Liburan ke Jepang, Negeri Sakura yang Menawan Hati

Jika ingin traveling ke luar negeri dengan wisata serba ada, liburan ke Jepang adalah pilihan yang sangat tepat. Negeri sakura yang menawan hati ini memiliki beragam pariwisata, mulai dari bangunan kuno hingga gedung pencakar langit, mulai dari gunung hingga pantai, mulai dari kebudayaan kuno hingga kemajuan teknologi, mulai dari wisata alam hingga wisata belanja, dan mulai dari budaya masyarakat yang unik hingga anime. Tak heran jika Jepang menjadi salah satu destinasi favorit para traveler dunia, termasuk wisatawan Indonesia.

Mengenal Jepang dan Kenapa Kamu Harus ke Sana

Sumber gambar www.usajapan.org

Jepang memang memiliki daya tarik yang tiada tara. Dari segi masyarakat, tradisi kuno Jepang masih mengakar kuat meski negara tersebut juga dikenal sebagai negara dengan teknologi paling canggih di dunia. Dari segi pendidikan, negeri ini pun memiliki banyak universitas top dunia yang diincar para akademisi. Juga dari segi seni budaya, Jepang memiliki beragam acara perayaan meriah yang semuanya menunjukkan kecintaan warga Jepang terhadap budaya leluhur.

Selain itu, Jepang juga menjadi lokasi berlibur favorit karena adanya tempat rekreasi seru seperti Disneyland dan Universal Studio. Tersebar pula toko-toko pusat penjualan alat elektronik yang murah meriah. Jepang juga merupakan surga kuliner super unik. Dari segi pelayanan, liburan ke Jepang akan memuaskan, mengingat alat transportasi yang memadai, sistem keamanan yang tinggi, dan keramahan warganya.

Tips Berlibur ke Jepang

Jika kamu berencana liburan di Jepang, ada tips yang perlu diperhatikan terutama perihal budget atau anggaran. Sudah jadi rahasia umum bahwa liburan ke Jepang membutuhkan dana yang sangat besar. Selain biaya visa yang tinggi, biaya hidup di Jepang juga sangat mencekik leher, yakni sekitar 10 ribu Yen atau setara dengan Rp 1 juta untuk kebutuhan per harinya.

Karena itu, kamu perlu menyiasati anggaran nonakomodasi dan transportasi. Misalnya, bawalah botol air minum untuk menghemat pembelian air mineral. Namun selain budget, ada juga beberapa hal lain yang sangat penting diperhatikan. Simak tips liburan ke Jepang berikut.

Kenali Kebiasan Masyarakatnya

Sumber gambar japanesestation.com

Bekali diri dengan segala informasi tentang kebiasaan masyarakat Jepang sebelum berangkat berlibur ke negeri samurai tersebut. Ketahuilah bahwa ada banyak sekali perbedaan budaya antara Indonesia dan Jepang. Sebut saja dalam hal disiplin waktu, tertib mengantre, memilah dan membuang sampah pada tempatnya, dan merokok di tempat khusus.

Selain itu ketahui pula kebiasaan dalam penggunaan lift, me-silent handphone di tempat publik, berbicara pelan, tidak menggunakan klakson saat berkendara, bergerak dan berjalan cepat, serta kebiasaan lain yang mungkin akan sangat mengejutkan bagi wisatawan asing.

Pilih Waktu yang Tepat untuk Berkunjung

Sumber gambar www.jelajahhemat.com

Pilihlah waktu terbaik saat berlibur ke Jepang. Kamu harus tahu dulu musim apa yang sedang berlangsung di sana. Pada bulan Desember hingga Februari, negeri sakura mengalami musim dingin sehingga cocok buat kamu yang ingin melihat salju. Namun, jika tak tahan dengan suhu dingin dan ingin melihat bunga sakura bersemi, kamu perlu berlibur ke Jepang pada bulan April. Adapun pemandangan musim gugur terjadi sekitar bulan November.

