10 Pilihan Oleh-oleh Khas Jogja Yang Wajib Dibawa Pulang Saat Berkunjung (2023)

10 Pilihan Oleh-oleh Khas Jogja Yang Wajib Dibawa Pulang Saat Berkunjung (2023)

Semua orang pasti tahu kota Jogja, tapi apa kamu tahu hal-hal khas dari kota ini yang wajib dicoba? Kalau belum, kamu tak perlu kecil hati. BP-Guide telah membuat daftar makanan khas Jogja yang bisa kamu jadikan oleh-oleh. Yuk langsung cek artikel berikut untuk tahu pilihan terbaik oleh-oleh khas Jogja yang paling terkenal!

Jogja, kota budaya yang membuatmu selalu ingin kembali

Tidak bisa dipungkiri lagi, kota D.I Yogyakarta memang mempunyai daya tarik tersendiri sebagai kota wisata. Selain terkenal dengan kota pelajar yang memiliki banyak kampus ternama di Indonesia, kota ini juga memiliki suasana klasik sangat kental yang mampu menarik tidak hanya wisatawan local saja, tapi juga wisatawan internasional.

Maka dari itu jangan heran apabila ketika kamu ke jogja, banyak turis asing yang tersebar hampir di seluruh kota Yogyakarta, karena memang kota ini menjadi tempat favorit wisatawan internasional kedua setelah bali. Bukan hanya kotanya saja yang menarik, di Yogyakarta juga banyak objek wisata alam, budaya, sejarah, hingga belanja yang pastinya tidak akan mengecewakan kamu. Sehingga banyak wisatawan yang memang tidak cukup datang sekali saja untuk menikmati kota Yogyakarta ini.

Inilah yang membuat Jogja menjadi magnet pariwisata

Hal yang paling menarik wisatawan pada umumnya di kota D.I Yogyakarta ini adalah suasana kotanya yang bernuansa artistic dan klasik, karena kota ini masih menjaga berbagai hal yang memiliki nilai sejarah tinggi, seperti keratin, gedung-gedung Belanda, 2 candi terkenal yaitu Borobudur dan Prambanan, serta masih banyak peninggalan purbakala lainnya.

Untuk kamu yang suka degan berbagai wisata alam yang ekstrim, kota ini juga merupakan pilihan yang sangat tepat. Kamu bisa berkunjung ke Gunung Merapi, Goa Pindul, Goa Jomblang, dan yang paling terbaru adalah Paralayang Bukit Gupi di Pantai Parangtritis. Yang tidak kalah menariknya adalah wisata kuliner yang merupakan daya tarik tersendiri dari kota Yogyakarta ini. Bisa dibilang kota Yogyakarta surganya para pecinta kuliner tradisional, di kota ini dapat kamu temui berbagai makanan seperti gudeg, bakpia oseng-oseng mercon, ayam geprek, pecel dan masih banyak lainnya.

Oleh-oleh khas Jogja ini wajib kamu bawa pulang saat berlibur ke Jogja weekend ini

Saat liburan di Yogyakarta, tentu tidak lengkap jika belum membeli berbagai makanan atau barang khas yang ada di kota tersebut. Tentu saja kamu harus memilih yang dapat dijadikan oleh-oleh. Banyak kok oleh-oleh khas Yogya yang dapat diberikan kepada kerabat dekat atau bahkan sodara kamu, di bawah ini ada beberapa oleh-oleh khas Yogyakarta yang sangat rekomended :

Bakpia

Bakpia merupakan salah satu kuliner khas Yogyakarta yang sering dijadikan sebagai oleh-oleh bagi orang yang habis berlibur ke kota ini. Selain memiliki rasa yang enak dan khas, makanan ini juga tidak cepat basi sehingga cocok sekali untuk dijadikan oleh-oleh. Awal mulanya makan ini menjadi khas oleh-oleh Yogyakarta itu dimulai sejak tahun 1948 dan masih diproduksi secara eceran tanpa label. Dan pada tahun 1980 mulai bermunculan berbagai kemasan Bakpia dengan nama Bakpia Pathok yang terkenal hingga sekarang ini.

