Bayi Anda Alergi atau Intoleran pada Protein Susu Sapi?

Sumber gambar www.parents.com

Saat baru pertama kali memiliki bayi, persoalan mengenai susu memang sangat memusingkan. Makanan paling aman dan sehat untuk bayi tentunya adalah ASI (Air Susu Ibu). Namun dengan berbagai kondisi, ada banyak ibu yang tidak mencukupi pasokan ASI untuk kebutuhan bayinya.

Jika seperti ini, maka pemberian susu sapi adalah yang paling mudah untuk dilakukan. Namun ada banyak bayi yang ternyata alergi pada protein di dalam susu sapi ini. Tidak hanya persoalan alergi, ada juga bayi yang mengalami kondisi intoleransi laktosa.

Artinya tubuhnya tidak bisa mentoleransi masuknya kandungan laktosa pada susu sapi. Jika seperti ini akan banyak gejala gangguan kesehatan yang dialami bayi Anda. Tahukah Anda apa saja gejala tersebut? Lalu apa ada susu alternatif untuk bayi selain susu sapi? Simak seluruh penjelasannya berikut ini ya!

5 Gejala Bayi Tidak Bisa Mengonsumsi Susu Sapi

Diare

Sumber gambar www.aboutkidshealth.ca

Gejala utama dari bayi yang tidak bisa mengonsumsi susu akibat alergi atau intoleransi adalah buang-buang air. Buang air lebih dari 3 kali dalam sehari menunjukkan bayi Anda telah mengalami diare.

Kondisi ini akan membahayakan jika tidak langsung diobati, karena bayi bisa mengalami kekurangan cairan. Jadi segera periksakan bayi Anda jika diare terjadi.

Muntah

Sumber gambar parenting.firstcry.com

Mungkin beberapa bayi tidak sampai diare, melainkan hanya muntah-muntah. Muntah pada bayi memang cukup banyak alasannya.

Namun jika setelah minum susu sapi selalu muntah dan rewel, kemungkinan besar bayi Anda mengalami alergi atau intoleransi laktosa. Agar tidak semakin membahayakan, Anda sebaiknya segera memeriksakannya, ya.

Gatal dan Ruam

Sumber gambar beabausa.com

Beberapa bayi juga bisa mengalami ruam kulit dan gatal-gatal jika mengonsumsi susu sapi. Gatal dan ruam ini adalah bentuk reaksi dari alergi.

Bagi bayi yang hanya memiliki intoleransi laktosa, biasanya tidak akan sampai gatal-gatal dan ruam ini. Apalagi jika sampai tubuhnya mengalami pembengkakan di beberapa bagian, artinya reaksi alergi sudah sangat parah dan harus segera ditangani.

Mata Berair dan Hidung Meler

Sumber gambar www.momjunction.com

Mata berair terus dan hidung meler juga adalah reaksi alergi yang parah yang dialami oleh bayi Anda. Jika hal ini terjadi ketika Anda memberikan susu sapi pada bayi, maka waspadalah bayi Anda mungkin menderita alergi laktosa atau protein susu sapi.

Rewel dan Terus Menangis

Sumber gambar kpthrivingfamilies.org

Tanda utama dari ketidaknyamanan bayi adalah kondisinya yang rewel dan terus menangis. Jika bukan karena lapar atau popoknya kotor, maka kemungkinan besar bayi terus menangis adalah karena gangguan kesehatan. Rasa gatal, mulas, dan perih di tubuh akibat alergi adalah yang menyebabkan bayi terus menangis dan harus segera Anda periksakan ke dokter.

8 Pilihan Susu Alternatif untuk Bayi yang Aman dan Sama Manfaatnya

Susu Kedelai

Sumber gambar parenting.firstcry.com

Pilihan pertama dan salah satu yang terbaik dari susu alternatif untuk bayi yang ada adalah susu kedelai. Sesuai dengan namanya, susu ini dihasilkan dari pengolahan pada kedelai. Kedelai sebagai sumber protein yang tinggi juga menyebabkan susu kedelai punya kandungan protein yang tidak kalah dari susu sapi.

Tekstur dan warnanya juga paling mirip dengan susu sapi. Soal rasa, susu kedelai memiliki rasa yang cenderung tawar jadi tidak terlalu berbeda dengan susu sapi. Kandungan gizi didalamnya juga baik untuk pertumbuhan bayi Anda.