Lalu, kapan waktu terbaik untuk melihat negerinya Doraemon? Musim semi pada bulan Maret hingga Mei adalah yang paling oke karena pemandangan Jepang amat sangat menawan. Cuacanya juga sangat mendukung untuk berjalan-jalan dan berwisata, tak panas dan tak dingin. Namun, tiket pesawat pada musim tersebut lebih mahal dari biasanya.

Jika ingin menikmati festival di Jepang, kamu bisa datang saat bulan-bulan festival ternama di sana. Di antaranya, Gion Matsuri atau Festival Gion, yakni festival terbesar negeri matahari terbit yang dihelat di Kyoto setiap bulan Juli. Ada pula Sapporo Snow Festival di Hokkaido, sebuah festival patung es yang dihelat setiap bulan Februari. Festival lain yang tak kalah menarik yakni Kanda Matsuri di Tokyo yang diadakan setiap bulan Mei.

Minimalkan Baju yang Dibawa

Sumber gambar fashion.japantwo.com

Sebelum pergi berlibur ke Jepang, persiapkan dahulu baju apa saja yang akan dibawa. Jangan lupa untuk menyesuaikan dengan musim di sana. Selain itu, tak perlu membawa banyak pakaian agar tak menambah biaya bagasi saat naik pesawat, kecuali jika ada dana lebih tentunya.

Sebetulnya, kamu tak perlu membawa banyak baju karena dapat membelinya di sana. Pasalnya, cukup banyak pakaian bermerek yang diskon besar-besaran. Koleksi baju diskonnya pun masih sangat bagus dengan harga yang jauh lebih murah dari Indonesia. Bahkan, jika tak ada diskon pun, ada banyak baju second yang masih sangat berkualitas dan pastinya murah.

Memilih Penginapan yang Tepat

Sumber gambar www.spinjapan.net

Ingatlah bahwa Jepang memiliki biaya hidup yang sangat tinggi. Jika tak memiliki persiapan, liburan di Jepang bisa menguras dompetmu. Pengeluaran yang sangat besar setiap berlibur pastilah akomodasi. Sebelum berangkat, pilih dahulu penginapan yang akan kamu singgahi.

Beberapa hotel di Jepang yang mematok harga di bawah Rp 600 ribu di antaranya Emblem Hostel Nishiarai, Guest House Chadapon Tokyo, Aizuya Inn, Hotel New Tochigiya, Tokyo Kiba Hotel, Centurion Cabin & Spa Ueno Park, Asakusa Fukudaya, dan Inno Hostel & Pun Lounge Ueno Tokyo.

Selain dana, kamu juga perlu mempertimbangkan lokasi hotel tersebut. Pilihlah yang paling dekat dengan stasiun kereta. Dengan demikian kamu dapat dengan mudah mengakses lokasi wisata.

Pasang Aplikasi Penerjemah Online jika Kamu Tak Menguasai Bahasanya

Sumber gambar www.worldlanguage.com

Persiapkanlah aplikasi penerjemah saat berlibur di Jepang. Meski di beberapa kota seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka memfasilitasi pelancong dengan tanda informasi dan petugas berbahasa Inggris, kamu akan cukup kesulitan untuk bertanya kepada orang sekitar.

Google translator pastilah menjadi aplikasi yang familiar untuk melakukan penerjemahan. Ada pula fasilitas real time yang dapat menerjemahkan huruf kanji yang kamu lihat dengan hanya mengarahkan kamera handphone ke huruf tersebut. Aplikasi ini akan sangat membantumu menerjemahkan tanda jalan yang tak dilengkapi bahasa Inggris.

10 Objek Wisata Menarik Buat Liburan di Jepang

Ada banyak tempat rekreasi menarik di Jepang yang tak bisa ditemui di tanah air. Sedikitnya ada 10 lokasi favorit di negeri sakura yang sangat populer di kalangan wisatawan. Lokasi tersebut pun memiliki beragam jenis wisata, mulai dari pemandangan alam hingga wahana bermain kelas internasional. Apa saja tempat-tempat yang asyik untuk berlibur di Jepang? Cek di sini!