Walapupun cukup banyak merek bakpia pathok yang beredar, ada 2 merek yang terkenal dan menjadi pilihan utama orang-orang untuk di jadikan cindramata khas Yogyakarta yaitu Bakpia Pathok 25 dan Bakpia Kurnia sari. Untuk Bakpia Pathok 25, tersedia dengan berbagai rasa seperti hijau, keju, coklat, durian, dan nanas yang mampu bertahan sekitar 6 sampai 10 hari walaupun tidak menggunakan bahan pengawet.

Harga dari bakpia ini terbagi menjadi 2 yaitu bakpia kering premium yang berisi 15 biji dijual Rp 45.000 dan Bakpia kulit basah yang seharga Rp 55.000 dengan isi yang lebih tebal. Sedangkan untuk Bakpia Kurnia Sari, menawarkan ukuran diameter yang lebih besar dengan varian rasa yang lebih banyak tentunya. Harganya pun beragam, mulai dari Rp 44.000 hingga 54.000 tergantung dari rasa bakpia itu sendiri.

Coklat Monggo

Coklat monggo merupakan salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta yang diproduksi oleh perusahan bernama Anugrah Mulia . Menariknya, perusahaan dengan nama yang sangat Indonesia ini didirikan oleh orang asal Belgia yang bernama Thiery Detuornay yang sangat tertarik dengan coklat dan kota Yogyakarta. Awalnya pria ini hanya menjadi turis yang resah akan rasa coklat yang dijual oleh toko, keresahaan ini membuat dia menciptakan suatu produk yang ia bagikan kepada teman-temannya disekitaran kamu UGM. Karena mendapatkan hasil yang positif, pada tahun 2005 pria ini mendirikan perusahaan yang fokus untuk memproduksi coklat.

Nama Coklat Monggo diberikan karena kecintaannya akan budaya kota Yogyakarta, monggo dalam bahasa jawa memiliki arti “silahkan”. Hingga saat ini Coklat Monggo hadir dengan berbagai varian rasa dan bentuk dan menggunakan kemasan daur ulang guna membantu masyarakat Indonesia mengurangi sampah dan ramah lingkungan. Coklat Monggo ini dijual dengan harga Rp 17.000 untuk yang 40 gram dan Rp 29.000 untuk coklat papan dengan berat 80 gram.

Batik

Beberapa kota di jawa tengah memang sangat identik dengan pakain batik yang satu ini, termasuk Yogyakarta. Walaupun Yogyakarta bukan bagian dari kota jawa tengah, tapi kota ini memiliki budaya yang sangat identik dengan kota jawa tengah. Hal ini bisa dilihat dari pakaian seragam Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang menggunakan batik untuk seragam tetapnya. Batik Yogyakarta juga memiliki khas yang membedakannya dengan batik dari kota lainnya, perbedaan mendasar itu terdapat pada 2 warna dasar kain yang digunakan yaitu putih, dan coklat soga yang agak kehitaman. Model motifnya juga memiliki cirri khas tersendiri, biasanya batik Yogyakarta memiliki motif dengan simbol falsafah Hindhu Jawa.

Untuk mencari berbagai batik khas Yogyakarta ini juga cukup gampang, sudah banyak produsen batik yang tersebar diseluruh kota Yogyakarta. Ada 2 tempat yang menjadi favorit wisatawan dalam mencari batik khas Yogyakarta ini yaitu di jalan Malioboro atau Pasar Beringharjo. Jalan Malioboro merupakan salah satu pusat untuk mencari oleh-oleh khas Yogyakarta, di pasar ini kamu dapat menemukan batik dari harga yang paling murah sekitaran Rp 50.000 hingga yang paling mahal dengan harga jutaan rupiah. Sedangkan untuk Pasar Beringharjo ini letaknya terdapat di seberang jalan Malioboro, pasar ini bisa dibilang menjual batik dengan koleksi paling lengkap dengan harga yang bisa dibilang terjangkau untuk kantong wisatawan

Kaos Dagadu

Brand baju Dagadu merupakan salah satu brand asal Yogyakarta yang sudah sangat lekat dengan para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh khas kota ini. Sepintas nama brand ini seperti tidak memiliki makna berarti, padahal Dagadu sendiri memiliki arti “matamu” dalam bahasa jawa apabila dibaca secara terbalik. Terkenalnya brand disebabkan dengan desain yang bertuliskan kata-kata atau gambar yang menarik dan menjadi cirri khas dari brand ini.