Susu Almond

Sumber gambar parenting.firstcry.com

Ada juga susu almond yang cukup populer akhir-akhir ini. Jenis susu almond ini dibuat dari hasil olahan biji almond dan dipercaya memiliki kandungan protein serta vitamin E yang sangat tinggi. Jika bayi Anda diberi konsumsi susu almond ini, maka sistem imunitas tubuhnya diketahui akan meningkat dengan baik.

Hanya saja, susu almond ini memang dijual dengan harga yang tergolong mahal. Harga satu kemasan susu almond bisa sama dengan beberapa kemasan susu sapi. Inilah yang mungkin membuat banyak orang berpikir kembali memilih susu almond.

Susu Beras

Sumber gambar parenting.firstcry.com

Kalau susu alternatif untuk bayi yang satu ini sudah cukup lama digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Susu yang terbuat dari beras ternyata memang memiliki kandungan yang bisa menggantikan asupan susu sapi. Protein dalam beras juga cukup tinggi.

Selain itu, bau dan rasa yang dihasilkan oleh susu beras jauh lebih netral dan itulah yang membuatnya lebih mudah dikonsumsi juga oleh bayi. Soal harga jual, pastinya susu beras jauh lebih terjangkau, ya. Lebih penting lagi, kasus bayi alergi pada susu beras hampir tidak ada. Jadi bisa dibilang pilihan yang paling aman untuk bayi adalah susu beras ini.

Susu Gandum

Sumber gambar gkfooddiary.com

Pilihan lain ada juga susu gandum. Produk susu gandum yang sudah melalui proses untuk dikonsumsi oleh bayi saat ini cukup banyak ya. Anda bisa menjadikannya salah satu pilihan juga karena rasanya cenderung disukai oleh bayi.

Rasa dari susu gandum alami cenderung manis dan ringan. Kandungan proteinnya dinilai juga cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Tidak hanya itu, serat dalam gandum juga baik untuk membantu pencernaan bayi.

Susu Kacang

Sumber gambar dontwastethecrumbs.com

Jika Anda mencari susu alternatif untuk bayi dengan kandungan protein yang paling mendekati susu sapi, cobalah susu kacang. Beberapa produk khusus hasil olahan susu kacang kini bisa diberikan pada bayi juga.

Bayi Anda akan mendapatkan juga kandungan kalsium dan vitamin D bahkan omega 3 yang akan bermanfaat untuk pertumbuhannya. Rasa yang dihasilkan dari susu kacang juga cenderung lebih gurih, jadi lebih disukai oleh kebanyakan anak-anak juga.

Susu Kelapa

Sumber gambar parenting.firstcry.com

Satu pilihan yang tidak terlalu umum adalah memberikan susu kelapa. Walau memiliki kandungan protein, nyatanya jumlah proteinnya tidak mencukupi kebutuhan anak Anda.

Selain itu, kandungan karbohidrat dalam susu kelapa ini terlalu tinggi dan bisa menyebabkan bayi Anda nantinya tumbuh dengan kebiasaan makan yang kurang baik. Namun dalam kondisi tertentu, memberikan susu kelapa sesekali sebagai pengganti susu sapi boleh Anda lakukan, didukung oleh rekomendasi dokter juga ya.

Susu Oat

Sumber gambar detoxinista.com

Banyak orang tidak mengetahui perbedaan antara oat dan gandum. Keduanya sejenis, tetapi memiliki bentuk yang cukup berbeda. Soal khasiat susu oat dan susu gandum juga ada beberapa yang berbeda. Pastinya, susu oat ini juga sangat aman seperti susu beras.

Tidak ada kandungan kacang-kacangan di dalamnya. Jika bayi Anda juga alergi dengan kacang-kacangan, maka pilihan untuk memberikan susu oat ini sangat disarankan untuk Anda. Kandungan proteinnya pun bisa mencukupi kebutuhan anak Anda.

Susu Sari Biji Hemp

Sumber gambar Thrivecuisine.com

Pilihan yang terakhir ada susu alternatif yang dihasilkan dari olahan biji hemp. Sesuai dengan namanya, kandungan protein yang terdapat dalam susu ini adalah protein nabati. Jumlahnya cukup untuk pertumbuhan anak Anda. Lebih dari itu, anak Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin dan serat yang baik untuk sistem pencernaan.

Bagaimana sudah tahu ingin memberikan susu alternatif untuk bayi yang mana? Semua pilihan di atas baik tapi bergantung lagi dengan kondisi bayi Anda ya. Semoga dengan ini bayi Anda tetap bisa tercukupi kebutuhan nutrisinya dan tidak terpicu alergi atau intoleransi laktosanya.