Disneyland Tokyo

Sumber gambar www.guiddoo.com

Disneyland Tokyo merupakan taman hiburan terbesar yang ada di ibu kota negara nippon. Taman hiburan global tersebut buka setiap hari dan bersebelahan persis dengan Tokyo Disney Sea. Akses menuju ke sana cukup mudah karena dijangkau oleh kereta JR yang hanya butuh waktu 15 menit dari Stasiun Tokyo. Ada pula shuttle bus dari Stasiun Tokyo yang langsung ke lokasi Tokyo Disney Resort dengan waktu tempuh 35 menit. Bus ini bahkan bisa dinaiki gratis jika kamu menginap di Plaza Hotel Tokyo.

Jika berlibur di Jepang, Disneyland Tokyo pastilah menjadi lokasi utama wisata terutama jika kamu berlibur bersama anak-anak dan remaja. Taman hiburan ini memiliki banyak area dengan tema yang beragam, sebut saja World Bazaar, Adventure Land, Western Land, Critter Country, Fantasy Land, dan masih bayak lagi. Masing-masing memiliki atraksi berbeda dan menampilkan kartun Disney yang berbeda pula.

Ada pula berbagai parade yang tak kalah menarik untuk ditonton. Untuk tiket masuknya, dewasa seharga 7.400 Yen (sekitar Rp 902 ribu), remaja 12-17 tahun seharga 6.400 Yen (Rp 781 ribu), dan anak-anak 4-11 tahun seharga 4.800 Yen (Rp 585 ribu).

Tokyo Tower

Sumber gambar fastjapan.com

Layaknya Monas di Jakarta, inilah menara simbol kota Tokyo yang sangat terkenal. Tingginya mencapai 332,6 meter dan berlokasi di Taman Shiba, Tokyo. Akses menuju ke sana sangat mudah, cukup berjalan kaki dari stasiun kereta terdekat. Bisa pula naik kereta JR dari stasiun Toyo dan turun di stasiun Hamamatsucho.

Tokyo Tower berdiri sejak tahun 1957 dan hingga kini berfungsi sebagai pemancar gelombang televisi. Lokasinya sangat menawan untuk berfoto ria apalagi di malam hari karena diwarnai lampu-lampu yang sangat cantik.

Kamu juga bisa naik hingga ke puncak menara dan melihat pemandangan indahnya Kkota Tokyo dari ketinggian. Harga tiketnya sangat bervariasi untuk tiap usia, yaitu 310 Yen (Rp 37 ribu) untuk anak usia 4 tahun ke atas, 460 Yen (Rp 55 ribu) untuk pelajar SMP ke atas, dan 820 Yen (Rp 98 ribu) untuk usia pelajar SMA ke atas.

Tokyo Sky Tree

Sumber gambar newsactivist.com

Ada lagi menara lain yang tak kalah indah dari Tokyo Tower, yakni Tokyo Sky Tree. Tingginya mencapai 634 meter dan sempat menjadi menara tertinggi di dunia pada tahun 2011 silam. Menara ini berada di Distrik Sumida,Tokyo, dan dapat diakses jalan kaki dari stasiun Oshiage, Hanzomon Subway Line, dan Keisei Oshiage Line.

Tak hanya menara, lokasi wisata tersebut juga dilengkapi fasilitas observatorium, koridor spiral kaca bernama Tembo Galleria, tempat belanja Tokyo Solamachi, wisata kuliner di Sky Restaurant 634, serta ada pula Sumida Aquarium dan Pokemon Center.

Tokyo Sky Tree buka setiap hari pukul 08.00 hingga 22.00. Namun, jika cuaca buruk, lokasi wisata menarik ini akan tutup. Adapun harga tiketnya, untuk ke ruang observasi dikenai biaya 2060 Yen (Rp 245 ribu) untuk usia 18 tahun ke atas, 1540 Yen (Rp 183 ribu) untuk pelajar SMP-SMA, 930 Yen (Rp 75 ribu) untuk pelajar SD, dan 620 Yen (Rp 74 ribu) untuk usia 4-5 tahun. Harga akan dikenai tambahan untuk masuk ke fasilitas lain.

