu.

Masjid dan makam Sunan Ampel selalu ramai oleh peziarah. Bahkan, masjid tersebut dikatakan sebagai masjid terbesar kedua di kota Surabaya. Makamnya sendiri terletak di sebelah barat dari Masjid Ampel.

Kisah Sunan Ampel sendiri sangat terkenal. Pemilik nama asli Raden Mohammad Ali Rahmatullah ini merupakan salah satu dari sembilan wali penyebar agama Islam di Nusantara.

Itu sebabnya, terdapat sembilan gapura yang konon melambangkan sembilan wali atau Wali Songo yang akan Anda temukan sebelum mencapai area makam Sunan Ampel.

Terdapat pula sumur tua di sekitar makam yang dipercaya memiliki kelebihan seperti air zam zam. Sayangnya, sumur ini telah ditutup agar tidak dikotori oleh tangan-tangan jahil.



Masjid As Safinatun Najah

Sumber gambar inspirasidata.com

Ini dia masjid unik yang berada di Semarang. Berlokasi di Jalan Kyai Padak, RT 05 RW 05, kelurahan Podorejo, kecamatan Ngaliyan, Semarang, majid ini memiliki desain menyerupai kapal Nabi Nuh. Itu sebabnya diberi nama Masjid Safinatun Najah.

Masjid As Safinatun Najah bentuknya menyerupai kapal besar dengan bangunan seluas 2.500 meter, dan berdiri di atas lahan dengan luas sekitar 7.500 meter. Selain memiliki haluan, buritan dan jendela berbentuk bulat, masjid ini juga memiliki kolam air di sekelilingnya.

Tujuannya selain agar terlihat seperti mengambang di atas air, kolam ini juga dapat digunakan jemaah membersihkan kaki sebelum masuk ke masjid. Terdapat pula fasilitas lain di masjid ini, seperti klinik kesehatan, ruang pertemuan dan perpustakaan.

From our editorial team

Wisata Religi, Alternatif Tempat Wisata yang Menyegarkan Spritual Anda

Berwisata memang ditujukan untuk ketenangan batin. Nah, bila Anda ingin mencapai ketenangan batin dan spritiual, maka wisata religi tentunya bisa Anda pertimbangkan untuk dipilih. Berbagai destinasi wisata religi di atas tentunya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menghabiskan liburan bersama keluarga Anda.