Popularitas brand ini juga membuat banyaknya produsen baju nakal yang membuat barang tiruannya yang tersebar diseluruh kota Yogyakarta. Untuk membeli produk yang asli dari brand Dagadu ini, kamu bisa langsung ke 3 toko resmi yang terletak di jalan alun-alun utara dengan nama Posyandu ( Pos Pelayanan Dagadu), jalan Gedong Kuning, dan ada juga di Lower Ground Malioboro Mall. Produk keluaran brand ini juga terbilang murah, mulai dari Rp 50.000 hingga ratusan ribu tergantung dari ukuran dan desain baju Dagadu tersebut.

Gudeg Kering

Gudeg merupakan makanan khas Yogyakarta yang sangat populer di kalangan wisatawan. Makanan ini memiliki banyak penggemar setia, makanya tidak heran makanan dengan bahan dasar nangka ini tersebar di seluruh kota Yogyakarta. Ada dua macam gudeg yang dapat kamu nikmati, yang pertama adalah gudeg basah yang disajikan langsung dengan nasi yang hangat, dan yang kedua adalah gudeg kering yang awet dan sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh.

Untuk mencari gudeg kering yang enak untuk dijadikan oleh-oleh juga tidak boleh sembarangan, lebih baik ke tempat yang memang sudah terkenal akan kenikmatannya seperti daerah Wijilan yang terkenal dengan kampoeng gudeg. Di daerah tersebut ada toko yang bernama gudeg Yu Djum yang sudah terkenal kurang lebih 40 tahun, semua bahan baku yang dijual di toko ini sengaja dikeringkan untuk dijadikan oleh-oleh. Harga gudeg ini terbilang cukup mahal, yaitu berkisar di harga Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Selain rasanya yang enak, yang membuta gudeg ini mahal adalah paketnya yang lengkap dan cukup banyak. Makanya tidak rugi untuk membeli gudeg Yu Djum ini.

Geplak

Makanan manis khas Yogyakarta yang juga banyak digemari wisatawan, yaitu geplak. Makanan yang berbentuk bulat tidak beraturan ini terbuat dari irisan daging kelapa yang kemudian dimasak menggunakan gula. Warnanya yang beraneka ragam, membuat tampilan makanan ini semakin menggoda. Makanan ini sering dijadikan sebagai pengganti nasi dimasa panceklik, karena kandungan gula yang cukup bisa membuat perut menjadi kenyang yang tahan lama.

Untuk mendapatkan geplak dengan rasa yang sangat enak, kamu bisa ke daerah Bantul yang tepatnya di Jl. Wahid Hasyim. Di jalan ini ada satu toko yang terkenal dengan makanan geplaknya yaitu Geplak Mbok Tumpuk. Untuk harganya, makanan ini dijual dengan harga Rp 16.000, tapi harga tersebut tidak tetap, karena sering berubah di masa tertentu seperti lebaran dan tahun baru.

Salak Pondoh

Salak Pondoh Sleman merupakan buah khas yang banyak dijual di Kabupaten Sleman terutama di bagian utara wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Banyak tempat di Sleman yang menjual salak, salah satunya adalah di jalan Tempel–Turi. Di sepanjang jalan yang menghubungkan kecamatan di kaki gunung Merapi tersebut banyak yang menjual Salak Pondoh Sleman, karena di kedua kecamatan tersebut yang merupakan pusat perkebunan Salak Pondoh Sleman. Rasanya yang manis, menjadikan salak pondoh sebagai buah favorit para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh. Harga dari salak pondoh ini juga terbilang cukup murah yaitu berkisar di harga Rp 5.000 hingga Rp 8.000 tergantung dari musim dan momen apa kamu berlibur ke Yogyakarta.