Universal Studio

Sumber gambar www.behindthethrills.com

Meski Universal Studio juga ada di Singapura, kamu tak akan menyesal jika berlibur ke Universal Studio Jepang. Pasalnya, di negeri sakura ini, taman hiburan tersebut jauh lebih spektakuler dibanding yang berada di Singapura.

Di Jepang, taman hiburan global ini berada di dekat Teluk Osaka. Inilah studio pertama milik Universal yang dibangun di luar AS. Aksesnya cukup menggunakan kereta ke Stasiun Osaka, transit di Stasiun Nishikujo, lalu dilanjutkan naik kereta JR Yumesaki ke Stasiun Universal City. Akses lain juga bisa dengan menggunakan bus langsung dari Kansai Airport ke Universal Studio. Studio ini memiliki 9 area, 18 atraksi, dan 20 restoran tematik. Kamu bisa mencoba petualangan seru dari film-film Hollywood produksi Universal.

Adapun tiket masuknya ada dua jenis, yakni tiket terusan ekonomi dan tiket VIP dengan pelayanan fasilitas mengantre yang berbeda. Harga 1 day pass dewasa Rp 928 ribu, anak-anak (4-11 tahun) Rp 623 ribu, dan senior (di atas 65 tahun) Rp 884 ribu. Harga express pas atau VIP, dewasa harus membayar Rp 660 ribu hingga Rp 2,34 juta. Biaya ini tak pasti karena harga berubah sewaktu-waktu.

Zoorasia

Sumber gambar deucenoryokou.blogspot.co.id

Kebun binatang di negeri sakura ini juga sangat cocok untuk berlibur karena sifatnya yang ramah keluarga. Di Jepang, nuansa kebun binatangnya pastilah sangat berbeda. Ada pembagian zona sesuai jenis lingkungan hidup hewan, yakni Japanese Countryside, Subartic Forest, Asian Tropical Forest, Amazon Jungle, dan masih banyak lagi. Inilah kebun binatang terbesar yang ada di negeri samurai.

Berlokasi di Yokohama, akses Zoorasia juga mudah dan dapat ditempuh dengan kereta hingga Stasiun Yokohama, lalu dilanjutkan bus hingga pintu masuk lokasi wisata. Ada pun harga tiket masuknya sebesar 800 Yen (Rp 95 ribu) untuk dewasa di atas 18 tahun, 300 Yen (Rp 38 ribu) untuk pelajar SMA, 200 Yen (Rp 24 ribu) untuk pelajar SMP dan SD, sedangkan anak-anak gratis.

Yokohama Raumen Museum

Sumber gambar jpninfo.com

Masih berada di Yokohama, ada tempat lokasi lain yang juga tak kalah menarik, yakni Yokohama Raumen Museum. Pecinta mi ramen pastilah sangat senang jika dapat mengunjungi museum unik di Jepang tersebut. Dibangun oleh perusahaan raksasa mi instan, Nissin, museum ini menampilkan sejarah ramen di Jepang hingga mendunia. Untuk masuk ke museum ini hanya dikenai tarif 500 Yen atau sekitar Rp 60 ribu. Ada biaya tambahan jika ingin bereksperimen membuat ramen atau menyantap berbagai cita rasa ramen.

Kiyomizudera

Sumber gambar thetruejapan.com

Ingin berlibur di Jepang sembari belajar sejarah dan budaya? Kyoto adalah kota yang pas. Mantan ibu kota negeri matahari terbit ini menyimpan berbagai situs bersejarah, salah satunya Kiyomizu-Dera atau Kuil Kiyomizu. Inilah kuil paling terkenal di Kyoto dan masuk dalam daftar warisan budaya UNESCO. Namun, meski objek wisata ini berupa kuil, tak sedikit penjual makanan halal di sana. Berbagai suvenir khas Jepang juga banyak dijual di sekitar lokasi wisata.