Yangko

Sumber gambar www.tokopedia.com

Satu lagi wisata kuliner khas dari Kota Jogja, yaitu Yangko. Yangko adalah kuliner atau jajanan yang terbuat dari tepung ketan. Jajanan yang berasal dari daerah Kotagede ini dibuat dari adonan tepung ketan yang dibalut tepung gula dengan rasa manis dan khas gurih dari tepung ketannya. Umumnya yangko berbentuk kotak dan didalamnya terdapat isian berupa kacang yang telah dicincang lembut. Isian yangko berupa cincangan kacang dan gula, seperti kue moci Jepang. Namun dari segi rasa, kue moci Jepang lebih lembek dan kenyal daripada yangko.

Selain kacang, kini isian yangko telah bervariasi antara lain rasa strawberry, durian, dan melon. Untuk membeli makanan ini kamu, bisa langsung ke Jalan Pramuka No.28, disana terdapat toko yang bernama Yangko Pak Proto yang terkenal sejak tahun 1921. Disini kamu dapat membeli yangko dengan harga yang lebih murah dibandingkan kalau kamu membeli di tempat wisata seperti Malioboro atau toko oleh-oleh lainnya yaitu sekitar Rp 8.000 sampai dengan Rp 10.000 perkotaknya.

Kerajinan Perak

Kerajinan perak Kotagede Yogyakarta memiliki ciri khas tersendiri,yakni proses pembuatan kerajinan ini semua secara manual. Selain Kotagede, sebenarnya ada beberapa sentra kerajinan perak lain di Indonesia,seperti Bali dan Lombok. Namun, kerajinan perak Kotagede memiliki ciri khas tersendiri,yakni tetap dipertahankannya proses pembuatan barang kerajinan secara manual dan sudah mulai berkarya sejak Kerajaan Mataram.

Kebanyakan ornamen kerajinan perak Kotagede sangat dipengaruhi oleh motif kain batik.Penentuan harga barang kerajinan perak tidak hanya didasarkan pada besar-kecil atau beratnya, tetapi juga nilai seni dan tingkat kerumitan dalam pengerjaannya. Untuk harganya, kamu bisa menemukan mulai dari Rp 75.000 sampai dengan jutaan rupiah.

Gerabah Kasongan

Dan yang terakahir ada gerabah kasongan yang sangat memiliki nilai artistik khas Yogyakarta yang berkesan klasik. Kasongan adalah salah satu daerah desa tujuan wisata di Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta. Terkenal dengan hasil kerajinan gerabah keramiknya. Berada di Pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan Bantul, Yogyakarta. Berjarak kurang lebih 7 km dari pusat kota Jogja.

Jika kamu ingin menuju Kasongan sangatlah mudah. Lewati saja jalan Bantul (Jogja-Bantul) dan perhatikan gapura besar di kanan jalan yang bertuliskan Kasongan. Barang yang dijual bermacam-macam, baik itu barang yang digunakan sebagai perabot rumah tangga seperti kendi, gentong, anglo, cobek ataupun berupa barang-barang yang memang dibuat sebagai hiasan rumah seperti vas, guci ataupun patung pengantin Loro Blonyo yang paling banyak diincar wisatawan. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatan mulai dari Rp 10.000 dengan bentuk vas cantik dan harga ratusan ribu untuk model dan bentuk barang lainnya.

From our editorial team

Oleh-oleh khas Jogja cocok untuk sharing kebahagiaan travel kamu bersama teman ataupun orang tua

Nah, sudah tahu kan beberapa hal yang jadi oleh-oleh khas Jogja wajib untuk kamu beli? Tak perlu risau soal harga, rata-rata produk yang kami rekomendasikan merupakan produk yang terjangkau, namun punya kualitas yang baik. Jadi kamu tak perlu ragu lagi untuk membeli satu atau lebih!