Untuk sampai di Kuil Kiyomizu, cukup gunakan kereta hingga stasiun Kyoto, lalu naik bus nomor 10 atau 206, turun di halte Kiyomizhu-Michi. Objek wisata ini buka setiap hari dari pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 petang. Biaya masuknya hanya 300 Yen (Rp 36 ribu) untuk dewasa dan 200 Yen (Rp 24 ribu) untuk pelajar.

Akuarium Churaumi Okinawa

Sumber gambar jpninfo.com

Terletak di area Okinawa Commemorative National Government Park, akuarium ini menampilkan dunia laut yang sangat indah. Inilah akuarium terbesar kedua di dunia setelah Akuarium Georgia di Atlanta. Namun, akses menuju ke sana cukup sulit karena harus melalui jalan yang sering kali dilanda kemacetan. Kamu bisa menggunakan bus ekspres Yanbaru dari Bandara Naha dan turun langsung di depan lokasi wisata.

Selain melihat biota laut yang amat beragam dan indah, kamu juga bisa melihat aneka pertunjukan atau atraksi, menonton film, dan mengunjungi museum budaya laut. Keindahan akuarium ini sangat menawan dan tak akan bisa kamu jumpai kecuali saat berlibur di Jepang. Untuk menikmati akuarium dan semua fasilitas yang menakjubkan tersebut, pengunjung hanya dipungut biaya satu kali bayar, yakni tiket masuk seharga Rp 180 ribu.

Gunung Fuji

Sumber gambar puputnaeefha.wordpress.com

Berlibur ke Jepang akan sayang rasanya jika tak melihat Gunung Fuji. Gunung tertinggi di Jepang ini pastilah sudah tidak asing lagi karena merupakan ikon negara sakura. Lokasi gunung setinggi 3.776 meter ini berada dekat dengan pesisir Pasifik serta dikelilingi tiga kota dan lima danau. Bayangkan saja bagaimana keindahan alamnya.

Jika ingin mendaki Gunung Fuji, kamu perlu berlibur ke Jepang pada awal Juli hingga pertengahan September. Itulah musim yang aman dan rute pendakian juga dibuka. Selain banyak dikunjungi pendaki, Gunung Fuji juga ramai saat dihelat Festival Shibazakura pada bulan April-Mei dan Festival Yabusamme pada bulan Mei. Untuk menikmati keindahan Gunung Fuji, pengunjung tak dikenai tarif masuk alias gratis.

Fushimi Inari Taisha

Sumber gambar thetruejapan.com

Satu lagi kuil di Kyoto yang tak kalah kental unsur sejarah dan budayanya, yakni Fushimi Inari Taisha. Disebut Inari karena lokasinya berada di kaki Gunung Inari. Pemerintah Jepang memasukkan kawasan kuil ini sebagai warisan budaya yang penting.

Dibangun pada tahun 794, arsitektur kuil sangat menarik dan menunjukkan jati diri Jepang era klasik. Jika kamu gemar menonton anime, pasti tahu betul dengan gerbang merah khas Jepang yang gagah. Di kuil inilah kamu dapat menemukan banyak sekali gerbang merah tersebut.

Untuk masuk ke Kuil Fushimi Inari, pengunjung tak perlu membayar tiket masuk. Objek wisata ini pun buka 24 jam dan aksesnya cukup mudah. Dari Stasiun Kyoto, kuil ini hanya ditempuh 5 menit saja dengan kereta lokal JR Nara Line. Pastilah tempat wisata ini sangat cocok untuk dikunjungi saat berlibur di Jepang.

Baca juga

From our editorial team

Belajar Disiplin dari Masyarakat Jepang

Tak hanya berlibur, dengan berkunjung ke Jepang, kamu juga bisa sekaligus mempelajari kebudayaannya, terutama budaya disiplin yang mereka anut. At least, setelah berkunjung ke Jepang, kamu harus membiasakan disiplin dalam hal-hal yang tampak kecil. Misalnya, datang tepat waktu, mengantre, dan membuang sampah ke tempatnya. Ok, Guys?